
Setelah ritual membersihkan kan badannya Hana keluar dari kamar mandi dia sedikit bingung dan berdiri di depan tempat tidur... Dalam beberapa menit.
( Apa, sekarang aku harus melepas keperawanan aku duuuh aku belom siap tuhan... Bagaikan mimpi bisa satu tempat tidur dengan tuan muda tampan ini. ) Hana yang lagi asik dengan pemikirannya tiba tiba di lempar bantal oleh Devan sehingga membuyarkan lamunannya.
"Aduh tuan..." kata Hana yang menangkap bantal dari Devan.
"Ngapain kamu, berdiri disitu ah.? Kamu mikir tidur satu ranjang jangan harap... Kamu harus ingat baik baik, AKU TIDAK AKAN SUDI TIDUR DENGAN KAMU." kata Devan menusuk hati Hana.
"Iya tuan, jadi aku tidur di mana.?" ucap Hana melemas.
"Teserah, di lantai juga boleh." kata Devan.
Hana memilih tidur di sofa, diri nya tidak dapat tidur menatap langit langit di kamar hotel, di tempat tidurnya di sofa begitu banyak pikiran yang memasuki palanya dirinya juga tidak terbiasa tidur satu ruangan dengan seorang pria..
Devan yang tidur dengan nyenyak dari sofa tempat Hana tidur saat Hana berbalik ke tempat tidur king size dimana devan tidur, Hana melihat wajah Devan suaminya tidur dengan nyenyak...
"Tuan muda tampan sekali... Kenapa wanita itu malah meninggalkannya, wajar si wanita itu pergi sifat tuan yang sombong.." gumam Hana pelan sambil menatap wajah Devan suaminya akhirnya Hana tertidur pulas juga...
...🍄🍄🍄🍄🍄🍄🍄...
Sementara pagi ini di rumah Hana...
"Nek... Mira mohon nenek jangan marah lagi ya, nenek harus makan dan jaga kesehatan nek.." ucap Mira merayu nenek tercintanya...
"Untuk apa, Hana saja tidak perduli lagi sama nenek." ucap nek Ayu.
"Nek Mira yakin Hana punya alasannya sendiri." ucap Mira.
"Aku sudah tidak di anggap nenek lagi oleh anak itu." ucap nenek Ayu..
"Mah maafin Yuli yang gagal mendidik Hana." ucap ibunya Hana mama Yuli.
"Sudahlah, kita tunggu Hana datang saja kesini." ucap Shinta bunda nya Mira yang baru datang sempat mendengar perbincangan Mira, nenek Ayu dan iparnya Yuli ibu dari Hana.
Sementara Yoga dan Yudha hanya diam saja... Yoga sempat marah juga pada Hana yang mengambil keputusan tanpa harus berbicara sama keluarga besar.
"Telepon anak itu suruh dia pulang." ucap nenek Ayu.
"Baiklah, nanti Mira telepon." ucap Mira.
"Sekarang.!" ucap nenek Ayu.
"Nek, mungkin mereka lagi berduaan kali." ucap Mira.
"Saya tidak mau tahu." ucap nenek Ayu.
Akhirnya Mira menghubungi Hana... Beberapa kali tidak ada jawabannya...
__ADS_1
"Tuhkan nek, namanya pengantin Baru lagi asyik nenek kayak tidak pernah nikah aja." ucap Mira santai.
Sementara nenek Ayu sudah emosi sekali...
"Mira." ucap Shinta
"Maaf.." kata Mira.
**
"Cepetan kita pagi ini harus balik." ucap Devan..
"Iya tuan, tapi boleh saya telepon dulu.?" ucap Hana meminta izin pada suaminya yang semalam di nikahinnya.
"Hallo kak Mira, ada apa.?" tanya Hana yang sudah terhubung dengan Mira.
"Cie pengantin baru di hubungin susah banget sih, mentang da jadi istri Devan Dermawan CEO Dermawan group." ucap Mira.
"Kak jangan ngaur bicaranya dan ngeledek aku." kata Hana sedikit kesal..
"Kamu bisa pulang tidak kerumah." ucap Mira langsung.
"Nenek marah ya kak, nanti aku akan usahin pulang tapi tidak bisa sekarang kak tolong sampai n ke mama dan nenek ya kak." ucap Hana.
