
"Apa.? Kamu kan sudah menyuruh aku membelinya, tapi tidak kamu makan dan sekarang kamu malah menyuruh aku beli lagi." ucap Devan kaget akan permintaan istrinya...
"Ya sudah kalau kamu tidak mau membelinya." ucap Hana merajuk...
Devan tidak tega melihat istrinya yang lagi hamil itu sedih... Meski sedikit kesal dan tidak masuk akal dengan ngidam Hana, Devan pasti akan menurutinya meski ujungnya dia juga yang akan memakan semuanya... Sekarang kehamilan Hana memasuki usia 5 bulan Devan harus sabar menghadapinya selama 4 bulan lagi, semenjak hamil Hana lebih cerewet dan banyak maunya dan sangat manja.
"Baiklah aku akan membelikannya..." ucap Devan sangat malas...
"Makasih sayang." ucap Hana mencium Devan.
Wajah Hana langsung ceria mendengar Devan setuju seakan melupakan penolak Devan yang awalnya seakan tidak terjadi...
"Ini semua pesanan kamu..." Devan sudah siap memakannya...
"Kenapa kamu yang mau makan.?" tanya Hana.
"Bukan selalu seperti itu, setiap kamu mau makan apa pasti aku yang kamu suruh makan atau bibi atau pelayan lain." ucap Devan.
"Masa sih.? " Hana sedikit bingung memang dia lupa dan tidak sadar akan tindakannya selalu seakan tidak berdosa ..
__ADS_1
"Aku mau kamu suapi aku." ucap Hana.
Devan kaget karena memesan kwetiau siram tanpa sambal tidak sesuai yang Hana minta... Waktu itu Devan memesan sesuai yang Hana minta sampai membuat dirinya bulak balik kamar mandi... Makanya kali ini Devan memesan tidak pakai sambal lagi... Apalagi saat Hana minta bakso yang makan Robi sehingga membuat Robi juga bulak balik kamar mandi saat rapat...
"Sayang kamu yakin mau makan.?" ucap Devan.
"Iya, kenapa.?" ucap Hana...
"Baiklah... Buka mulut kamu." ucap Devan..
Devan sedikit takut dan ragu takut Hana marah karena kwetiau siram yang di pesannya kali ini tidak pedas...
"Aku pesan yang kamu suruh kok sayang... Kamu liat bungkusnya benarkan.? sudah kamu makan biar aku suapin.." ucap Devan agar Hana tidak.menyadarinya...
"Aku sudah kenyang tidak mau lagi, kayak ada yang kurang tapi apa ya." ucap Hana.
"Lidah kamu mungkin, liat aku makan biasa saja." ucap Devan sambil mengunyah...
"Kenapa kamu makan, aku masih mau." ucap Hana..
__ADS_1
Devan menyuapi Hana kwetiau hingga habis tanpa sisa... Dalam hati Devan bergumam... ( Aneh wanita hamil ), tapi Devan senang Hana makan kali ini habis... Jangan jangan bayi nya sama seleranya dengan dirinya kalau tidak suka pedas.
"Sayang, aku merasa ada yang aneh dengan kwetiau siram tadi rasanya.." ucap Hana masih bingung dan membahas itu ke Devan.
"Sudahlah jangan di pikirkan lagi... Besok jadwal kamu cek kandungan kan?" ucap Devan.
Hana hanya menganggukkan kepalanya tanda iya bahwa besok adalah jadwalnya kontrol ke rumah sakit... Semua masih sangat penasaran apa jenis kelamin anak Devan dan Hana karena yang tahu hanya dokter dan tuhan, Devan dan Hana sengaja tidak mau tau apa jenis kelamin anak mereka...
"Van..." suara mama dari ruang tamu yang memanggil mereka berdua.
"Van, besok mama boleh ikot ya kalian ke rumah sakit.?" ucap mama Tika.
"Besok nenek akan pulang kesini... Karena dia mau juga hadir saat Hana melahirkan kamu tau kan nenek kamu sangat menyayangi kamu." ucap mama Tika..
Devan hanya diam karena bagi Devan mama nya dan nenek nya sangatlah berarti kedua wanita itu adalah alasan Devan untuk menikahi Hana istri nya...
"Hana senang sekali." ucap Hana.
"Kamu istirahat lah sayang, kalau mau apa kamu tinggal panggil pelayan atau mama saja." ucap mama Tika.
__ADS_1