
Mereka bertiga kerja sambil berbincang, Tia tidak pernah melarang karyawannya untuk berbincang asalkan kerjaan rapi karena tangan bukan mulut..
"Nyonya Leon Wijaya, cepat sekali sudah masuk.?"ucap Tia.
"Pagi kak..." Sapa Maya...
"Bagaimana, apa sudah ada.?" ucap Tia.
"Sudah ada apa ya kak.?" ucap Maya.
"Benih untuk menjadi bibit." ucap Tia...
Maya hanya diam, entah apa yang di pikirkan Maya dia langsung merasa merinding..
"May, kamu tidak apa apa kan.?" ucap Dinda...
"Tidak apa apa kak..." ucap Maya.
Tia wanita yang berusia 27 tahun itu yang bukan tidak di beri keturunan, karena saat kecelakaan Tia sedang hamil dan mengalami ke guguran karena itu Reza dan Tia harus kehilangan anak yang mereka nantikan.
Sore pun tiba Maya yang sudah siap untuk pulang kerja... Tapi hari ini terasa tidak macet, Maya sempat singgah membeli martabak untuk di bawa makan.
"Bang, aku pesan 2 loyang ya rasa keju dan cokelat lalu 1 loyang martabak telor ya mas." ucap Maya pada si penjual martabak.
Pesanan Maya segera di buatin karena emang baru buka jadi baru Maya lah pelanggan pertama.... Tak lama pesanannya pun siap Maya segera pulang karena takut macet...
__ADS_1
"Maya... Hei apa kabar.?" ucap seorang laki laki.
"Kevin... Kamu Kevin kan.? aku baik." ucap Maya.
"Kamu mau pulang.?" ucap Kevin.
"Iya... " ucap Maya.
"Ayok naik..." ucap Kevin...
Kevin adalah sahabat Maya saat SMA dan kuliah, sebenarnya Kevin pernah menyatakan cinta pada Maya tapi saat itu Maya belom bisa menerima cinta Kevin... Sampai akhirnya Kevin lulus dan pindah tugas...
Kevin saat itu kerja paruh waktu sambil kuliah, saat lulus kuliah Kevin di tugaskan luar kota oleh perusahaan dimana dia bekerja... Sekarang Kevin sudah di pindahkan lagi ke kota asal kelahirannya makanya sampai ketemu dengan Maya.
"Kenapa, kamu masih tinggal di tempat yang lama kan.?" ucap Kevin
"Tidak kami sudah pindah." ucap Maya.
Maya pindah saat lulus kuliah, dan sekarang rumah yang di beliin Leon juga belom pindah karena ibu Erika belom mau pindah.
"Ya sudah biar aku antar kamu." ucap Kevin.
"Biar aku naik ojek online saja." ucap Maya.
"Kenapa kamu menolak, apa kamu sudah punya kekasih.?" ucap Kevin.
__ADS_1
"Aku... aku... MMM... aku sudah menikah." ucap Maya.
"ooooh, jadi kamu lagi menunggu suamimu.?" ucap Kevin.
"Tidak... " kata Maya...
"Kalau gitu naiklah aku akan antar..." ucap Kevin.
"Aku sudah dekat, jadi biar aku jalan saja." ucap Maya.
"Kenapa May, kita kan teman." ucap Kevin.
Akhirnya Maya tidak menolak dan naik di motor bebek milik Kevin... Motor matic itu pun menuju mengikuti arah yang di tunjukkan Maya 15 menit saja mereka sudah sampai..
"Makasih ya Vin." ucap Maya, mobil Leon ikot masuk saat Maya dan Kevin pamit pada Maya satpam pun membukakan gerbang agar mobil Leon masuk...
"Nyonya selamat datang." ucap pelayan yang lagi asik di dapur...
"Emba ini ada martabak, tolong Emba bagi kan sama yang lain ya, dan yang ini buat keluarga ini." ucap Maya menyerahkan 2 bungkus martabak yang di bawa oleh nya...
"Makasih nona banyak nona." ucap Emba pelayan itu.
Aku tersenyum paa si emba pelayan itu entah siapa namanya karena aku belom sempat mengenal semua isi pelayan di sini dan setiap ruangan yang ada karena aku lebih memilih di kamar Jerry selama mereka ada di rumah ini...
"Aunty..." terima Jerry melihat Maya datang.
__ADS_1