She Is Mine

She Is Mine
part 21 tugas


__ADS_3

Karena sudah sembuh total, keysa sudah bisa sekolah seperti biasa, mengikuti pelajaran, berkumpul bersama teman, makan di kantin dan lain sebagainya, huftt… hal itu yang paling keysa rindukan selama ia di rawat di rumah sakit.


“kaka duluan aja, aku mau ngumpulin dulu tugas ke ruang guru.” Selama beberapa hari tidak masuk sekolah, tugasnya semakin hari semakin menumpuk jika tidak serahkan satu persatu keysa akan kewalahan nantinya.


“serius ga mau di anter?” tanya kevin.


Dari kejauhan sana, seseorang memanggil nama kevin, ternyata itu pembina futsal nya.


“yaudah, kaka kesana dulu.” Kevin mengusap pucuk kepala keysa, kemudian  berlalu dari sana, menghampiri pak anto.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Sesampainya di ruang guru, keysa mencari-cari meja bu nantri, guru biologinya. Ketika sedang mnecari letak meja bu nantri keysa tidak sengaja melihat biyan yang sedang berbicara dengan pak asep, guru mata pelajaran fisika.


Ternyata meja bu nantri  bersebalahan dengan meja pak asep. Setelah urusan nya selesai, keysa buru-buru keluar dari ruang guru.


“keysa, tunggu.” Teriak biyan dari belakang, laki-laki itu berlari mengejar keysa yang jaraknya sudah cukup jauh.


“lo abis dari ruang guru?” tanya biyan dengan nafas memburu.


Keysa menganggukan kepala “habis ngumpulin tugas biologi.” Jelasnya. Biyan hanya manggut manggut.


“lo udah ngerjain tugas fisika?” tanya biyan, dia selalu memberikan informasi terkait pemberian tugas di setiap mata pelajaran. Meskipun sudah di bahas di grup kelas, tapi topik-topik penting yang sedang di bahas selalu tertimbun dengan obrolan-obrolan random teman-temannya yang lain.


Apalagi, selama keysa sakit, gadis itu jarang membuka ponsel, chat di grup tentu saja sudah sangat menumpuk. Makanya biyan selalu memberikan informasi tugas-tugas lewat chat pribadi. Keysa sangat berterimakasih akan hal itu, biyan telah banyak membantunya.


“belum, aku baru ngerjain tugas biologi.”


“nih.” Biyan memberikan buku yang ada di tanganya. Keysa menerima buku itu dengan alis tertaut. Halaman demi halaman keysa buka.


“bukannya tugas fisika di kumpulin lusa? Ko punya kamu udah di nilai?” tanya keysa heran, biyan mendapatkan angka sempurna untuk tugasnya.


Biyan mengedikan bahu “lebih cepat lebih baik, lo bisa nyalin punya gw.” Dengan entengnya biyan berkata demikian.


“serius bi?” tanya keysa, dengan susah payah biyan mendapatkan nilai sempurna untuk tugasnya dan sekarang dengan suka rela biyan menyuruhnya untuk  tinggal menyalin? Beruntunglah kalian semua yang mempunyai teman seperti biyan.


“serius, lumayan kan ngurangin beban nugas.”


“aaaaa makasih biyan, besok bukunya aku balikin.” Tak lama lonceng berbunyi, keysa dan biyan bergegas masuk kelas sebelum guru tiba.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Sesi absensi sudah mulai di lakukan di kelas dua belas ipa 1, kelas kevin dan kawan-kawan.


“salsa amora.” Panggil bu guru dengan suara lantang.

__ADS_1


“hadir bu.” Jawab salsa dengan tangan kanan yang di angkat ke atas.


“udah sembuh sa?” tanya bu guru, beberapa hari ini salsa tidak masuk sekolah karena sakit, tapi tidak ada yang tau salsa sakit apa.


“sudah membaik bu.” Jawab salsa lagi.


“sukur kalo begitu, kalau boleh tau kamu sakit apa?”


“cuman diare aja bu.”


“lain kali, makan nya harus di jaga ya, ini berlaku untuk kalian semua, bukan buat salsa aja. Kurang-kurangin makan fast food, junk food dan segala makanan yang kurang baik untuk kesehatan. Apalagi cuaca lagi ga bagus kaya gini, kalian harus bisa jaga kesehatan.”


“baik bu.” Jawab semuanya serempak.


☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️


Di kelas 11 ipa 2 tepat nya di jam pelajaran kedua, guru seni budaya mengadakan test lisan, barang siapa yang bisa menjawabnya dengan tepat, dia bisa langsung istirahat ke kantin. Semua terlihat bersemangat.


“prinsip dari penciptaan karya seni rupa di sebut prinsip desain yang meliputi?” kelas mendadak hening saat pak rahmat melontarkan pertanyaan pertama.


