
Tok... tok... tok...
'Van..." ucap Nayla yang mengetuk pintu.
ceklek... suara pintu terbuka.
"Ada apa kak.?" tanya Devan setelah membuka pintu kamarnya...
"Ini loh istrimu kebingungan.." ucap Nayla tersenyum...
Ya Hana yang hanya diam dan kikuk saat di tanya Nayla kenapa berdiri saja... Akhirnya Nayla menarik tangan Hana untuk ke kamar Devan... Nayla menyerahkan Hana ke Devan lalu pergi meninggalkan sepasang suami istri tersebut...
"Tuan saya hanya mau..." ucap Hana belom selesai Devan sudah meninggalkannya yang lagi masih berdiri di depan pintu... Hana akhirnya masuk mengikutin Devan.
Hana yang masih tetap berdiri sambil celingak celinguk mencari dimana tasnya berada dan barang barang berada...
" Ini kamar luas banget sih, aduh dimana barang ku." gumam Hana tapi Masi terdengar oleh Devan yang duduk di ranjang sambil memainkan laptopnya.
"Hem.." Devan berdegem membuyarkan lamunan Hana.
"Maaf tuan, saya mau mandi tapi kata Emba Sani baju saya di kamar anda, Ups barang barang saya." Hana berbicara gugup dan cepat.
Tangan Devan menunjukkan ke arah ruang ganti Hana mengikuti arahan Devan... Tidak ada satu kata dari mulut satu hari ini... Sesampainya di lemari baju Devan Hana bingung karena banyak sekali pintu di lemari itu...
"Gila ya cowok juga barang nya banyak, biasa hanya seorang nona muda.." ucap Hana sendiri di depan lemari diri nya takut dan bingung, takut salah buka.
"Dimana barang barang aku di taruh, aduh ya sudah aku buka satu satu saja." ucap Hana lalu memulai membuka satu persatu pintu lemari milik Devan.
__ADS_1
"Sudah ketemu.?" tanya Devan yang melingkarkan tangan di dada nya sambil bersandar.
"Belom tuan." kata Hana.
"Mana mungkin sampah ada di kamar aku." kata Devan.
"Maksud anda.?" ucap Hana.
Saat Hana membuka salah satu lemari dirinya memang menemukan pakaian wanita tapi sepertinya ini bukan baju miliknya...
"Anda juga aneh tuan masa menyimpan pakaian wanita." ucap Hana menunjuk ke lemari yang dia buka.
"Tunggu ini ada beberapa pakaian aku." kata Hana meraih baju miliknya.. "Tapi kenapa hanya ada 3 setel saja yang lain kemana.?" ucapnya lagi bingung dan sedih.
Devan mendekat dan menoleh ke arah baju wanita yang terletak di lemari tersebut lalu menunjuk kening Hana dengan telunjuknya lalu pergi meninggalkan Hana...
Tok.... Tok.... pintu kamar Devan di ketuk, Devan membukanya.
"Om mana Tante Hana.?" tanya David.
"Kalian mau apa?" tanya Devan.
"Mau ajak Tante main." ucap David... langsung masuk.
"Tante.... Tante..." kata David..
Sementara Dennis yang senyum melihat Devan... Lalu ikot masuk juga...
__ADS_1
"Tante, mayen yuk ama Ennis." kata Denis cadel.
"Kalian sudah bangun ya.? Iya ayok tunggu dulu ya." kata Hana menaruh handuknya.
"Kalian sudah mandi." ucap Hana.
"Beyon, kak Sali lagi siapin." ucap Denis.
"Aku bisa mandi sendiri, aku tidak suka sama Emba Sari." ucap David.
Devan hanya senyum kecil melihat kedua ponakan nya itu yang lagi mengajak istrinya...
...🍄🍄🍄🍄🍄🍄...
Hari pun berjalan dengan cepet pernikahan Hana dan Devan sudah berjalan satu bulan... Hana yang selalu menghabiskan waktunya di rumah bersama Denis dan David serta nyonya Tika dan nek Jenni... Kadang kadang Hana bersih bersih atau membantu embok Tun di dapur...
"Han...." ucap nek Jenni.
"Iya nek..." kata Hana menoleh saat namanya di panggil..
"Kamu dan Devan baik baik saja." ucap nek Jenni.
"Iya nek..." jawab Hana.. dia sudah menjalankan tugasnya sebagai istri menyiapkan pakaian Devan dan menyiapkan air untuk mandi... Walau semenjak menikah Devan tidak pernah menyentuhnya apalagi berbicara atau menatapnya.
"Jadi kapan kalian akan bulan madu.?" ucap nek Jenni lagi.
"Bulan mandu nek.? hehe... tunggu tuan Devan bila tidak sibuk saja nek." kata Hana.
__ADS_1
"Kamu kok masih memanggil nya tuan, Devan suami kamu Hana.?" ucap nek Jenni.