
Kali ini aku tidak bisa membuat alasan pada ibu untuk membawakan makan siang buat Leon ... Jam 11 aku sudah pergi ke kantor Leon untuk membawakan nya di soto ayam ya g ibu masak makanan sederhana tapi menurutku enak...
Sesampai aku di gedung yang tinggi entah ada berapa lantai di dalam nya aku melangkahkan kaki ku...
"Siang Bu." ucap satpam yang sedang bertugas...
"Siang juga pak, saya ingin ketemu CEO perusahan pak Leon Wijaya." ucap ku... Lalu satpam itu mengantarku ke bagian resepsionis yang lagi menerima telepon.
"Siang Emba.." sapa ku setelah selesai berbicara di telepon.
"Siang, cari siapa ya?" tanya nya pada ku...
"Pak Leon Wijaya ada.?" ucap ku.
"Apa sudah buat janji.?" tanya lagi.
"Tidak..." kata ku.
"Maya..." sapa seorang pria sekali aku berbalik ternyata kak Reza...
"Kak Reza, kak apa Leon ada.?" tanya ku.
"Dia lagi meeting sebentar... Kamu tunggu di ruangannya saja." ucap kak Reza mengajakku naik kelantai atas di mana ruangan Reza terletak. Entah kak Reza dari mana yang baru tiba.
Dua puluh menit aku menunggu Reza di ruangannya, dulu pertama kali kesini Leon menyatakan aku ke kasihnya pada nenek Tika... Tak lama suara pintu terbuka terdengar suara Leon yang berbicara pada sekretarisnya di depan.
"Siang." ucap ku berdiri memberi salam pada Leon.
"Aku bawain kamu makan siang, Pasti kamu belom makan siang.?" ucap ku sambil membuka rantang yang aku bawa..
__ADS_1
Leon melihatnya dan mengambil salah satu lauk yang aku bawa.... Menuju meja kerjanya aku pikir dia akan makan di mejanya ternyata salah Leon malah membuang makanan itu..
"Sekarang kamu bisa pergi dari sini." ucapnya pada ku yang termenung melihat sikapnya membuang makanan ke dalam tong sampah dekat mejanya.
"Tuan kenapa.? Kenapa anda seperti ini.?" tanya ku...
"Seperti nya aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar padu mu... Kamu jangan mengharap lebih." ucap nya pada ku.
Leon mengambil telepon di meja menghubungi seseorang tak lama seorang pria berpakaian official boy masuk...
"Bawa semua makanan itu." ucapnya... Pelayan itu melihat aku yang berdiri diam... Dia menuruti perintah Leon membawa rantang yang berisi nasi dan sayur itu serta soto yang di buat oleh ibu ku...
"Apa mau aku panggil security ?" ucapnya.
"Tuan apa salah aku dan ibu ku.?" ucap ku berani bertanya...
"Maksud anda, aku sudah jelaskan bahwa tidak ada hubungan sama Kevin tuan." ucap ku menangis.
"Aku tidak peduli, lebih baik kamu pergi dari sini wanita murahan." ucap nya pada ku, aku pun langsung pergi dengan air mata ku.
Sekertaris yang melihat ku keluar dari ruangan Leon dengan air mata hanya diam dan bingung... Aku berpapasan dengan kak Reza lagi tapi kali ini ada kak Billi...
"May, kamu kenapa.?" aku melihat kak Billi yang menghentikan aku... Sambil memegang pundak ku.
"Jangan sentuh aku kak." ucap ku lalu aku pergi... Billi dan Reza bingung... Saat Billi ingin mengejar ku kak Reza menahannya...
...#####...
Akhirnya Reza dan Billi masuk keruangan Leon... Melihat Leon yang dudu sambil memijit keningnya.
__ADS_1
"Kenapa.?" tanya Billi pada Leon.
Leon menatapnya... Dan menghentikan kegiatannya tadi yang lagi memijit keningnya seperti seorang yang lagi sakit kepala.
"Kenapa Maya menangis.?" tanya Billi lagi.
"Sepertinya kamu tertarik pada istri sahabatmu.?" ucap Leon.
"Leon... " ucap Billi.
"Sudah... Sudah kalian ini kenapa.?" ucap Reza.
"Leon apa yang terjadi.? " tanya Reza akhirnya.
"Kamu aku bayar bukan untuk ikot campur." ucap Leon.
"ini sudah jam istirahat aku sekarang sahabatmu." ucap Reza.
"Lebih baik kalian urus urusan kalian." ucap Leon lagi.
"Kamu akan menyesal..." ucap Billi... Karena tidak tahan sama sikap Leon akhirnya Billi pergi dari ruangan Leon meninggalkan Leon dan Reza...
Ponsel Reza berbunyi ternyata panggilan dari Tia istrinya... Segera Reza mengangkat panggilan itu.
📱Hallo sayang, kamu sudah makan.?" ucap Reza.
📱Ini baru mau makan, apa kamu belom makan.?" tanya Tia di sebrang ponselnya.
📱 Aku akan makan, kamu makanlah dulu... Nanti pulang aku akan jemput kamu." ucap Reza.
__ADS_1