Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
siapa aku.?


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga pun sedih melihat sikap Devan pada Hana.... Sehingga melihat nenek marah besar...


"Devan... Hana itu istri kamu.?" ucap nenek menutup majalahnya lalu berdiri.


Devan terdiam menahan emosinya lalu berbalik ke melihat Hana mendekat ke arah Hana.


"Antar minuman ini ke kamar." ucap Devan.


"Ah baik, nenek dan semuanya Hana permisi." ucap Hana sambil membawa teh hijau hangat milik Devan itu.


Di dalam kamar, Hana melihat Devan yang sedang berdiri di balkon kamarnya...


"Tuan teh nya saya taruh disini." ucap Hana sedikit gugup dan gemetar.


Devan hanya melihat Hana dengan tatapan sulit di artikan... Hana hanya diam menundukkan kepalanya sambil memegang erat nampan yang dia bawa...


"Kamu jangan senang, nenek membela mu bagiku kamu hanya wanita murahan yang menjual diri demi uang." ucap Devan mendekat Hana.


"Banar... Anda benar tuan saya hanya wanita matre menikah karena sebuah uang dan saya juga sangat egois... Siapa aku.? hanya wanita yang tidak tahu malu... Tidak perlu menunggu satu tahun untuk kita berpisah tuan." ucap Hana air mata yang iya tahan kini tidak bisa lagi di tahan lolos begitu saja.


Hana melihat semua yang di siapin olehnya untuk Devan, tapi sayang Devan tidak pernah memakainya atau menggunakan nya menyentuhnya saja mungkin tidak...


****


Hari sudah berlalu tidak terasa sudah dua hari Hana dan Devan diam saja walau satu kamar kadang Hana menunggu Devan sudah tertidur baru dia masuk kamar... Mama Tika juga tahu kok apa yang di lakukan Hana...

__ADS_1


Mama Tika emang sangat kasian pada Hana.


"Apa aku sudah berbuat kesalahan kasian Hana selalu di perlakukan kasar oleh Devan. " Batin mama Tika melihat Hana yang masuk kamar Devan yang memang kamarnya...


Saat Hana masuk dirinya terkejut melihat Devan yang masih duduk di teras balkon kamarnya.


"MMM... Malam tuan anda belom tidur." sapa Hana pada Devan... Devan tersenyum kecil tidak terlihat oleh Hana.


"Kenapa kamu mau menikah dengan aku.?" ucap Devan akhirnya berbicara juga pada Hana istrinya.


"Maaf tuan, saya hanya menghindari agar hutang keluarga saya lunas." ucap Hana gugup...


"heee... Jadi karena uang." ucap Devan senyum yang penuh arti.


Hana pun pergi tidur setelah membersihkan tubuhnya dan mengganti baju tidurnya... Membaringkan tubuh nya di sofa biasa di tiduri olehnya di situlah Hana mengistirahatkan tubuhnya yang ketika lelah...


Tidak begitu lama Hana sudah terlelap tidur dengan pulas...Devan mendekat dan menatap intes setiap sudut di wajah Hana...


"Cantik... " hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Devan walau kecil tapi masih terdengar jelas ..


Hari ini hari libur di rumah hanya ad Devan dan EMBO Tun serta Hana.....


"Embo biar Hana yang bantuin.." ucap Hana.


"Aduh non, biar Embo saja setiap hari non selalu bantu kita." ucap Embo Tun.

__ADS_1


"Mulai deh Embo panggil Hana non lagi,." ucap Hana tanpa sengaja Devan mendengar.


"Kamu kan sudah menikah sama tuan Devan, jadi Embo harus panggil non karena kamu istri tuan Devan." ucap Embo Tun.


"Tapi Hana tetap sama kok." ucap Hana sedih.


( Bagi semuanya aku istri tuan muda Devan, tapi aku sendiri saja tidak tau Siapa aku di matanya, Lihat aku saja tuan muda tidak mau. ) batin Hana merasa sedih tak sengaja menjatuhkan piring yang lagi di cuci...


prang...suara piring pecah.


"Nona tidak apa.?" tanya embo Tun panik melihat piring pecah mengenai kaki Hana.


"Embo maafin Hana..." ucap Hana.


"Sudah biar Embo saja non." ucap Embo Tun.


"Biar kan dia yang bersihkan Embo." ucap Devan yang datang.


"Tapi tuan..." ucap Embo Tun terhenti melihat tatapan mata Devan.


"Kamu harus ingat, kamu disini hanya seorang pembantu di rumah ku, apalagi orang tua ku sudah membayar kamu mahal." ucap Devan lalu pergi meninggalkan Hana.


( Nenek Hana sudah tidak sanggup, apa boleh Hana pulang sekarang. ) ucap Hana pelan sambil menangis.


Tiba tiba suara handphone Hana berbunyi, Hana langsung mengangkatnya.

__ADS_1


__ADS_2