Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 14


__ADS_3

Pagi ini Maya merasa lega terasa beban di pundaknya menghilang sedikit... Maya sudah menceritakan pada ibu nya tentang pernikahan dirinya dengan Leon... Tapi Maya tidak menyebut batas nikah yang di ajukan oleh Leon untuk dirinya, pasti ibunya akan marah dan tidak setuju.


" Pagi Bu... " ucap Maya dengan penuh senyum gadis itu sudah balik ceria lagi...


"Kak, Uda bisa senyum lagi.?" ucap Sania.


Sania selalu memperhatikan kakaknya itu yang belakangan ini selalu murung... Membuat Nia adiknya itu sangat kebingungan memikir apa yang salah.


"Kamu sekolah yang rajin ya." ucap Maya...


Saat Maya akan keluar di hadapannya ada seorang ibu dengan daster yang di pakai... Dia adalah ibu pemilik rumah yang di tinggalin Maya dengan ibu serta adiknya itu.


"Hari ini saya tidak mau ada tunggakan." ucap ibu itu..


"Saya pikir sore baru ke rumah ibu." ucap Maya.


"Alasan saja... Bulan depan kalau kamu telat saya akan mengusir kalian..." ucap ibu itu.


Maya menyerahkan uang ke ibu itu, ya Maya dan ibu nya hanya tinggal di rumah kontrakan cukup 2 kamar serta dapur dan ruang tamu yang terlihat tidak ada sekat apapun serta tidak memiliki halaman...


Selama ini Maya bekerja hanya untuk membayar kontrak dan uang sekolah adiknya, sementara ibu gajinya hanya untuk makan saja... Sebenarnya Maya ingin mengkredit rumah untuk mereka tinggal lagi tidak perlu di usir sana sini lagi oleh pemilik rumah kontrakan.


Setibanya di tempat kerja Maya sangat semangat sekali... sampai datang Tia...


"Pagi semua nya." ucap Tia baru datang...

__ADS_1


"Din kamu keruangan aku serahkan laporan bulan ini." ucap Tia.


Sementara di tempat Leon...


"Aku senang sekali rapat kali ini sukses dengan sempurna." ucap Reza pada Billi.


"Kenapa sama bos kamu.?" tanya Billi pada Reza.


"Kamu tanya saja." ucap Reza..


"Kamu kenapa.?" tanya Billi... Sementara yang di tanya hanya diam menatap ponsel nya...


"Leon Wijaya." ucap Billi.


"Kamu berisik..." ucap Leon.


Leon tersadar apa yang diucapkan Billi... Dirinya bodoh kenapa sampai melupakan hal itu, Leon melihat kalender di mejanya...


"Reza, bagaimana ini.?" ucap Leon.


"Ya lebih baik anda menemui Maya." ucap Reza.


"Kamu mau menikah dengan Maya.?" ucap Billi.


"Kenapa aku selalu kalah dengan kamu.?" ucap Billi lagi.

__ADS_1


'Ini semua karena kamu." ucap Leon.


Billi merasa bingung apa yang salah dia merasa diam saja...


"Kamu lebih cepat ya.?" ucap Billi.


Ke 3 pria ini saling berbincang dan bertukar pikiran Billi yang kadang tidak serius setiap berbincang.


"Lebih baik kamu temuin Maya dan ajak kerumahnya meminta baik ke pada orang tua nya." ucap Billi.


"Maya hanya punya ibu dan adik saja, ayah nya meninggal kan mereka dengan wanita lain memiliki keluarga baru." ucap Reza.


"Kamu lebih tahu Maya." ucap Billi.


"Coba kamu serius dikit." ucap Leon.


"oke oke, aku serius... Bila kamu menyakiti Maya aku akan merebutnya." ucap Billi serius.


"Kamu tenang saja setelah 2 tahun kamu boleh mengambilnya." ucap Leon.


"Kamu gila Leon... Aku memang tidak serius dengan Helena tapi tidak ada di pikiran seperti kamu, mempermainkan sebuah pernikahan." kata Billi ya kali ini Billi sangat marah.


Leon dan Reza terdiam tidak menyangka Billi yang tidak pernah serius ternyata sangat menghormati sebuah pernikahan..


"Aku setujuh dengan Billi... lebih baik sekarang anda temuin Maya dan mengajaknya menemui ibunya." ucap Reza.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2