Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Bab 32...


__ADS_3

Maya tahu Leon tidak akan menyentuh diri nya dan juga tidak tertarik pada tubuhnya... Makanya sengaja Maya memakai baju tipis ini lagi... Pintu kamar hotel terbuka lalu terdengar di tutup kembali, Maya segera keluar dari kamar mandi berjalan menghampiri Leon yang berdiri mematung.


"Tuan, apa besok kita akan balik.?" tanya Maya.


Leon yang di tanya hanya diam saja...


"Tuan..." ucap Maya... Lalu menyenggol lengan Leon.


"Ah... ada apa, kenapa kamu menyentuh ku.?" ucap Leon jual mahal.


"Aku sudah panggil anda diam saja." ucap Maya.


"Kamu tanya apa.?" ucap Leon.


"Apa besok kita akan pulang tuan.?" tanya Maya.


"Iya..." ucap Leon.

__ADS_1


Maya segera mengemas barang miliknya hatinya sangat senang dirinya sudah tidak tahan ingin bertemu dengan ibu dan adiknya... Semenjak 10 tahun mereka tidak pernah berpisah walau itu hanya sehari.


"Apa dia akan marah bila aku rapikan." ucap.maya pelas sambil melihat koper milik Leon.


Leon melihat Maya menatap kopernya... Tapi Leon membuyarkan Maya.


"Hemm.." Leon berdehem.


"Ah... Tuan maaf aku tadi ingin merapikan tapi aku belom menyentuhnya." ucap Maya.


Kali ini ada yang di rasa beda karena kulit mereka saling menempel... Pelukan yang begitu dekat tanpa sela itu sehingga di kulit Leon terasa dua benda kembar yang kenyal dan kencang serta Maya merasa di tengah seperti ada yang keras...


Entah apa yang terjadi Leon sudah menelusuri leher Maya dan mencium bibir walau Maya tidak menolak tapi Maya juga tidak menerima hanya membiarkan Leon menikmati bibirnya itu... Sampailah di atas ranjang Leon menurunkan tali yang setipis benang itu sehingga terlihat sebuah batok kelapa yang memiliki punting segera Leon melahapnya.


Desah Maya membuat Leon makin semangat melepaskan semua yang menempel di tubuh Maya... Leon pun segera melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya itu...


"AW... Sakit." ucap Maya saat milik Leon akan bertualang ke gua milik Maya.

__ADS_1


Leon hanya diam dan melakukan dengan pelan pelan... Sedikit susah karena milik Maya sangat rapat hingga membutuhkan waktu... Tapi akhirnya Mereke bersatu Leon pun memompa sampai benihnya keluar dan berdiam membuat sarang di tubuh Maya.


Maya yang tertidur lemas tubuhnya di balut oleh selimut putih terlihat bercak darah... Leon menatap darah itu lalu menatap Maya yang tertidur lemas apa yang di pikirkan Leon melihat itu dirinya langsung berbaring di samping Maya karena dirinya juga sangat capek hari ini sejujurnya.


"Ambilah..." ucap Leon melempar beberapa lembar uang ke Maya...


"Apa ini tuan." ucap Maya yang kaget saat dirinya baru bangun Leon langsung melemparkan lembaran uang ke dirinya.


"Itu uang untuk bayaran mu malam ini." ucap Leon.


"Iya aku tahu ini uang, tapi maksud anda.?" ucap Maya.


"Heh... Jangan munafik kamu selalu menggoda ku, jadi ambilah itu." ucap Leon lalu pergi meninggalkan Maya.


Leon yang sudah bangun lebih dulu dan sudah rapi bersiap untuk sarapan... Setelah Leon meninggalkannya Maya pun mengambil semua uang itu menaruhnya di dalam tasnya...


"Jadi dia mengira aku wanita bayaran." ucap Maya... Merasakan sakit di bagian miliknya membuat Maya susah untuk berjalan ke kamar mandi, sehingga dirinya lupa akan sikap Leon yang menghina dirinya... Dengan pelan pelan akhirnya sampai juga Maya.

__ADS_1


__ADS_2