
Devan yang melihat sekitar kamarnya dia merasa ada yang aneh tapi tidak tahu apa itu Devan tidak peduli dirinya langsung masuk kamar mandi...
Setelah selesai di kamar mandi dengan aktifitasnya di kamar mandi Devan keluar melihat pakaian kerjanya sudah di siapin dirinya sedikit bingung tapi tetap iya pakai.
"Tumben siapa ya siapin, bagus juga." ucap Devan memakainya...
Devan duduk di kursi biasa dia dudukin saat sarapan...
"Van, kamu kekantor hari ini.?" tanya Tika mama Devan.
"Iya mah, biasa juga kekantor." kata Devan menikmati roti bakar.
"Hari ini kami tidak perlu ke kantor." ucap tuan Denis.
"Kenapa pah.?" tanya Devan.
"Biar gue yang handel... dengan Robby." ucap Derry.
"Lagian hari ini gue gak da urusan jadi gue bisa handel." kata Devan.
"Kamu harus temenin Hana pulang hari ini." ucap nek Jenni.
"Apa....?" kata Devan terkejut.
"Van jangan bilang kamu lupa kalau Hana istri kamu.?" ucap Nayla.
"Aish... Dia bisa pergi sendiri." kata Devan yang memancing emosi nenek Jenni.
"Devan..." ucap nek Jenni.
Hana hanya dia dirinya tidak tahu harus bicara apa.
"Nek, Hana bisa pergi sendiri." ucap Hana langsung dapat tatapan dari Devan membuat dirinya ciut dan menundukkan palanya...
"Baiklah aku akan antar." ucap Devan pada semuanya... Mereka langsung pergi setelah Hana pamit pada semua isi marah itu.
"Tuan terimakasih." ucap Hana setelah di dalam mobil dan mobil sudah keluar dari gerbang rumah utama tuan Dermawan.
"Turun..." ucap Devan menepikan mobilnya.
"Tapi tuan ini..." kata Hana, yang langsung di potong Devan.
"Kamu pikir saya mau kerumah kamu dan bertemu keluarga kamu, kamu ingat kita bukan sepasang suami istri dan kita tidak menikah sungguhan." ucap Devan..
__ADS_1
"Iya tuan." kata Hana lalu turun... Devan langsung melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan Hana di tepi jalan hanya berjalan menyusuri trotoar komplek mewah itu yang sangat jauh dari halte...
Saat Hana lagi berjalan tak lama mobil Nayla lewat dan berhenti kebetulan sekali Nayla hari ini berangkat sendiri tidak di antar oleh suaminya Derry...
"Han, masuklah." ucap Nayla takut nanti mobil suami dan ayah mertuanya lewat...
'
"Makasih kak." ucap Hana sambil masang shitbelt mobil...
"Devan turunin kamu.?" ucap Nayla.
"Iya, tapi aku mohon kakak jangan ceritakan ini pada yang lain." kata Hana memohon.
"Tapi Han... Semalam saja aku tahu kamu tidur di kamar kamu bukan di kamar Devan." ucap Nayla.
"Maafkan kami." ucap Nayla.
"Maaf kenapa kak.?" ucap Hana bingung.
"Karena ke egois kamu terpaksa menikah dengan Devan..." ucap Nayla.
"Aku percaya tuan Devan baik, aku yakin dia tidak sekejam itu kak." ucap Hana tersenyum untuk menutupi lukanya.
"Kamu boleh cerita sama saya bila ada masalah." kata Nayla.
"Baiklah, maaf ya tidak bisa antar kamu." ucap Nayla.
"Iya kak, Makasih banyak ya kak." kata Hana turun dari mobil Nayla.
Nayla memang mau menikah dengan orang kaya cita cita nya tapi bukan seperti ini yang harus yang di jalani nya karena Hana ingin agar ibu serta nenek nya tidak capek lagi berjualan mie ayam di pasar..
Hana yang sudah sampai di depan rumahnya dirinya menarik napas dalam dalam sebelom masuk rumah, kenapa pulang kali ini membuatnya sangat takut dan tubuhnya terasa kaku sekali...
Menarik napas panjang dan membuangnya pelan, Hana langsung mengetuk pintu dan membukanya...
"Nenek, mamah Hana pulang." ucap Hana seceria mungkin.
"Mana dia.?" kata nenek Ayu.. Sambil menerima uluran tangan Hana yang memberi Salim, nenek mencari cari orang.
"Han, mana suami kamu.?" ucap mama Yuli.
Karena tahu Hana akan datang mereka sengaja tidak berjualan pagi ini.
__ADS_1
"Mama sama nenek emang tidak kangen sama Hana tidak mau peluk Hana." ucap Hana.
"Kamu tidak usah ahliin pembicaraan , mana suami kamu.?" ucap Yuli lagi..
"Kalian ini Hana baru tiba, biarkan dia minum dulu." kata Shinta.
"Benar kata bunda aku haus... Bunda emang paling the best.." ucap Hana memeluk bunda Shinta.
"Kamu selalu saja Shin." kata Yuli..
Setelah Hana minum nenek yang masih menunggu penjelasan dari Hana.. Membuat Hana tidak nyaman di tatap seperti itu oleh neneknya.
"Baiklah Hana akan cerita..." kata Hana..
"Suami Hana, sibuk nek nenek tahu kan dia CEO di perusahaan nya kami aja GK bisa bulan madu." ucap Hana berbohong.
"Apa pria itu mencintai kamu.?" kata nenek Ayu.
"Hmmmm... Belom tapi dia mau belajar dan meminta waktu nek katanya." ucap Hana berbohong lagi.
"Dia juga minta maaf karena tidak bisa kesini nanti akan di usahakan kesini kok." ucap Hana lagi berbohong... Baru ini Hana berbohong sama nenek, mama dan Bundanya sakit yang di rasakan Hana melebihi dari ucapan Devan padanya.
"Tapi Han, kamu tahu pernikahan itu bukan mainan Han." ucap mama Yuli.
"Hana tahu, makanya Hana lebih baik menikah dengan tuan Devan dari pada menikah dengan kakek Yanto." ucap Hana.
"Han, maafkan mama... Karena mama kamu jadi mengorbankan kebahagian kamu menikah dengan pria yang tidak mencintai kamu." ucap Yuli...
Ya memang mereka sudah di jelaskan oleh Mira kenapa Hana harus menikah pada Devan, untuk melunasi hutangnya sama Yanto..
"Mama, Nenek dan Bunda tenang ya keluarga Dermawan sangat baik dan menyayangi Hana." ucap Hana.
****
"Van... Kenapa kamu di kantor nanti kalau papa tau dia pasti akan marah.?" ucap Derry.
"Emang kenapa sih.?" ucap Devan kesal...
"Kamu itu harusnya sama istri kamu Van." kata Derry memberi penjelasan pada adiknya ini...
"CK..." Devan sangat kesal akhirnya dia keluar...bersama asistennya...
"Cari tahu dimana rumah gadis itu." ucap Devan pada asistennya.
__ADS_1
"Maaf tuan, kenapa anda tidak menghubungi istri anda." ucap asisten bernama Robby.
"Kalau saya punya tidak akan menyuruh kamu." kata Devan kesal...