
Sesampai di rumah utama Wijaya Hana langsung menuju kamarnya yang letaknya di sebelah kamar Denis dan David yang dulu di tempatnya... Meski kamar itu tempat tidur Hana tapi semua pakaian dan barang milik Hana ada di kamar Devan...
"Huft... Rasanya beban ku ringan, semoga bunda dapat mengerti dengan pernikahan ku bersama tuan Devan." ucap Hana menatap photo pernikahannya dengan Devan yang di ambil oleh kak Mira saat mereka lagi di pelaminan.
Sementara di bawah Devan yang baru sampai dari tempat kerja di sambut oleh para pelayan, semua pelayan heran mengapa Devan atau tuan mudanya sudah balik dari kerja sementara ini baru jam 2 siang....
"Siang tuan..." ucap pelayan yang menyambut kedatangan Devan.
"Dimana Hana.?" tanya Devan.
"Nona dikamar tuan." ucapnya sedikit bingung.
Devan langsung menuju kamar miliknya terasa sepi lalu iya pergi ke kemar dimana Hana tempati dulu saat masih bekerja di rumah ini...
Devan langsung membuka pintu tanpa mengetuknya...
"Argh... Tuan.?!" Hana terkejut karena iya hanya memakai pakaian dalam saja sehabis membersihkan dirinya atau mandi..
Devan langsung menutup pintunya... Dengan segera Hana menarik selimut untuk menutupi tubuhnya itu...
"Tuan ada apa.?" tanya Hana yang membuyarkan pikiran Devan entah apa yang Devan pikirkan melihat tubuh Hana wajar saja Devan lelaki normal.
"Pakailah baju mu.!" ucap Devan.
"Tapi anda masih disini." ucap Hana.
"Bukannya kita sudah melakukan dan kamu juga sudah melihat semua nya punya ku, demikian aku juga sudah melihat punya mu." ucap Devan, Hana tak menyangka Devan akan berbicara seperti itu.
Hana hanya diam dan tak bergerak atau berbicara lagi.....
"Kenapa kamu mau melakukannya lagi.?" ucap Devan mulai mendekat...
"TIDAk... " Sontak Hana berteriak, sehingga Devan berhentikan langkahnya... Devan tidak menyangka Hana akan menolaknya.
"Tidak tuan, saya akan pakai baju saya tapi mohon anda membalikan tubuh anda tuan muda." ucap Hana.
__ADS_1
Devan membalikan badannya sedikit kecewa karena Hana memanggilnya tuan muda...
"Aku tidak akan membalikan badan bila kamu masih memanggilku tuan muda." ucap Devan yang tidak jadi membalikan tubuhnya.
"Jadi saya harus memanggil anda apa.?" tanya Hana.
"Seperti sepasang suami istri." ucap Devan..
"Pernikahan kita hanya tinggal 4 bulan lagi tuan." ucap Hana.
"Kamu, apa kamu ingin berpisah sampai kamu menghitungnya.?" ucap Devan sedikit kesal, perlahan Devan mendekat ke Hana.
"Saya hanya tidak ingin menjadi beban anda tuan, saya hanya ingin anda bahagia." ucap Hana.
"Kamu mikirin kebahagian aku.?" ucap Devan.
Hana hanya menganggukkan kepalanya tanya iya...
"Gadis bodoh, bila aku mencintaimu apa kamu masih mau berpisah.?" ucap Devan yang sudah mendekat dan memeluk Hana.
Hana melotot bola matanya membesar mendengar ucapan Devan... Hati Hana sangat senang mungkin dia ingin sekali menari bersama irama detak jantungnya yang sudah seperti drumband.
Hana langsung segera memakai bajunya...
"Astaga hampir saja aku percaya kalo tuan Devan mencintai ku, Hana kamu jangan gerr dulu." ucap batin Hana.
"Tuan, ada apa anda mencari saya." ucap Hana mengingatkan Devan kenapa datang mencarinya.
"Bila kamu masih memanggilku tuan lagi aku akan melakukannya sekarang." ucap Devan.
"Jadi aku harus panggil apa.?" tanya Hana.
"Ya, panggil istri ke suami." kata Devan.
"Apa.?" tanya Hana bingung.
__ADS_1
"Kamu bodoh apa pura pura.?" tanya Devan..
"Apa anda tidak marah bila say panggil anda mas.." ucap Hana.
" apa? Mas.? tidak ada apa panggilan yang bagus.?" ucap Devan kesal.
"Abang.?" ucap Hana.
"Kamu pikir aku tukang bakso." ucap Hana.
"Jadi apa.?" ucap Hana.
"Kamu." kata Devan terhenti karena Hana melanjutkan ucapannya sebelum Devan marah...
"Honey, beb, cinta ku, sweety..." Hana sedikit geli mengucapkan kata itu...
Demikian dengan Devan yang juga merinding mendengarnya...
"Sayang..." kata Hana...
"Boleh juga sayang." kata Devan tersenyum.
"Jadi ada apa sayang kamu mencari ku." ucap Hana sedikit kaku mengatakan kata sayang.
"Tidak ada, aku hanya memastikan bahwa kamu benar sudah balik." kata Devan membuka kemejanya.
"Apa yang ingin anda lakukan tu... sayang maksud ku." ucap Hana.
"Aku mau mandilah, siapkan baju ku." ucap Devan.
"Tapi baju anda, ada di kamar sebelah." kata Hana..
"Bila kamu masih bilang anda... Aku akan menghukum mu." ucap Devan.
Hana hanya diam dirinya sedikit bingung akan sikap Devan hari ini... Bukan sedikit tapi banyak Hana sangat bingung...
__ADS_1
"Baiklah sayang aku akan mengambilkan baju kamu dulu." ucap Hana langsung pergi.
sementara Devan tersenyum kemenangan...