Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 6...


__ADS_3

Sudah seminggu Maya bekerja dengan Helena... Dirinya sangat gigih bekerja untuk ibu dan adiknya.


"May... Kamu sudah makan siang.?" ucap Tia.


"Aku ada bawa bekal kak." ucap Maya.


Tia menyuruh Maya memanggilnya kakak... Di sana Maya sudah bisa beradaptasi dengan temen kerja lainnya, karyawan Tia berjumlah 3 termaksud Maya salah satunya. Maya selalu bersikap adil pada yang lain tapi Maya sedikit spesial kadang membuat iri yang lain.


"Padahal aku mau ajak kamu makan sesuatu yang lagi viral." ucap Tia.


"Aku temenin saja kak..." ucap Maya karena merasa tidak enak menolak.


"Sudah tidak apa apa, besok saja ya." ucap Tia.


"Iya kak, besok tidak akan bawa bekal." ucap Maya.


"Kamu lucu." kata dia lalu pergi masuk keruangan nya.


Sementara di kantor Leon...


"Kamu lagi tidak ada kerjaan ya.?" tanya Leon melihat Billi yang lagi baring di sofa ruangan nya.


"Rasanya aku mau lompat." ucap Billi sambil menutup matanya sambil tangan di taruh di atas keningnya.


"Kayaknya gedung ini cukup tinggi." kata Leon lagi..


Billi juga langsung bangkit mendengar sahabatnya bilang itu pada dirinya...


"Sahabat macem apa kamu." kata Billi.


"Aku sahabat yang baik." kata Leon tanpa merasa bersalah.


Billi melempar kertas ke arah Leon yang di tangkis Leon...

__ADS_1


"Mami menyuruh aku segerah menikah dengan Hellena Minggu ini." kata Billi.


"Bagus, selamat ya jadi tinggal aku." ucap Leon santai.


"Aku belom siap menikah dengannya." kata Billi lagi.


"Aku emang suka dia cantik dan seksi tapi hati aku masih ragu pada nya." kata Billi mengungkap isi hatinya.


"Kamu, masih disini.?" ucap Reza yang tiba tiba masuk melihat Billi yang masih ada di ruangan Leon saat dirinya masuk.


"Tapi kenapa dengan wajah kamu ?" tanya Reza.


Billi melihat ke arah Reza dengan tatapan yang aneh...


"Dia mau loncat." ucap Leon.


"Kayaknya kamu senang banget melihat aku seperti ini." ucap Billi pada Leon.


"Aku dan Tia saja belom di kasih." ucap Reza lagi dengan raut sedih...


Leon yang melihat Reza dan Billi kedua sahabatnya yang selalu bertingkah aneh ini, merasa merinding.


"Kamu kesini ada apa .?" ucap Leon mengalikan.


"Ooh iya, ini ." Reza menyerahkan sebuah map.


Tiba tiba telepon Reza berdering... tertulis nama Nenek Tika.. Ya Reza dan Billi memanggil nyonya Tika nenek dan memanggil Hana mama...


"Leon, kamu tidak mengangkat ponsel mu ya.?" ucap Reza.


"Nenek telepon kamu, bilang aku lagi sibuk." ucap Leon.


"Hahahaha..." Billi ketawa terbahak..

__ADS_1


Leon bangkit menutup mulut Billi lalu memberikan kode pada Reza untuk segera angkat telepon itu, jangan sampai nenek datang ke kantornya.


"Hallo nek." ucap Reza saat mengangkat ponselnya lalu di jauhi telinga nya itu tanda nya nenek Tika memarahinya.


"Leon, lagi memeluk Billi nek." ucap Reza setelah ponselnya di dekatkan kembali ke telinganya.


"Apa...? aku akan kesana." ucap nenek Tika di serbang ponsel.


"Kamu mau di potong gaji kamu.?" ucap Leon.


"Maaf..." ucap Reza.


"Hahaha... Kayaknya kamu sudah bosen hidup ya Reza.?" ucap Billi.


"Kamu kira bos kamu ini suka pria.?" sambung Billi lagi.


"Kamu diam." ucap Leon.


"Apa kata nenek.?" ucap Leon.


"Nenek mau kesini." kata Reza...


"Aku lebih baik pergi." ucap Billi.


"Rasanya aku mau izin pulang... Kamu pasti menolak kencan buta yang di buat nenek ya.?" kata Reza.


"Karena aku tidak mau seperti dia." ucap Leon menunjuk Billi.


"Pokoknya kalian jangan ada yang keluar dari sini." ucap Leon...


Tak lama pintu pun ada yang mengetuknya... Leon mempersilakan masuk paa seseorang yang mengetuk pintu ruangannya itu...


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2