
Selesai makan malam di kediaman Dermawan... Sedikit berbeda karena tidak ada Hana... Denis selalu menanyakan Hana pada mami nya Nayla membuat Nayla sudah tidak tahu harus jawab apalagi...
"Van, apa kamu tidak mau jemput Hana pulang.?" tanya Nayla yang akhirnya buka suara...
"Dia pasti akan pulang sendiri." kata Devan santai lalu pergi ke kamarnya.
"Anak itu." ucap nenek Jenni.
"Tika kamu urus anak kamu." kata nenek Jenni lagi pada mantunya itu.
"Iya mah..." kata mama Tika lalu pergi meninggalkan mereka semua ke kamar devan.
Tok... Tok...
"Van... Boleh mama masuk." kata mama Tika di luar pintu, di balik pintu Devan pun bersuara mempersilakan mama nya masuk...
"Mama mau bahas masalah Wanita itu." ucap Devan.
"Istri kamu Van, Hana istri kamu." ucap mama Tika.
"Tapi mah, dia hanya memanfaatkan kita wanita itu hanya butuh uang." ucap Devan.
"Mama yakin kamu sudah tahu alasan dia menikah sama kamu, mungkin mama juga akan berbuat yang sama dari pada mama harus menikah dengan kakek yang sudah bai tanah istri banyak... tidak akan mikir panjang mama juga akan nikah sama kamu." ucap mama Tika.
__ADS_1
"Mama bicara apa.?" ucap Devan kesal.
"Van, kalau mama sih tidak masalah kamu batal nikah, tapi mama kasihan nenek dan ayah kamu pasti mereka akan malu pada semua tamu undangan yang datang... Kamu Bayangi saja wanita itu meninggalkan kamu Devan Dermawan putra pemilik Dermawan group di tinggal oleh seorang wanita di hari pernikahannya." ucap mama Tika.
"Mau di taruh mana muka, nenek dan papa kamu saat itu.?" ucap mama Tika lagi.
"Saat itu juga di mana batas Hana dengan kakek Yanto, Hana juga harus menikahinya karena tidak bisa membayar hutang." ucap mama Tika.
"Hana tahu, kamu tidak mencintainya pasti kamu tidak akan berbuat macem macem pada dirinya, mungkin bisa Hana sama kakek Yanto dia sudah di macem macemin." kata mama Tika.
"Mama apa apaan sih." kata Devan.
"Ya... Mama juga ragu putra mama normal apa ngak ya." kata mama Tika.
"Nenek Ayu, makin kritis dan Hana menjual rumahnya untuk biaya nenek nya..." ucap mama Tika lalu pergi dari kamar Devan...
Selama ini Devan juga merasa ada yang kosong, entah apa karena Hana... Walau Hana pikir Devan sudah tidur saat dirinya masuk kamar padahal belom Devan hanya pura pura tidur...
Devan melihat foto pernikahan dirinya pada Hana... Yang di simpan olehnya di laci meja tempat tidur...
"Maaf..." sambil mengusap wajah Hana di foto itu... Ya Devan juga ada memfoto Hana diam diam saat lagi main sama Denis.
...******...
__ADS_1
Pagi ini cuaca mendung Devan segera pergi ke kantor pagi pagi sekali tidak ikot sarapan pada anggota keluarga yang lain...
"Embo, kemana Devan.?" tanya nenek Jenni.
"Tuan, pergi tadi pagi pagi sekali nyonya besar." kata Embo Tun.
"Kemana anak itu pagi pagi ini.?" kata nenek Jenni.
"Sudahlah nek biarkan saja itu anak sudah besar juga." ucap Derry.
"Nayla, bagaimana info kabar nenek nya Hana.?" tanya mama Tika.
"Kemaren sudah operasi, Hana menjual rumahnya." ucap Nayla.
"Mama kasihan sama anak itu, apa biarkan saja Hana dan Devan bercerai.?" ucap mama Tika lalu di sambut protes oleh semuanya.
"Mama... " ucap papa Daniel, Derry dan Nayla. bersamaan dengan nenek Jenni juga...
"Tika..." ucap nenek Jenni.
"Ya habis, lihat saja Hana punya suami yang kaya raya tapi apa kita tidak bisa bantu dia juga tidak mau, Devan harusnya bantu Hana tapi apa.?" kata mama Tika.
"Papa yakin Devan akan cinta pada Hana... apalagi sudah beberapa lama dia menikah sikap Hana juga sangat sabar padanya." ucap papa Daniel.
__ADS_1
Semua setuju dengan ucapan papa Daniel walau sedikit ragu...