
"Iya apa besok Lo pergi sama Sarah sekertaris gw yang baru." ucap Leon.
"Gw kagum sama Maya yang tidak cemburu pada sekertaris cantik Lo." ucap Billy.
"Karena Maya percaya sama gw dan gw tidak seperti Lo." ucap Leon.
"Sialan Lo... Kalau bisa Lo suruh karyawan lo yang cowok saja kalau cewek bahaya dan gw rasa juga merepotkan kalau cewek." ucap Billy.
"Tapi gw yakin Sarah tidak akan merepotkan Lo dia gadis yang mandiri disini saja dia merantau." ucap Reza.
"Terserah Lo saja pada deh... Gw mau Lo siapin semua dokumen yang gw butuhkan untuk gw bawa." ucap Billi.
Billi pamit untuk balik saat di lift Billi tidak berpapasan dengan Sarah, tapi sayang Billi tak melihat Sarah karena ada sesuatu yang jatuh dari saku celana nya saat ingin mengambil ponselnya.
...#####...
__ADS_1
Maria yang sudah berusia satu tahun tingkahnya yang lucu selalu membuat Leon ingin segera balik cepat anak itu kalau Leon balik malam dan pergi keluar kota pasti akan selalu mencari papi nya makanya Leon tidak boleh jauh dari ponselnya.
"Hallo anak papi, apa sudah makan.?" ucap Leon saat melakukan vidio call bersama Maria.
"Pipi... Pipi pipi... " ucap Maria saat vidio call sama papi nya melihat papi nya di layar ponsel Maria menunjuk dan berkata pipi pipi...
Anak usia dua tahun itu hanya bisa bilang papi dan mami serta mam mam ( makan ) hanya itu membuat gemes sekali akan tingkah nya Maya dan Leon tidak pernah ketinggalan setiap momen masa pertumbuhan putrinya itu...
Saat mereka lagi dalam bahagia tiba tiba ponsel mereka berdering nenek Tika menyuruh mereka datang ke rumah utama disana sudah berkumpul.. Tiara yang memiliki bayi perempuan berusia 5 bulan karena saat menikah Tiara langsung hamil tidak menunggu lagi..
Mama Hana langsung memeluk Leon putranya... Menangis di pelukan putra nya Leon bingung karena semua hanya duduk diam dokter keluar dari kamar kakek dan nenek Tika.
"Kenapa ada dokter." tanya Leon..
Papa Devan menepuk pundak Leon... Dan menjelaskan apa yang terjadi sampai dokter ada di rumah ini, Leon segera menemui kakek Daniel di sana ada nenek Tika yang duduk menangis..
__ADS_1
"Leon, kamu sudah datang.?" ucap kakek Daniel pelan.
Semua masuk dan berkumpul di dalam kamar nenek Tika dan kakek Daniel...
"Kakek." ucap Leon terhenti.
"Semua akan mengalami ini... Saya senang kalian sudah bahagia, apalagi kamu anak nakal." ucap kakek Daniel.
"David aku senang kamu memilih Tiara menjadi pendamping hidup mu." ucap kakek Daniel.
Leon, Denis, David serta Tasya yang sudah duduk di samping kakek Daniel. Mereka menangis hanya diam menyimak ucapan kakek Daniel sebelum menghembuskan napas terakhirnya...
Kakek Daniel pamit paa mereka semua kepergian kakek Daniel membuat semua menangis... Jimmy yang dekat dengan kakek Daniel hanya murung diam saja. Nenek Tika yang pingsan karena tidak sanggup.
Dari menikah sampai sekarang dirinya tidak pernah di tinggal oleh kakek Daniel setiap ada tugas kerja saja nenek tuka pasti akan di ajak oleh kakek Daniel..
__ADS_1
Selesai pemakaman kakek Daniel semua keluarga berkumpul sementara nenek Tika hanya duduk diam di kamar tidak ada yang berani mengganggu nenek Tika.. Dirinya selalu memegang foto kakek Daniel di tatapnya.