
Sesampainya di rumah, kevin dan keysa membersihkan diri di kamar masing-masing. Kemudian setelah itu menyantap makanan yang sudah tersaji di meja makan.
Kemarin, kanaya dan kafian izin pergi ke surabaya karena ada urusan bisnis, tiga hari dari sekarang mereka akan pulang.
“tugas makalah kamu tentang apa?” tanya kevin di sela-sela makan nya.
“teks eksplanasi, terus nanti unsur-unsur nya harus di jelasin.” Jelas keysa.
“oh oke.” Mereka kembali fokus pada makanan masing-masing.
Selesai makan, kevin benar-benar membuat ulang makalah keysa. sementara yang punya tugas hanya duduk manis memperhatikan raut wajah kakanya yang terlihat sangat serius. “kenapa tadi makalahnya ga coba di ambil aja, jadi ga perlu nyari berita lagi, tinggal ngetik ulang.” Ucap keysa.
“kalo bisa bikin yang baru, kenapa harus ngambil yang udah kecebur di kolam.” Ucap kevin dengan santai, pandanganya tak lepas dari layar laptop, jari jemarinya terus bergerak lincah di atas keyboard.
“mau gantian ga ngetiknya?” keysa menawarkan diri, tidak enak juga dia yang punya tugas hanya memperhatikan seperti ini, itu kan tanggung jawabnya.
“gausah, kamu duduk manis aja di situ.” Ucap kevin.
Sesuai perkataan kevin, keysa hanya diam tanpa membantu apa-apa. Keysa menelisik wajah kevin dengan seksama. Jika di lihat-lihat, ekspresi kevin yang sedang serius ini meningkatkan kadar ke tampanannya berkali-kali lipat.
“ganteng.” Ucap keysa tanpa sadar.
Kevin menutup wajah keysa dengan satu telapak tangan, percaya atau tidak, wajah keysa bisa tertutupi sepenuhnya hanya dengan satu telapak tangan.
“iya tau ganteng, tapi ga usah liatin sampe segitunya, bikin salting tau ga.” Keysa melepaskan tangan kevin dari wajahnya. “masa di liatin adik sendiri salting.” Gerutu keysa.
“emang salting tuh harus pilih-pilih saltingnya ke siapa?” tanya kevin, kini pandanganya sudah tidak berfokus pada layar laptop, melainkan wajah adiknya.
“yaudah aku ke kamar aja, biar kaka ga salting lagi sama aku huh.” Keysa beranjak dari sana, meninggalkan kevin yang masih mengerjakan tugas makalah dengan senyuman berseri, dia benar-benar salah tingkah di perhatikan sebegitu intensnya.
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Keysa merebahkan dirinya dia atas kasur, pandanganya menyorot pada langit-langit kamar berwarna putih.
“mungkin karena kak kevin ganteng, sircle nya juga pada ganteng-ganteng.” langit-langit kamar yang asalnya berwarna putih polos, kini di penuhi wajah kevin dan juga teman-temannya. Renal, david beserta bagas.
“kak bagas tuh mukanya kaya ada sangar-sangarnya gitu, tapi sebenernya dia baik banget,kalo kak renal mukanya gemoy-gemoy gimanaaaa gitu… kalo kak david.” Keysa jadi bingung sendiri mendeskripsikan wajah kaka kelasnya yang satu ini.
Wajah david yang tersenyum lembut langsung melintas di benaknya. “aaaaa ganteng banget…” keysa menutup wajahnya menggunakan bantal, membuat suara teriakannya tadi terendam.
Keysa mengubah posisi nya menjadi telengkup, menghidupkan ponsel, kemudian mengirimkan pesan pada seseorang.
Keysa beralih ke browser pencarian, mencari artikel tentang sister compleks.
Satu artikel sudah habis dia baca “ah ga mungkin banget kak kevin punya kelainan kaya gitu.” Tentu saja itu hal yang paling mustahil yang keysa rasa.
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Tepat pada pukul tujum malam. Makalah keysa sudah jadi, kevin mengantarkannya langsung ke kamar gadis itu.
“wiihhh… makasih kaka.” Ucap keysa dengan raut senang. Keysa hendak mengambil makalah itu, namun kevin malah menjauhkannya.
“eitsss ga gratis.” Keysa melipat kedua tanganya di depan dada “kaka mau apa dari aku?” tanya nya “tapi jangan minta yang mahal-mahal ya.” Keysa hanya berantisipasi, takut-takut jika kevin menginginkan barang limited edition, jika tau ini tidak lah gratis, keysa pasti tidak akan membiarkan kevin membantunya.
