Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 7


__ADS_3

Ketiga pria di dalam sangat tegang melihat handel pintu itu bergerak dan pintu sedikit terbuka...


"Kenapa kalian.?" ucap Tia...


Ternyata yang datang Tia bersama Maya... Gadis yang selalu di bicara kan Tia dan yang di tolong oleh suaminya.


"Huft..." semua membuang napas lega.


"Tidak apa apa sayang." ucap Reza.


"Kamu ngapain kesini.?" tanya Leon.


"Bukannya kamu yang menyuruh aku kesini untuk mengukur jas kamu tuan muda Leon Wijaya." ucap Tia kesal.


" OOO.." kata Leon.


"Kamu mengajak Maya.? " tanya Billi... yang sadar dengan kehadiran Maya.


"Apa kabar.?" tanya Billi pada Maya.


"Baik tuan, terimakasih tuan berkat anda saya punya pekerjaan." ucap Maya.


"Sudah santai saja, sini duduk." kata Billi sambil menepuk di sebelahnya yang kosong.


"Terimakasih." ucap Maya dan duduk di kursi yang singgel di seberang Billi.


Reza hanya ketawa melihat Maya menolak Billi dengan sopan.


"Kamu sudah makan.?" tanya Billi lagi pada Maya.


"Sudah tua.." ucap Maya.

__ADS_1


"Ooh iya kalian makan dulu ini aku bawain... Habis makan baru aku mulai mengukur kamu." ucap Tia ke suami dan ke Leon.


Saat Tia lagi mengeluarkan kotak makan yang di bawanya... Tiba - tiba pintu Leon terbuka tanpa di ketuk oleh tamu yang datang ...


"Leon, kamu telah membuat malu nenek." ucap nenek Tika datang datang marah.


"Mama tenang dulu." ucap Hana di belakangnya..


"Kamu mau sampai kapan anak kamu tidak punya pasangan.?" ucap nenek Tika.


Semua di dalam terdiam... Maya merasa tidak nyaman melihat situasi seperti ini Hana dan Tika melihat ke arah Maya karena Tika dan Hana tidak pernah melihat Maya... Maya memberi hormat pada nenek Tika dan nyonya Hana, dirinya sadar di perhatikan oleh Hana dan Tika.


"Siapa gadis ini.?" tanya Tika.


"Ini Maya nek ." ucap Tia, mengenalkan Maya pada Hana dan Tika.


"Saya Qisera Maya Sari, saya biasa di panggil Maya." ucap Maya mengenalkan diri pada Tika dan Hana.


Semua terdiam, Maya yang tidak mengerti kenapa dirinya yang di bawa bawa oleh nenek Tika.


"Mama sudah tahu kan, sekarang kita pulang saja." ucap Hana... mengajak mertuanya untuk pulang karena Hana mengerti situasinya.


"Tunggu dulu, Kamu nanti malam ke rumah untuk makan... Dan berkenalan dengan kakek Leon juga." ucap nenek Tika pada Maya...


"Ah.." Maya terkejut dirinya tidak mengerti tapi bibirnya terasa kaku sampai tidak bisa mengeluarkan suara.


"Kamu Leon jangan lupa ajak Maya ke rumah." ucap nenek Tika lalu pergi...


"Nenek tenang saja Maya malam ini pasti akan datang bersama Leon, untuk meminta restu dengan kakek Daniel." ucap Billi sebelum nenek keluar dari ruangan Leon.


Setelah nenek pergi suasana jadi Canggu antara Leon dan Maya... Tia sampai tidak mengerti situasi ini sementara Reza hanya diam tapi Bili yang ketawa tawa...

__ADS_1


"Kenapa jadi seperti ini." ucap Tia memecah keheningan..


"Kamu Leon kenapa diam, terus kenapa kamu tidak datang lagi ke kencan buta yang di buat nenek.?" ucap Tia sedikit emosi.


Sementara Maya yang benar benar belom bisa mencerna hanya diam duduk lemes... Karena Maya masih bingung kenapa dirinya di bawa bawa... Yang di pikirkan Maya hanya bagaiman pekerjaannya nanti bagaimana nasib ibu serta adiknya bila dia kehilangan pekerjaannya.


"Maya... May..." ucap Tia menyadarkan Maya yang melamun, sementara Maya yang di panggil diam saja..


"Kak jangan pecat aku." ucap Maya membuka suara membuat semua bingung...


"Siapa yang mau memecat kamu.?" ucap Tia ketawa.


"Ah... Maaf." kata Maya.


Leon menatap Maya sedikit tajam, Maya yang sadar di tatap Leon dirinya menundukkan Kepalanya dalam seakan ingin menjadi se ekor kura kura yang bersembunyi di cangkang nya..


"Jadi bagaimana ini, kenapa Maya jadi di bawa bawa." ucap Tia sedikit emosi karena Tia kasian dengan Maya.


"Kamu tenang saja sayang... Jadi biarkan saja Maya ke rumah Leon." ucap Reza.


"Aku setuju, walau aku tidak rela Maya menikah padanya." ucap Billi.


Leon menatap Billi... Sementara Billi sadar akan tatapan sahabatnya yang dari tadi diam saja.


"Tapi ini jalan satu satu nya biarkan Maya ikot dulu kita selanjutnya apa ke putusan nenek dan yang lain setelah melihat Maya." ucap Billi lagi.


"Kali ini aku setuju dengan Billi." kata Reza...


Aku setuju juga, tapi bagaimana dengan Maya.?" ucap Tia...


"Aku..." ucap Maya juga bingung kenapa dirinya di bawa bawa.

__ADS_1


__ADS_2