Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Aku bukan Mama nya...


__ADS_3

Devan merasa resah entah cemburu atau kesal pada Toni suami dari sahabatnya itu... Yang selalu mengajak Hana berbicara apalagi anaknya selalu memanggil Hana mama dan menempel pada Hana terus... Oma Fitri menyadari itu tapi dia juga tidak ingin membuat cucu nya sedih di hari ulang tahun nya yang ke 4thn ini...


"Kenapa anak mu selalu memanggil istriku mama nya.?" ucap Devan yang akhirnya buka suara karena rasa penasarannya juga....


"Maaf ya nak Devan... Ini salah saya." ucap nyonya Tini..


"Maksud anda.?" tanya Devan, sebenarnya Hana juga penasaran hanya saja dari tadi Dania selalu minta gendong padanya dan bercerita terus ....


"Apa sebaiknya kalian menikmati dulu hidangan ini, nanti biar di jelaskan setelah acara." ucap Oma Fitri memotong pembicaraan mereka...


Akhirnya Devan menurutinya mengambil beberapa hidangan Hana yang selalu di ikuti Dania membuat dirinya bingung... Ya walau Devan kesal di sana Devan bertemu beberapa sahabatnya yang lain sehingga membiarkan Hana bersama Dania dan kawan kawannya...


"Van, kenapa istri kamu bisa dekat sama anak Naomi.?" ucap salah satu sahabatnya mereka.


"Iya apalagi anak itu dari tadi aku dengar memanggilnya mama, terus juga sedikit dekat dengan Toni walau istri kamu jaga jarak." ucap Gerry.


"Entahlah, aku juga bingung..." ucap Devan...


Hana mengajak Dania menjauh dari Toni karena dirinya tidak nyaman berada di dekat Toni... Devan menghampiri Hana...

__ADS_1


"Nia... Apa boleh Om bawa pulang dulu Tante Hana .?" ucap Devan menahan emosi...


"Nia, ngk mau jauh dari mama lagi." ucap Nia sedih...


Devan dan Hana yang kebingungan melihat tingkah Dania...


"Ada apa ini.?" ucap Oma Fitri.


"Kami ingin balik tapi Dania... tidak memberi izin.." ucap Devan..


"Nia, izinin kok kalau om mau balik... Nia tidak mau om bawa mama Nia." ucap Nia membuat Devan terkejut...


"Nak Devan sabar..." ucap nenek Fitri...


"Nyonya saya tidak mengurangi rasa hormat saya pada anda, bisa jelaskan ini semua.?" ucap Devan pada Oma Fitri...


"Yang harus jelasin Tini bukan saya." ucap Oma Fitri kesal.


"Huft..." Devan membuang napasnya...

__ADS_1


"Emang kamu nggak bisa apa nunggu sampai acara selesai." ucap Oma Fitri.


Devan menarik tangan Hana dan mengajaknya duduk di salah bangku, Dania mengikutinya... Toni yang melihatnya tidak bisa apa apa karena dirinya lagi berbicara dengan tamu undangan salah satu dari rekan kerjanya...


"Itu bukan tuan Devan Wijaya.? " tanya rekan kerja Toni yang mengenal Devan...


"Kamu mengenalnya, dan mengundangnya juga." ucap rekan kerjanya Toni lagi bernama Agus.


"Iya, Devan adalah sahabat dari almarhumah istri saya." ucap Toni...


"Oooo.... Aku ingin kerjasama pada nya tapi selalu saja di tolak aku rasa... kalau kamu yang bilang Devan mau, buktinya anak kamu juga dekat padanya." ucap Agus kepada Toni...


Toni hanya diam karena dirinya memang tidak begitu dekat pada Devan apalagi semenjak istrinya meninggal Toni jarang bertemu Devan... Mengundang Devan karena Oma Fitri yang memberi undangan pada Roby asisten Devan..


Devan datang juga pasti karena masi menghormati Naomi sahabat baiknya itu walau sudah meninggal Devan sangat menghargai persahabatan mereka selama ini...


Devan sangat asik dengan ponselnya yang memang dari tadi selalu menerima telepon walau begitu tangannya tidak pernah melepas tangan Hana yang duduk di sebelahnya... sambil menerima telepon dan membalas pesan pada Roby atau rekan kerjanya yang lain...


"Kenapa om ini selalu memegang tangan mama, om lepasin nanti Nia bilangin papa Nia." ucap Nia kesal sambil merangkul tangannya di dada nya tanda marah...

__ADS_1


__ADS_2