“ga minta yang mahal-mahal kok.” Kevin mencondongkan tubuhnya ke arah keysa. “cium di sini, disini, disini, disini,disini, sama disini.” Kevin menunjuk pipi kanan, pipi kiri, jidat, hidung, bibir dan yang terkahir di leher.
“cuman itu aja?” kevin hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
Keysa langsung mengecup area yang kevin tunjukan padanya, yang lantas membuat laki-laki itu tersenyum puas.
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Pagi harinya ketika salsa baru sampai di kelas, dia langsung di tarik oleh kevin. entah kemana laki-laki itu akan membawanya. Salsa berusaha mengimbangi langkah kaki kevin yang sangat tergesa.
Ternyata kevin menyeretnya ke ruang perpustakaan, dimana tidak ada satupun orang di dalam.
Kevin memojokkan salsa ke rak buku, mengunci badan gadis itu.
“kamu kenapa?” tanya salsa dengan senyuman tenang, berbanding terbalik dengan orang yang ada di hadapannya sekarang, pandangan kevin menghunus tajam. Jika saja pandangan kevin adalah laser pasti kepala salsa sudah berlubang.
“kenapa bawa aku ke sini?” tanya salsa lagi dengan suara lembut, jemari lengannya berusaha menggapai rahang kevin namun pergerakannya terhenti saat tangan kevin berbalik mencengkram tanganya.
“gausah ganggu keysa lagi.” Ucap kevin dengan suara rendah yang tajam nan menusuk. “ganggu? Sejak kapan aku ganggu dia?” salsa memalingkan wajahnya agar tidak bertatap dengan netra milik kevin.
“kemarin lo lempar tugas makalah keysa ke kolam, jangan kira gw ga tau.”
salsa menggerutu dalam hati “sialan, cewek itu pasti ngadu.”
“kalo sampe lo gangguin keysa lagi, gw gaakan segan.” Kedua tangan kevin beralih meremas bahu salsa dengan kencan, membuat gadis itu menahan ringisan.
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Bel istirahat berbunyi,seorang perempuan dengan rambut sebahu datang menghampiri keysa.
“tadi ada kaka kelas yang nyuruh lo buat nyamperin dia di taman belakang.” Ucapnya.
“siapa?” keysa mendongkakan kepala.
“gw ga tau, dia cuman ngomong gitu aja ke gw tadi.”
“ohh oke, makasih.”
“oh iya, dia juga nyuruh lo buat dateng sendirian.”
Alina yang tidak sengaja mendengar percakapan itu merasa ada yang janggal. “udahlah gausah di samperin, kalo dia emang ada keperluan sama lo dia pasti dateng ke sini, bukan lo yang dateng ke sana.” Keysa mencerna ucapan alina yang ada benarnya juga.
Tapi jika kaka kelasnya itu terus menunggunya bagaimana? Kasihan kan.
“bener tuh kata si alina. Kalo lo di apa-apain sama kaka kelas ini gimana?” timpal bima.
“ini kan jam istirahat, dia mana bisa macem-macemin aku pas rame kaya gini.” Setau keysa, taman belakang itu bukan tempat yang sepi, jadi tidak ada alasan untuk takut pergi ke sana.
“kalian ke kantin duluan aja, nanti aku nyusul. Gaakan lama ko.”
“bener ga mau di temenin?” tanya prisil.
“kita bisa ngikutin lo dari belakang biar ga ketauan.” Ujar shintia.
Mereka takut keysa kena bully dari fans-fansnya kevin.
“gausah, kalian ke kantin aja, jangan lupa pesenin aku es teh sama cuanki ya.” Keysa berjalan tergesa keluar kelas.
“keysa mana?” tanya kevin saat netranya tak menangkap sosok gadis kecil itu bersama teman-temannya.
“ke taman belakang, katanya ada kaka kelas yang lagi nungguin keysa di sana.” Jelas alina.
“sendiri?” tanya kevin. Alina menganggukkan kepala, mengiyakan.
Kevin merutuk dalam hati, bisa-bisanya keysa kesana sendirian, bagaimana jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan? Tanpa perlu lama-lama lagi, kevin menyusul kesana.
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Sampailah keysa di taman belakang, suasana cukup sepi tidak seperti biasanya. Ada seorang perempuan berambut panjang yang berdiri memunggunginya, apakah itu kaka kelas yang sedang menunggunya?
“kaka yang ada perlu sama aku bukan?” tanya keysa hati-hati, takut salah orang.
__ADS_1
Perempuan itu lantas membalikan badan. Ternyata salsa.
