
Nayla pergi usahanya sia sia membujuk Hana untuk balik kerumah besar dan meminta bantuan pada Devan...
Hana juga menolak bantuan Nayla kakak iparnya yang baik itu...
Setelah kepergian Nayla dan Mira, Hana sendiri menangis sejadinya menyalahkan dirinya dan Tuhan mengapa membuat hidupnya tidak bahagia semenjak meninggalnya sang ayah lalu ibu sekarang nenek yang lagi berjuang...
Sampai harus menikah pada Devan meski Hana mencintai Devan suaminya tapi Hana tidak bisa menunjukannya karena Devan selalu membuat dinding pembatas untuknya masuk...
Flashback on...
*Dua hari setelah pernikahan....
Devan : Kamu senang menikah dengan ku.?
Hana : Menatap Devan dan tersenyum....
Devan : he...senyum sinis... Jangan harap kamu bisa jadi nyonya muda dan hidupmu akn bahagia, aku tidak akan membiayai hidupmu satu sen pun... Jangan harap banyak dari ku.
Hana : Saya mengerti tuan...
Devan : bagus kalau kamu mengerti... Dan satu hal yang kamu harus ingat aku tidak mau tidur satu ranjang dengan kamu... Kamu boleh tidur di lantai.
Hana : Baik tuan*...
__ADS_1
Flashback off...
" Hiks... Hiks... Tuhan kenapa kamu tidak ambil Hana juga, Hana sudah tidak kuat tuhan... Hana menyerah." tangis Hana sore itu di kamarnya di rumah peninggalan ayahnya mengingat kejadian yang di alami selama kepergian ayahnya membuat Hana sedih, walau sebenarnya dirinya masih ada Mira, bunda Shinta yang sangat menyayangi Hana.
"Han..." panggil bunda Shinta.
"Bunda.... Hiks... Hiks... " ucap Hana melihat bundanya yang baru datang.
"Kamu kenapa sayang.." bunda Shinta mendekat dan memeluk Hana...
"Hana sudah tidak sanggup Bun." kata Hana..
"Kamu kuat nak, ada kami jangan menangis... Bunda dan paman mu akan membantu kamu sayang." ucap bunda Hana.
"Paman, aku tidak mau kehilangan nenek." ucap Hana.
"Sabar ya sayang..." ucap paman Yudha.
Dokter keluar dan memberi kabar pada Hana serta keluarga lainnya....
"Nenek anda harus menjalankan operasi, tapi operasi juga tidak menjamin bisa selamat semua tuhan yang menentukan..." ucap dokter...
"Lakukan yang terbaik buat nenek saya." ucap Hana.
__ADS_1
"Han..." kata paman Yudha.
"Paman tenang saja... Hana pamit dulu." kata Hana lalu pergi entah kemana...
Hana kerumahnya dimana dirinya di besarkan Hana segera mengambil surat rumah milik peninggalan ayahnya hanya ini yang Hana punya buat menyelamatkan nenek... Hana akan menjual rumahnya...
Tapi Hana juga tidak tahu akan jual ke siapa... Karena yang Hana jual rumah bukan mie ayam di pasar biasanya... Hana memutuskan jual rumah itu ke istri kakek Yanto karena hanya istri pertama kakek Yanto yang baik mau menolong Hana...
Rumah itu akhirnya sudah Hana jual dengan harga yang tidak sesuai tapi cukup untuk biaya nenek saat ini... Hana segera pergi kerumah sakit... Selesai melakukan pembayaran operasi di mulai..
"Han uang dari mana kamu.?" tanya bunda Shinta...
"A... Aku menjual rumah ayah ke ibu Fitri Bun." kata Hana.
"Astaga Hana, kenapa kamu lakukan itu sayang.?" tanya paman Yudha.
"Nenek adalah tanggung jawab paman sayang." ucap paman Yudha lagi.
" Paman, asalkan paman izinkan Hana tinggal sama paman dan Bunda serta kak Mira dan kak Yoga.." ucap Hana.
Bunda Shinta memeluk Hana mereka menangis dan tidak bisa bicara apalagi pengorbanan Hana membuatnya merasa Hana adalah tanggung jawabnya sekarang...
Mira yang melihat dan mendengarnya membuatnya tidak tega, apalagi nasib pernikahan Hana dan Devan yang tidak bahagia...
__ADS_1