
"Asal kamu tahu dia bukan mama kamu, dia adalah istri ku... lebih bagus kamu panggil papa kamu kesini." ucap Devan pada Nia...
"Om jahat.... om jahat..." ucap Nia nangis...
Hana menenangkan Nia... Devan juga kesal dirinya di buat menunggu seperti ini...Sebagian tanu undangan sudah pada balik... Devan menghampiri Toni menyerahkan Nia putrinya itu ke Toni...
"Kamu masih berhutang satu penjelasan pada ku..." ucap Devan lalu pergi meninggalkan mereka semua, sementara Nia menangis di gendongan Toni...
Oma Fitri dan Oma Tini hanya diam... Serta tamu undangan yang masih tersisa... Devan tidak 0eduki dirinya jadi pusat perhatian dia sudah sangat emosi hari ini di buat oleh Oma Fitri dan Tini atas sikap mereka yang tidak mau menjelaskan...
"Kamu senang.?" tanya Devan di dalam mobil...
"Maksudnya.?" Hana bingung...
"Iya l, kamu ketemu dengan Toni lalu anaknya memanggil kamu mama." ucap Deva kesal sambil mengemudi mobil...
"Aku tidak tahu kalau kita akan pergi ke acara ulangan tahun anak Toni... jadi kenapa kamu marah pada saya.?" tanya Hana pada Devan...
Devan menepikan mobilnya berhenti... Lalu dia langsung mencium bibir Hana... Yang tak lama ciuman Devan di balas oleh Hana...
"Apa kamu cemburu.?" tanya Hana setelah mereka selesai berciuman...
"Asal kamu tahu saja seorang Devan tidak akan cemburu." ucap Devan sedikit sombong, walau sebenarnya hatinya sangat takut kehilangan Hana.. Dan Devan juga sangat cemburu...
__ADS_1
"Aku tidak akan mungkin menjadi mama dari anak ini, selama aku masih punya hutang pada anda." ucap Hana.
"Maksud kamu.?" ucap Devan bingung...
"Iya, aku atau seumur hidup aku mungkin selamanya akan sama kamu kecuali kamu...." ucap Hana terhenti Devan langsung menciumnya kembali...
Keesokan harinya .....
Toni menghubungi Devan dan mengajak Hana setelah beberapa hari acara ulang tahun putrinya itu...
Di restoran jakarta indah mereka bertiga bertemu.... Toni yang sudah menunggu mereka lebih awal, karena merasa bersalah Toni sengaja datang lebih dulu agar Hana dan Devan tidak lama menunggu dirinya.
"Maaf kami telat..." ucap Hana...
"Kamu tidak bawa anak mu.?" tanya Hana lagi, Devan yang sedikit kesal...
"Tidak, Nia lagi demam, maaf aku baru bisa ajak ketemu sekarang karena Nia demam..." ucap Toni..
"Maaf ke jadian hari itu." ucap Hana lagi...
"Sekarang kamu bisa jelaskan.?" ucap Devan dingin...
"Sebenarnya semua ini salah aku... Seandainya aku tidak menyimpan foto Hana mungkin Nia tidak akan menemuinya..." ucap Toni..
__ADS_1
"Kamu sudah menikah mengapa menyimpan foto wanita lain.?" ucap Hana kesal.
Devan hanya diam sepertinya Hana sangat marah...
"Iya, karena foto Hana juga membuat aku kehilangan Naomi... Jujur aku belom bisa melupakan kamu." ucap Toni membuat Devan terkejut... Hana juga terkejut.
"Saat kamu menolak aku, aku langsung menerima pernikahan dengan Naomi... setelah melahirkan Dania Naomi melihat foto mu... Kami bertengkar hebat dia tidak terima kalau di hatiku sampai sekarang masih ada kamu." ucap Toni, Devan langsung bangkit lalu menarik kerah kemeja Toni... Hana langsung menghentikannya...
"Tenang dulu, biarkan Toni lanjutkan ceritanya." ucap Hana. Karena Hana juga ati tadi hanya mendengarkan dan diam saja...
"Saat Nia menemukan foto kamu Nia bertanya pada mama ku siapa kamu... Mama bilang pada Nia bahwa Hana adalah mama baru Nia... Makanya aku kaget Hana datang saat ulang tahun Nia pasti Nia akan mengira Hana adalah mama nya, ternyata benar... Aku minta maaf atas kesalahan pahaman ini semua.." Toni menundukkan kepalanya tanda minta maaf yang tulus pada Devan...
"Apa sekarang kamu masih mencintai istri ku.?" tanya Devan pada Toni.
"Apa yang anda tanyakan.?" ucap Hana.
"Kenapa, apa kamu juga menyukainya.?" tanya Devan pada Hana...
Hana kecewa meneteskan air matanya lalu pergi meninggalkan Devan dan Toni...
"Kejar Hana... Dia tidak pernah mencintai ku..." ucap Toni...
Devan bangkit mengejar Hana..
__ADS_1