
Aku senang sekali melihat ibu ku yang sudah tidak perlu lagi bekerja menikmati hari tuanya... Rumah kamu yang cukup dengan halaman, 3 kamar tidur memiliki dapur dan satu kamar mandi... Walau kecil tapi inilah rumah impian kami yang sederhana setidaknya ruang tamu dan dapur tidak terlihat.
Entah kak Reza dapat darimana rumah ini yang tidak jauh dari rumah utama keluarga Wijaya dan juga tidak jauh dari sekolah Sania... Walau ke butik kak Tia tempat aku kerja lumayan jauh tapi masih bisa lah aku jangkau...
"May, kamu akan menginap disini.?" tanya ibu saat masuk ke kamar ku.
"Iya Bu, malam ini aku akan menginap disini besok aku langsung dari tempat kerja pulang kesana Bu." ucap ku...
"Apa Leon akan menginap juga.?" ucap ibu ku.
"Sepertinya tidak Bu, soalnya aku ingin menghabiskan hari ku bersama ibu tadi ucapku pada Leon Bu." kataku berbohong pada ibu...
"Apa hubungan kamu dan suami mu baik baik saja kan nak.?" tanya ibu ku lagi...
__ADS_1
"Kami baik baik saja Bu, mas Leon sangat sayang pada ku tadi juga dia maksa mau antar aku tapi aku tidak mau Bu dan aku juga yang tidak mengizinkannya menginap untuk malam ini Bu, walaupun Leon sangat ingin temani aku Bu." ucap ku berbohong lagi pasa ibu ku.
"Baiklah kalau gitu." ucap ibu lalu pergi meninggalkan ku sendiri di kamar, melihat punggung ibu ku rasanya aku ingin menceritakan semuanya.
Setelah ibu ku pergi entah kenapa aku meneteskan air mata rasanya sakit sekali hati ku... Mengingat kejadian semalam dan di hotel selalu saja setiap berhubungan leon melemparkan sejumlah uang, apalagi dia selalu mencengkram wajahku kuat sekali, tapi bukan cengkeramannya yang sakit untuk ku... Kata kata Leon yang sakit sekali untuk ku....
"( Jangan kamu kira aku ingin bersetubuh dengan mu wanita murahan, aku hanya menuruti apa kata nenek yang menginginkan cucu dari rahim wanita kotor seperti kamu, jangan berharap lebih )" itu adalah ucapan Leon dia melemparkan aku uang dan sebotol obat perangsang yang dia minum lalu masuk kamar mandi membersihkan tubuhnya...
Aku sangat takut bila aku hamil apa yang akan terjadi pada anak ini apa Leon akan menerimanya, aku tidak ingin bila anak ini menjadi korban dia harus memiliki cinta dari ku dan Leon... Tapi melihat sikap Leon pada ku aku rasa Leon akan membencinya karena Leon tidak ingin memiliki anak dariku.
"Kak..." teriak Sania dari ruangan sepertinya dia sudah pulang sekolah.
"Kakak, kenapa Kaka nangis.?" ucapnya saat masuk kamar ku dan melihat aku...
__ADS_1
"Iya, kakak hanya terharu melihat rumah ini." ucap ku pada Sania.
"Iya kak, akhirnya kita punya rumah... Enak ya kak punya suami kayak da gitu tampan lagi kayak kak Leon." ucap Sania.
"Kamu bisa saja." ucap ku...
"Aku juga mau nanti cari suami kaya dan ganteng ooh anugrah banget rasanya tuhan sangat sayang pada Nia kak." ucap Nia yang senang.
"Yang penting suami kamu sayang sama kamu dek." kata ku.
"Iya seperti kak Leon yang sayang sama Kaka, aku dan ibu buktinya kita di beliin rumah." ucap Sania lagi.
Aku hanya senyum saja... Aku tidak ingin mengecewakan Nia tentang Leon, biarkan ibu dan adik ku mengira Leon peduli pada mereka semua...
__ADS_1