Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 52...


__ADS_3

Maya sudah tidak tahan lagi dengan sikap Leon, di tambah ke datangan Vanessa sore ini membuatnya sakit hati dan kecewa pada Leon... Tidak menunggu Leon balik Maya pun segera pergi meninggalkan apartemen itu.


"Nak, maaf kan mama tapi mama harap kamu bisa mengerti sayang." ucap Maya mengelus perutnya mengajak bayi di perutnya untuk memaafkan dirinya.


Entah kemana Maya akan pergi dirinya juga tidak tahu karena tidak mungkin Maya pulang ke rumah ibunya, Maya tidak mau ibunya khawatir pada ke adaan rumah tangganya... Karena semenjak berhenti Maya meminta Leon untuk membiayai kebutuhan sekolah adiknya dan ibunya juga..


Maya menghentikan sebuah anggot yang lewat , karena pikirannya saat ini hanya untuk meninggalkan Leon... Di mobil itu hanya tinggal Maya dan supir...


"Emba mau turun dimana.? Ini sudah pemberhentian akhir." ucap supir itu..


Maya pun turun dan membayar ongkos pada sang supir angkotnya.... Menelusuri jalan dan masuk ke gang kecil di sana padat penduduk Maya bertanya pada salah satu warga...


"Emba mau tanya apa disini ada sebuah kost.?" ucap Maya.


"Kost maksud Emba kontrakan.?" ucap warga itu.


"Iya, tapi saya mau yang ada tempat tidur dan " ucap Maya terhenti karena di potong oleh warga lain...


"Oooh yang buat anak kuliahan ya Emba.?" ucap warga itu..

__ADS_1


"Iya..." kata Maya.


Warga menunjukan rumah tingkat 2 yang tidak jauh di sana ada tulisan kost wanita yang di dalamnya nya terisi 10 kamar... 6 di lantai atas dan 4 di lantai bawah karena di bawah ada dapur serta kamar mandi 2 untuk di pakai bersama... Maya beruntung masih ada sisa 2 kamar kosong.


Setelah menemui pemilik dan membayar uang sewa Maya pun di beri kunci dan malam ini Maya akan tidur di kamar dengan 1 tempat tidur dan lemari baju... Di lantai bawah melihat kondisinya yang lagi hamil...


"Terimakasih Bu." ucap Maya...


Sebenarnya ibu kost itu ingin bertanya pada Maya hanya saja terlihat di mata Maya yang sebab ibu itu urungkan niat ya bertanya... Dirinya menahan diri untuk bertanya pada dan Maya.


"Kamu istirahat lah, kalau ada apa apa boleh kamu ke rumah saya di sebelah." ucap ibu kost bernama Siti.


Di kamar ini Maya hanya berbaring dengan menangis mengingat sikap Leon padanya semenjak dia hamil sikap Leon yang selalu diam tidak berbicara jangankan bicara padanya bertanya ke adaan anaknya yang lagi di dalam perut Maya saya Leon tidak peduli.


Pukul 07.45 Leon tiba di apartemennya di lihat lampu masih gelap saat iya masuk Leon punya menyalakan lampu di ruangan itu.


"Kemana dia, kenapa lampu tidak di nyalakan.?" ucap Leon.... Duduk di sofa melihat sekitar yang terasa sepi.


Leon bangkit dan menuju ke kamar Maya terlihat gelap dan rapi, Leon berjalan menuju lemari pakaian di kamar Maya... Betapa terkejutnya Leon isi lemari itu kosong dan saat Leon berbalik di lihat di meja kecil sebelah tempat tidur sebuah kartu miliknya yang di beri ke Maya.

__ADS_1


"Apa wanita ini..." ucap Leon...


Lalu segera Leon pergi menuju ke rumah utama siapa tahu Maya di sana karena di bawa oleh nenek Tika... Tapi sayang Leon tidak menemukan Maya, Malahan nenek Tika yang bertanya pada Leon...


"Kamu sendiri, Kenapa Maya tidak kamu ajak." ucap nenek Tika.


"Dia lagi ingin di rumah nek." ucap Elon berbohong lalu pamit pergi.


Leon pun menuju ke rumah mertuanya ibu Erika di sana hanya ada Sania... Karena Bu Erika lagi pergi ke rumah mantan majikannya..


"Nia, kemana ibu.?" tanya Leon.


"Ibu ke rumah tante Yanti kak..." ucap Sania.


"Sama siapa.?" tanya Leon.


"Sendiri kak." ucap Sania.


Leon segera pergi setelah mendapat penjelasan dari Sania., berarti Maya tidak ke rumah ibunya karena Nia juga bertanya padanya kemana Maya kakaknya kenapa tidak ikot bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2