Keysa mengangkat tanganya tinggi-tinggi.


“silahkan keysa di jawab.”


“komposisi, ekspresi, dan kreativitas.”


Keysa beranjak dari duduk nya, tapi ia tidak ada niatan pergi ke kantin sendirian, alhasil dia menunggu teman-temannya yang lain di depan kelas.


Tiba-tiba keysa kebelet ingin buang air kecil, keysa pergi ke kamar mandi yang jaraknya tidak terlalu jauh.


Di perjalanan ke toilet, keysa tak sengaja berpapasan dengan kaka kelas sekaligus teman kakanya, david. Mereka berjalan ke arah yang sama, mungkin david juga ingin ke toilet. Toilet perempuan dan toilet laki-laki saling berdampingan.


Mereka masuk bilik toilet di waktu besamaan.


“huft lega banget.” Keysa membuka pintu toilet, dia langsung berhadapan dengan salsa. Mereka sempat adu pandang satu sama lain, tapi salsa memutus kontak mata terlebih dahulu.


“minggir lo.” Ucap salsa ketus, dia menarik sebelah tangan keysa dengan kasar.


Blamm…


Pintu di tutup dengan sangat kencang membuat keysa yang masih berdiri disana terperanjat kaget.


Keysa mengedikan bahunya, berusaha acuh dengan sifat salsa.


Keysa pikir teman-temannya yang lain sudah berkumpul di kantin, untuk itu setelah dari toilet, keysa langsung bergegas ke sana, dan dugaannya ternyata benar, mereka semua tengah duduk melingkar di meja yang letaknya sedikit di pojokan.

__ADS_1


“dari mana dulu key?” tanya prisil.


Keysa mendudukan dirinya di samping biyan, karena hanya kursi itu yang tersisa.


“dari toilet.” Jawab keysa.


“kita semua udah pesen makanan, termasuk makanan lo.” Ucap bima, mereka memesan makanan yang sama dan minuman yang sama pula, cuanki dan es teh.


Selian karena harganya yang murah, stand cuanki dan es teh tidak terlalu penuh.


“makasih, aku bayar ke siapa?” tanya keysa, jika makanan sudah di pesan pasti sudah di bayar.


“ke gw.” Celetuk biyan.


Keysa mengeluarkan uang dari kantong almamaternya, kemudian menyerahkan uang tersebut pada biyan, tapi biyan enggan menerima.


“nanti aja.” Ucapnya.


Makananpun tiba, mereka langsung memakannya dengan lahap.


“tiup dulu, masih panas.” Ucap biyan saat keysa hendak memasukan siomay ke dalam mulut, keysa hanya tersenyum kaku.


“mau pake sambel ga key?” tawar shintya


“mau mau.” Keysa mengambil botol sambel yang di sodorkan gadis itu.


“dikit aja.” Botol sambel itu malah di ambil alih oleh biyan, laki-laki itu hanya menuangkan satu tetes sambal ke dalam mangkuk keysa, “mana kerasa kalau cuman segitu” gerutu keysa dalam hati.


“eh bi, tugas fisika lo udah belum? Pengen barter dong.” Ucap alina, ketika tugas numpuk, barter adalah cara mereka untuk menyelesaikan tugas dengan cepat.


“belum.” Jawab biyan yang jelas-jelas berbohong, tatapan keysa langsung mengarah pada biyan. Yang di tatap malah bersikap acuh.


“uhukkkk…uhukkkk.” Tersedak ludah sendiri adalah hal yang paling menyebalkan untuk keysa, apalagi saat makan seperti ini.


“pelan-pelan makan nya.” Dengan sigap biyan memberikan keysa minum.


Meja kevin dan yang lainnya tidak jauh dari meja keysa sekarang, sedari tadi laki-laki itu tidak pernah melepaskan pandangannya dari interaksi dua orang disana.


“lo tau cowok yang duduk di sebelah keysa?” tanya kevin pada renal yang ada di sebelahnya.


“ya tau lah, namanya biyan kelas sebelah ipa dua, anak ekskul futsal. Dia jadi pemain cadangan buat lomba nanti” Jelas renal.


“sejak kapan dia masuk futsal?” tanya kevin heran, pasalnya dia tidak pernah melihat biyan sebelumnya.


“kalo ga salah satu bulan yang lalu. Dia masuk futsal karena di ajak langsung sama pak anto.” Kevin yang mendengar penjelasan renal hanya menganggukan kepala. Pantas saja dia tidak pernah meliha biyan sebelumnya, satu bulan belakangan ini kevin sibuk mengurusi hal lain, dia tidak mengecek siapa saja anggota yang masuk dan keluar bulan itu.

__ADS_1


“gw tandain lo.” Gumam kevin


__ADS_2