Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Gugup...


__ADS_3

Selesai aktifitasnya Hana langsung masuk kamar untuk membersihkan badannya yang sudah sangat lelah dan gerah...


Dret... Dret...Drerrrrt... Poneslnjadul Hana bergemetar segera Hana mengangkat ponselnya itu telepon dari bunda Shinta.


"Hallo, bunda." ucap Hana.


" Han... Bagaimana kamu disana apa Devan bersikap kasar.?" tanya bunda Shinta.


" ( Hana tersenyum menarik napas dan menjawab pertanyaan bunda Shinta. ) Hana baik bunda, emmm Tuan Devan baik tuan tidak seperti biasanya... bunda tenang saja ya." ucap Hana berbohong..



Hana berbicara di ruang ganti, dia tidak sadar kalau di kamar itu sudah ada Devan.


"Bun, Hana mau pakai baju dulu nanti kalau Hana sudah selesai telepon." ucap Hana di balik ponsel.


"Sudah, bunda hanya tanya kabar kamu saja sayang syukurlah kalau kamu baik baik saja." ucap bunda Shinta di balik ponsel.


Hana memutuskan ponselnya lalu dia bersiap memakai pakaiannya mengambil tas yang tadi dia bawa, Hana tidak berani memakai baju yang ada di dalam lemari apalagi baju tersebut masih baru dan masih ada Lebel harganya.


"Hem." Devan berdehem... Hana terkejut tubuhnya yang masih sangat polos tanpa sehelai benang sementara Devan menatap kagum..


"Ah..." Hana langsung berjongkok "Tuan bisa anda berbalik badan." ucap Hana memohon dirinya sangat malu sekali.

__ADS_1


Devan langsung berbalik badan walau bohong Devan tidak tertarik pada tubuh Hana yang putih polos itu, karena Devan adalah pria normal. Devan langsung masuk kamar mandi setelah memasang wajah datarnya kembali.


"Sial... Wanita itu cantik banget habis mandi." ucap Devan dikamar mandi.


Sementara Hana buru buru keluar dari kamarnya dirinya sangat malu bila harus berhadapan pada Devan suaminya.


"Bunda kenapa.?" tanya Denis yang sedang berjalan menuju ke Hana.


"Denis, mau kemana?" tanya Hana berjongkok sejajarkan tinggi Denis.


"Denis mau temuin kak David..." ucap Denis menuju naik tangga.


"Hati - Hati ya sayang." ucap Hana, lalu menuju dapur.


"Kenapa aku tampan.?" ucap Devan yang sudah didekat Hana membuat Hana tersadar.


"Ah... Tuan maaf." ucap Hana lalu segera pergi ke dapur.


Devan tersenyum dan geleng melihat tingkah Hana istrinya pada dirinya.


"Ya ampun Tuhan kenapa aku bodoh banget." gumam Hana.


"Kenapa Non.?" tanya bi Atun..

__ADS_1


"Ah.. bibi, tidak ada apa apa bi." ucap Hana gugup.


"Yauda kalau tidak ada apa apa, bibi mau taruh makan malam ini di meja." ucap bi Atun pamit.


"Hana bantuin ya bi." ucap Hana.


"Jangan non." ucap bi Atun tapi semua sia sia percuma mencegah Hana.


Makan malam walau perasaan Hana gugup dan malu yang duduk di samping Devan, dulu Devan sama sekali selalu tidak mau duduk bersama Hana atau makan bersama dengan Hana tapi tidak tahu malam ini apa yang terjadi pada Devan yang ikot duduk makan malam bersama, karena tidak ada alasan Hana untuk menolak makan malam bersama pada Nayla.


"Han... Besok Mama sama papa datang." ucap Nayla.


"Baik kak besok Hana akan siapkan sesuatu buat menyambut Mama dan papa." ucap Hana senang.


"Kamu sambut mereka sendirian ya Han." ucap Derry.


"Kakak tenang saja kan ada Denis dan David yang temenin aku." kata Hana tersenyum manis Devan meliriknya lalu fokus lagi.


"Aku sudah selesai." ucap Devan pamit.


( Sabar Hana.. sabar Hana...) batin Hana.


Selsai makan Hana langsung merapikan meja makan di bantu oleh pelayan.

__ADS_1


__ADS_2