Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Maaf...


__ADS_3

Di dalam mobil Devan dan Hana hanya diam saja hampir 15 menit tidak ada tanda kehidupan di dalam mobil itu...


"Ma... Maaf... Maaf kan saya tuan." suara Hana membuka percakapan, Devan yang menyetir hanya diam...


"Maaf kan saya tuan..." ucap Hana sekali lagi.


Masih saja diam Devan masih fokus mengendarai mobil tidak menjawab atau membalas ucapan Hana...


"Biar aku turun di depan saja tuan." kata Hana. Devan masih saja diam tidak menjawab dia tetap fokus menyetir.


Hana akhirnya jadi diam tetap duduk di posisinya... Devan menghentikan mobilnya di sebuah restoran Tahaifood, Hana sempat bingung dirinya ikot turun apa di dalam mobil karena Devan selalu saja diam pada dirinya. Tapi pada akhirnya Hana ikot turun takut Devan lama juga dan tidak mau di kunci di dalam mobil.


"Jangan terlalu pedas." ucap Devan pada seorang pelayan.

__ADS_1


"Apa ada pesanan lagi tuan." tanya seorang pelayan sebelum meninggalkan meja Devan...


"Saya pesan Thai tea." ucap Hana.


"Baik... Saya permisi tuan nyonya." kata pelayan. Meninggalkan mereka berdua.


Devan tetap sibuk dengan hp di tangannya... Entah apa yang dia lakukan dengan hp di tangan nya itu, sementara Hana hanya diam tidak mengeluarkan ponselnya karena hp Hana hanya hp via yang tidak bisa apa cukup telepon dan terima telepon. ( pasti pada bilang kenapa hp Hana biasa kan suaminya orang kaya, iya Hana karena dulu menjual hp nya sekarang dia pakai hp 90an hehehe.)


Tak lama telepon Hana berbunyi dari kak Mira....


"....." kak Mira...


"Baik kak." ucap Hana... lalu mematikan teleponnya.

__ADS_1


Devan hanya meliriknya tanpa Hana sadarkan... Hana memasuki hpnya ke dalam tas buruknya yang selalu di bawanya hanya itu tas satu satu yang di miliki Hana.


"Tuan, kak Mira telepon bilang kalau bunda sakit apa boleh aku menjenguknya.?" tanya Hana pada Devan, Devan tetap diam dan tidak melihat Hana.


"Kenapa anda diam selalu.? apa saya salah pada anda.? Saya minta maaf tuan..." ucap Hana meneteskan air matanya.


Pelayan datang mengantarkan makanan pesanan Devan.... Devan menikmati makan siangnya dengan lahap sementara Hana hanya minum saja.


"Malam itu aku tidak sengaja karena kartu yang aku beri sudah kamu balikan, dan ambilah ini walau kita sudah menikah tapi kamu paham kan pernikahan kita seperti apa, jadi jangan minta lebih." ucap Devan lalu memberikan amplop.


Hana hanya bisa terdiam dirinya tidak dapat berkata kata lagi bibirnya menjadi terkunci dan susah di buka... Air matanya turun begitu saja tanpa ada di sadarkan. Devan langsung pergi setelah membayar semuanya, meninggalkan Hana begitu saja di kursinya. Hana menumpahkan tangisnya dia sangat tidak percaya Devan bersikap begitu pada dirinya.


Hana berjalan di sepanjang trotoar mengikuti jalan, saat melihat taman kecil ada anak yang sedang bermain bersama ibunya Hana duduk dekat sambil melihat ibu dan anak itu bermain...

__ADS_1


"Serendah itu kah saya di mata anda.?" gumam Hana. Lalu menangis lagi... Hanya menangis yang bisa Hana lakukan begitu sakitnya hati Hana ternyata Devan mengira dirinya wanita murahan. Akhirnya Hana pulang dengan angkot ke rumah Devan.


"Sayang kenapa kamu baru pulang?" ucap mama Tika yang menyambut kedatangan Hana pulang.


__ADS_2