
Di kamar sudah ada Leon yang duduk di tepi ranjang... Maya yang masuk segera mengambil selimut dan berbaring di sofa...
"Jangan karena Jerry dan Jimmy dekat sama kamu, kamu harus ingat posisi kamu." ucap Leon sambil fokus dengan laptopnya.
Maya tidak peduli ucapan Leon iya memilih tetap ingin berbaring... Leon yang merasa tidak di hiraukan oleh Maya, dirinya segera bangkit dan menarik Maya.
"Kamu tidak mendengar aku bicara.?" ucap Leon yang tidak terima di diamkan oleh Maya.
"Tuan, aku capek tidak ada tenaga lagi " ucap Maya, Leon segera melepaskan cengkeramnya.
Maya segera baring di sofa memang hari ini badan Maya terasa capek... Ke esok paginya Maya segera bangun pagi pagi sebelum berangkat kerja dirinya ingin menyiapkan sarapan.
"Nona apa yang anda lakukan.?" ucap seorang pelayan yang melihat Maya lagi merebus kentang.
"Pagi, Emba, sudah tidak apa apa saya harus buat sarapan." ucap Maya tersenyum memberi salam.
Selesai masak Maya segera mandi untuk membersihkan tubuhnya yang berkeringat... Maya melihat Leon yang lagi tidur, selesai mandi Maya melihat Leon uang lagi duduk di tepi ranjangnya sambil mengecek ponsel miliknya.
Tok...
Tok...
__ADS_1
Leon membukakan pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
"Pagi uncle..." ucap Jerry.
"Kalian ngapain.?" ucap Leon heran liat ponakannya ini tumben mengetuk pintu kamarnya...
"Uncle, mana aunty.?" ucap Jimmy.
"Hallo, kalian sudah siap... Mari kita sarapan." ucap Maya pada Jerry dan Jimmy.
"Tuan aku duluan sama Jerry dan Jimmy." ucap Maya... Leon segera masuk kamar mandi... Setelah melakukan ritual di kamar mandi Leon segera sarapan.
"Pagi..." ucap Leon...
"Nenek apa apaan sih, kita sudah melakukan di kamar." ucap Leon.
Selesai sarapan Maya pamit sama nenek untuk pergi kerja terlebih dahulu, sementara Jerry dan Jimmy di antar sama oppa Devan.
"Leon kamu tidak antar istri kamu.?" ucap nenek...
"Tidak nek kita lain arah." ucap Maya... Karena Maya tahu Leon tidak akan mau mengantar ke dirinya pergi kerja.
__ADS_1
Maya selesai pamit pada nenek dan mama Hana serta kakek Daniel... Karena usia kakek Daniel serta nenek Tika yang sering sakit sakitan... Kini mereka lebih banyak me habis kan waktu di rumah saja.
Maya yang lagi berjalan di tepi jalan, tak lama mobil Leon lewat... Melewati Maya yang lagi berjalan untuk sampai ke depan halte.
"Manusia terbuat seperti apa, lihat aku berjalan tidak ada basa basi nya mengajak aku sampai halte." ucap Maya pelan...
Tin... Tin... Tin... suara klakson mobil... Maya menoleh ke arah bunyi itu... Karena memang Billi tinggal satu komplek dengan Leon.
"May, ayok masuk." ucap Billi.
"Kak Billi, baiklah terimakasih kak." ucap Maya...
Leon yang melihat dari kaca spion Karena setelah melewati Maya Leon memperlambat mobilnya... Setelah mengantar Maya ke butik milik Tia Billi segera pergi untuk pergi ke kantornya, tidak lupa Maya bilang terimakasih paa Billi.
"Pagi May... gimana bulan madu sama mas ganteng.?" ucap kak Dinda.
"Pagi kak... Kak kayak tidak tahu aja hehehe, bukan kakak sudah merasakannya.?" ucap Maya.
"Iya, tapi aku mau tau dari kamu." ucap kak Dinda..
"Sama kok kak." ucap Maya.
__ADS_1
"Beda, kamu kan sama mas ganteng..." ucap Dinda.
"Emang suami kakak tidak ganteng .?" ucap Maya.