
Di dalam mobil Hana hanya diam, sementara Devan selalu melirik Hana yang hanya diam saja.... Pikiran Hana tidak fokus dirinya tidak tahu kemana di ajak pergi oleh Devan...
"Kamu mau makan.?" tanya Devan...
"....." sementara Hana tidak menjawab...
"Kamu tidak bisa bicara apa tidak bisa dengar.?" tanya Devan yang dari tadi Hana hanya diam saja.
"...." Hana masih tetap diam saja...
Akhirnya Devan memutar balik arah mobilnya entah kemana... Hana masih saja diam dan fokus ke jalan, Hana tidak bertanya di bawa kemana sama Devan suaminya di pikiran Hana Devan tidak mungkin bawa dia kemana - mana...
Akhirnya mobil mewah itu berhenti di sebuah rumah yang mewah tapi tampak sederhana... Devan membukakan pintu untuk Hana...
"Keluarlah." ucap Devan... Hana hanya menurut saja ta pa bertanya...
"Devan... Kenapa kamu kesini.?" ucap nyonya Fitri.
"Bu... Apa Nia ada.?" tanya Devan.
Semenjak Naomi meninggal Dania tinggal bersama Oma Fitri ibu dari Naomi... Karena Oma Tini tinggal di luar negri sedangkan Toni tinggal di apartemennya ini permintaan dari Naomi yang tidak memberi izin Dania putrinya tinggal bersama Toni...
__ADS_1
"Nia, baru saja di bawa ke rumah sakit demamnya tidak mau turun, saya baru ingin kesana.." ucap Oma Fitri.
" Kalau gitu kita berangkat bersama saja Bu..." ucap Devan memberi tumpangan pada Oma Fitri...
"Baiklah, terimakasih ya nak Devan." ucap Oma Fitri...
Sementara Hana hanya diam saja... Mengikuti orang dua itu... Hana sedikit bingung tadi Toni ayahnya biasa saja.
"Seandainya Naomi mencintai kamu, mungkin dia sudah bahagia... Maaf ya nak Hana ibu bicara seperti ini." ucap Oma Fitri.
Hana hanya tersenyum...
"Saya bersyukur Bu, sebelum sampai lanjut saya sudah tahu seperti apa Sarah... dan tuhan memberikan saya yang terbaik, malah lebih baik..." ucap Devan sama menatap Hana... Hana yang di bicarakan dan di tatap Devan seperti itu membuat dirinya salah tingkah...
"Bu, emang Nia sakit apa.?' ucap Hana akhirnya membuka mulutnya untuk mengalihkan grogi nya.
"Semenjak kamu tinggalin Nia saat ulangtahun nya, Nia selalu menangis... sampai demam." ucap Oma Fitri..
"Maafkan saya Bu..." ucap Hana.
"bukan salah kamu nak, ini semua salah Tini dan anaknya.' ucap Oma Fitri...
__ADS_1
Mereka akhirnya sampai di rumah sakit... Langsung menuju kamar rawat Nia... Di sana sudah ada Oma Tini dan Toni...
"Kalian.?" ucap Toni bingung.
"Mama... Mama... Nia mau ikot Mama... " Nia gadis kecil itu selalu mengigau memanggil mama...
"Hana... Tante mohon." ucap Oma Tini.
"Apa yang bisa Hana lakukan Tante.?" ucap Hana Devan yang sedari tadi menggenggam tangan Hana.
Perlahan Hana mendekat ke ranjang Nia... Dan memegang tangan Nia...
"Nak, ini Mama... Nia harus sehat dan buka mata Nia." ucap Hana sedikit ragu dia takut membuat Devan marah.
Tapi Nia hanya diam, sudah tidak mengigau lagi memanggil mama... Tubuhnya masih tetap demam Hana juga sedikit kaget dengan panas ditubuh gadis kecil itu...
Semua hanya diam menunggu dokter memeriksa Dania kembali... Devan selalu merangkul Hana seakan ingin menunjukkan pada dunia atau orang di sekitarnya bahwa Hana hanya miliknya...
"Terimakasih." ucap Toni ke Hana dan Devan..
"Kamu harus jelasin pada putri mu dia masih kecil jangan di bohongi atau di buat cerita bohong." kata Devan yang menyindir Toni..
__ADS_1