
Maya tidak jadi membeli bubur ayam yang dia inginkan itu... Karena tidak mungkin Maya akan turun dan pulang sendiri nanti nenek Tika akan marah apalagi dirinya sedang hamil...
Leon tersenyum tapi sayang senyumnya tak nampak Maya pun tak menyadarinya... Tampak senyum kemenangan di wajah Leon, entah kenapa Leon senang membuat Maya menderita seperti nya sudah jadi candunya.
"Tuan apa boleh besok saya, boleh ke rumah ibu saya.?" ucap Maya.
Mereka sudah di kamar, Maya yang hanya duduk air matanya menetes begitu saja hatinya sangat sedih seperti ya karena tidak bis makan bubur.
Makan malam sudah tiba, Maya yang terlihat tidak napsu melihat makan di meja yang berjejer banyak sebenarnya sangat lezat... Tapi ibu hamil satu ini bila yang di inginkan nya tidak di kabulkan dia tidak akan menyentuh nya kehamilannya kali ini berbalik dengan sikap Maya biasanya.
"May, kenapa tidak di makan.?" ucap mama Hana.
"Ah... Maaf mah Maya sudah kenyang." ucap ku...
"May, apa ada yang kamu mau makan.?" ucap kakek Daniel.
"Tidak kakek, aku akan makan ini." ucap Maya karena Maya tidak ingin kehamilan nya membuat repot semua orang.
"Leon kamu harus lebih perhatian dengan istrimu." ucap papa Devan.
"Iya pah..." ucap Leon.
__ADS_1
Selesai makan mereka duduk untuk melihat acara di tv... Dan berbincang masalah bisnis antara Devan dan Leon karena kakek Daniel sudah tidak ikot campur lagi di perusahaan umur nya yang sudah lanjut bukan lagi untuk urusan bisnis lagi hidupnya harus menikmati hari tua.
"Leon... Kamu harus perhatikan Maya." ucap kakek Daniel berucap setelah Maya izin pamit ke kamar duluan.
"Iya kek, Leon akan lebih perhatikan Maya." kata Leon... Entah Leon tulus apa tidak...
"Leon, apa kamu yakin ingin tinggal sendiri... Kasihan Maya lagi hamil." ucap nenek Tika.
"Nek, Leon janji nanti akan jenguk nenek..." ucap Leon.
"Maya juga kamu ajak." ucap nenek.
"Iya akan Leon ajak nek." ucap Leon...
"Iya mah, Leon janji." ucap Leon.
"Kamu ingat wanita hamil lebih sensitif jadi kamu harus mengalah dan nurutin apa permintaan Maya." ucap mama Hana.
"Kamu ingat itu ya Leon." ucap papa Devan...
"Baik baik... Kalian ini aku yang anak kalian kenapa kalian lebih peduli pada Maya " ucap Leon.
__ADS_1
"Kamu ni, Maya istri kamu dan dia lagi hamil anak kamu Leon." ucap mama Hana.
"Iya..." kata Leon.
Akhirnya mereka semua istirahat ke kamar masing masing sementara Leon masih duduk di ruang kerjanya... Entah kenapa dirinya enggan masuk kamar...
Maya yang merasa lapar dia berada di dapur mengambil roti dan biskuit serta susu di campur... Mama Hana yang melihat dapur menyala pun menghampiri...
"Maya..." ucap mama Hana...
"A..h mama..." kata Maya yang kaget...
"Sedang apa.?" ucap mama Hana...
"Aku lapar mah, jadi makan roti campur susu.."kata Maya yang sudah duduk di hadapan mama Hana.
"May, apa kamu bahagia.?" tanya mama Hana membuat Maya menatap menantunya.
"Maksud mama apa.?" ucap Maya..
"May, kamu bisa bohongi yang lain tapi tidak ke mama.. Mama tahu Leon bersikap dingin pada mu." ucap mama Hana.
__ADS_1
"Mah, Maya bisa atasi semua dan menurut Maya Leon baik sama Maya mah... jadi mama jangan khawatir mah." ucap Maya agar mertuanya tenang.