She Is Mine

She Is Mine
Episode 64. Maid muda yang menyebalkan


__ADS_3

Sudah seminggu dirinya berada di mension tengah hutan bersama para sahabat Danial. Untuk Lala, gadis itu telah di bawa pulang oleh Rapa, bahkan Lala mendapatkan hukuman harus merawat Rapa selama seminggu di rumah cowok itu.


"Bibi!!" panggil Anja dengan suara lembutnya menghampiri wanita tua yang kini tengah menyapu di halaman mension luas itu.


"Iya nyonya muda, ada yang nyonya muda inginkan??" tanya nya menundukkan kepalanya.


Anja menggelengkan kepalanya, lalu meraih sapu yang ada di genggaman sang wanita tua itu, "Anja bantu ya, kasihan bibi udah tua malah nyapu halaman seluas ini."


Wanita tua tersebut langsung ingin merebut sapu yang ada di genggaman gadis itu, namun Anja menolak dengan keras, membuat wanita tua itu tidak bisa berbuat apapun, "Nyonya muda nanti kecapean, saya tidak ingin nyonya muda sakit, tuan akan marah."


"Nial ngak akan marah, Anja juga sering nyapu halaman rumah Anja, bantu mama."


Wanita tua tersebut tersenyum, melihat tingkah gadis polos itu yang mulai dengan ceria membantunya menyapu halaman mension.


"Bibi kenapa masih berkerja?? ngak baik untuk orang tua seperti bibi."


"Kalau bibi tidak berkerja, tidak makan nyonya muda."


"Bibi ngak punya anak??"


"Punya, bibi punya dua anak laki-laki, mereka sibuk berkerja."


"Bibi ngak pernah di jengukkin??"

__ADS_1


"Ngak pernah. Mereka sibuk dengan keluarga masing-masing. Tapi bibi bersyukur keluarga tuan muda menolong bibi, dengan berkerja di mension ini. Bahkan keluarga tuan muda memberikan bibi tunjangan nantinya kalau bibi sudah tidak bisa berkerja."


"Ternyata keluarga Nial baik ya bi??"


"Iya nyonya muda, bahkan nyonya muda sangat beruntung menjadi kekasih tuan muda. Walaupun tuan muda dingin, tapi sebenarnya hatinya seperti malaikat."


"Bibi bisa ajha."


Setelah menyelesaikan semuanya, Anja bernafas lega telah membantu bibi tua tersebut menyapu halaman mension, setelah itu ia bergegas masuk ke mension tersebut ingin mengambil minuman.


"Bibi muda!! Anja mau dibuatin jus mangga," ujar Anja duduk di salah satu bangku di meja makan.


"Saya masih muda, jangan panggil bibi!!" peringat salah satu maid muda menatap Anja dengan tatapan emosi dan sinis.


"Iya udah, kakak!! Anja mau dibuatin jus mangga," ucap Anja tersenyum manis.


"Ini jusnya, selamat menikmati!!" ucapnya ketus, namun tidak ditanggapi oleh Anja, gadis itu berpikir mungkin maid muda itu kelelahan dan banyak pekerjaan, makanya seperti itu.


Anja meneguk jus mangga dengan sangat rakus, sedangkan di sana Dian masih menilai penampilan Anja dengan tatapan merendahkan.


"Kamu jangan macam-macam!!" peringat salah satu maid muda teman Dian, memergoki Dian menatap sinis kekasih tuan muda mereka.


"Bahkan gadis polos itu, tidak secantik dariku."

__ADS_1


"Sampai kapanpun tuan muda tidak akan melirik kamu yang hanya seorang maid rendahan. Jangan berharap lebih!!"


"Kenapa?? karena aku seorang maid?? bahkan aku sudah bisa menghasilkan uang ketimbang gadis manja itu."


"Dia berasal dari orang tua yang kaya. Bahkan kakak iparnya adalah rekan kerja keluarga Syahreza, sama kayanya dengan tuan muda."


"Cih... Bahkan kakaknya murahan. Pasti adiknya juga seperti itu."


"Kamu jangan asal bicara. Kalau sampai didengar oleh tuan muda, bahkan untuk bernafas pun kamu tidak akan sanggup lagi."


"Bagaimana pun caranya, aku harus mendapatkan tuan muda, agar hidupku berubah. Bahkan aku akan menjebaknya."


"Gila kamu Dian."


Teman dari Dian, tidak habis pikir dengan tekad Dian yang nantinya akan membahayakan keluarganya bahkan nyawa Dian sendiri.


Mereka dikirim dari desa berkerja di sini dengan sangat nyaman dan gaji yang besar, namun Dian tidak pernah mensyukurinya.


Bahkan Dian menyukai majikannya sendiri yakni putra dari tuan besar yang sangat tampan yakni tuan muda Danial Arsalan Putra Syahreza yang terkenal lebih gila dan kejam di keturunan Syahreza yang ke tujuh.



\= ANJA ADELIA

__ADS_1



\= MAID DIAN


__ADS_2