“lo lama banget sihh, sengaja ya biar gw nunggu lama disini?” ucap salsa dengan nada marah, padahal dia hanya menunggu beberapa menit saja disana.
“maaf kalo kaka udah nunggu lama, kaka ada perlu apa sama aku?” tanya keysa, pandangannya penuh waspada.
“heh bocah, berani-beraninya lo ngadu sama kevin.” salsa mendorong tubuh keysa sedikit kencang sampai membentur dinding yang kasar.
Keysa berdiri tegak. “emangnya kenapa kalo aku ngadu? Suka-suka aku lah.” Keysa mendorong balik tubuh salsa sampai kaka kelasnya itu mundur beberapa langkah. Di saat seperti ini keysa tidak boleh menunjukan rasa takutnya, dia tidak boleh lemah jika tidak ingin selalu di ganggu.
“oh udah mulai berani ngelawan ya sekarang.” Salsa kembali mendorong tubuh keysa kali ini dengan kekuatan penuh. Kemudian menjambak rambut keysa dengan sangat kuat.
Keysa rasa beberapa rambutnya akan rontok.
“tunggu aja hari dimana gw bisa rebut kevin dari lo, lo ga bakal bisa nunjukin ekspresi sombong itu lagi.”
Tarikan rambut keysa semakin kuat, rasanya seperti bukan hanya beberapa rambut saja yang lepas dari tempatnya, tapi semuanya.
“mimpi kaka gausah ketinggian deh, gausah tinggi-tinggi nanti kalo ga sesuai ekspektasi jadi kecewa sama diri sendiri.”
Keysa tersenyum sinis di antara ringisannya.
“gausah banyak bacot.” Salsa menjedotkan kepala keysa ke dinding yang ada di belakangnya, dinding itu masih sangat kasar, sekali kena bisa merobekan kulit kepala.
Kepala keysa yang sudah pusing karena di jambak, di tambah lagi kepalanya yang di jedotkan kedinding, membuat pusingnya semakin menjadi.
Seakan belum puas, salsa melepas jambakan rambut keysa, kemudian melayang kan tamparan keras
Plak…
“SALSA..” kevin berlari, menghampiri keysa yang sepertinya masih shock karena di tampar.
“itu karena dia udah berani kurang ajar sama gw.” Ucap salsa yang seolah membenarkan tindakannya pada keysa.
Kevin berdiri di depan salsa.
“kaya nya peringatan gw pagi ini di anggap angin lalu, liat aja apa yang bisa gw lakuin setelah ini.” Kevin kembali berjongkok di hadapan keysa, membenarkan rambut yang acak acakan, entah apa yang sudah salsa lakukan sebelumnya sampai keysa jadi seperti ini.
Gerakan tangan kevin berhenti, ketika sadar kepala keysa berdarah, darah itu menempel di telapak tanganya.
Kevin membawa tubuh keysa ala bridal untuk segera di bawa ke uks.
Sesampainya di uks, kevin mendudukkan keysa di bangkar yang kosong. Kemudian pergi mengambil lap Bersi dan juga baskom berisikan air. Kevin membersihan luka yang ada di kepala keysa.
“pusing ga?” tanya kevin dengan nada pelan.
“sedikit.” Jawab keysa jujur.
“mau di periksa ke dokter?” kevin merasa bersalah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga keysa dengan baik, bagiamana jika kafian tau hal ini? Pasti kevin tidak akan di percaya lagi untuk menjaga keysa.
“gausah.”
“yakin?”
“iya”
Kevin kembali membersihkan darah di kepala keysa sampai benar-benar bersih. “lain kali jangan pergi sendirian, minta anter sama temen kamu kalo kaka gaada.”
☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️
Sementara itu, salsa masih terdiam di taman belakang. Dia sudah memberi tahu orang orang supaya tidak datang kesini, makannya dari awal jam istirahat sampai sekarang, tidak ada yang menginjakan kaki kesini.
Terdengar suara langkah kaki yang mendekat. “siapa lo?” tanya salsa sewot, orang yang menghampirinya memakai topeng.
Dengan gerakan cepat, orang itu membawa tubuh salsa ke pojokan, menjambak rambutnya dengan kencang kemudian menjedotkannya ke dinding. “HEH LO GILA YA, LEPASIN BANGSAT.” Teriak salsa murka
orang bertopeng itu melepaskan jambakannya, namun kemudian menampar salsa sekuat tenaga.
__ADS_1
“gimana rasanya?” orang bertopeng itu bersuara. Salsa bergeming di tempat