"Baiklah.." kata Mira.
"Anak itu main matiin saja." ucap Mira.
Hana dan Devan langsung menuju ke rumah Dermawan di perjalanan Hana dan Devan hanya diam saja... Beberapa menit Hana langsung membuka perbincangan.
"Tuan, apa boleh saya izin ke rumah orang tua saya." ucap Hana gugup dan takut...
Devan hanya diam...
"Nenek juga meminta anak ikot kesana." kata Hana lagi yang akhirnya membuat Devan menoleh ke arahnya dan berbicara padanya.
"Jangan harap, kamu hanya istri yang di beli oleh orang tua saya dan jangan mengharap bahwa nikah ini sungguhan setalah setahun saya akan menceraikan kamu." ucap Devan.
"Iya tuan." ucap Hana yang merasakan sakit di hatinya... tanpa terasa air matanya lolos keluar... Hana segera menghapusnya agar Devan tidak melihatnya, baru 1 malam dia menikah di pagi hari suaminya sudah berbicara akan menceraikannya..
Mereka sudah sampai nyonya Tika, dan yang lain sudah menyambut ke hadiran Hana dan Devan pengantin baru itu..
"Kok pagi sekali mama pikir kalian betah di hotel.." ucap Tika..
"Pagi nyonya, Tuan...dan nona." ucap Hana memberi hormat pada keluarga Devan yang dulu majikannya...
"Sayang, kamu itu sudah jadi mantu saya. Jadi panggil aku mama seperti Devan memanggil kami." ucap Hana.
__ADS_1
"Iya nyonya." kata Hana. UPS Hana memegang mulutnya.
"Belom terbiasa." kata Nayla.
"Kemana Denis dan David Non." kata Hana lagi.
"Kaka, Hana panggil aku Kaka Oke." ucap Nayla.
"Kakak dimana Denis dan David.?" ucap Hana gugup.
"Tante..." teriak Denis dan David bersamaan...
"Wah kalian pintar sudah mandi." ucap Hana berjongkok menyambut mereka.
"Kata mami Tante sama om Devan tidak pulang akan pergi bulan madu." ucap David. Ya sekarang David sudah banyak bicara semenjak sama Hana.
"Tidak Tante, tidak akan kemana Tante disini." ucap Hana...
"Hoye... Hoye... " kata Denis girang...
Hana hanya tersenyum, Devan yang melihat senyum Hana... Ya Hana memang suka anak kecil dia ingin sekali jadi guru TK makanya dirinya bekerja jadi office girl di salah satu sekolah TK elit dimana David bersekolah.
"Kalian sudah sarapan.?" tanya nenek Jenni..
"Sudah nyonya." kata Hana.
"Auhhh." ucap Hana yang kupingnya di jewer oleh nek Jenni.
"Kuping kamu tidak pernah di pakai, panggil saya nenek." kata nek Jenni.
"Ne... Nenek." kata Hana gugup.
Devan yang sudah pergi meninggalkan mereka semua ke kamarnya... Hana yang tetap asyik menemani Denis dan David bermain sementara nyonya Tika, Nek Jenni serta tuan Denis yang lagi asyik menonton Televisi sedangkan Derry dan Nayla di kamar mereka...
"Han... " ucap Tika lembut..
"Iya nyo...Eh Iya mah." kata Hana.
"Kalian akan tinggal disini kan.?" kata Tika karena takut Devan nanti mengajak Hana tinggal di apartemennya.
"Iya memang Hana harus kemana.?" ucap Hana sebenarnya dia bingung sementara Hana tidak tahu kalau Devan punya apartemen.
"Kamu sudah tahukan Devan seperti apa, kamu yang sabar ya Devan baik anaknya." kata nyonya Tika.
"Iya mah, Mah boleh Hana besok izin ingin pulang kerumah orang tua Hana." ucap Hana ragu takut tidak di beri izin karena dulu perjanjian dirinya bekerja di rumah ini hanya saat liburan atau ketika Nayla tidak ada jadwal praktek di rumah sakit.
"Jelas, besok Devan juga akan temenin kamu." kata mama Tika.
__ADS_1
Bersambung...