
Leon hanya bisa diam melihat istrinya menangis, sebenarnya tidak tega melihat kondisi Maya yang hamil dengan perutnya yang sudah mulai membesar... Leon menatap perut itu...
"Kamu istirahatlah, besok kita akan bicara lagi." ucap Leon.
Maya hanya diam... Dia juga tahu kondisinya sekarang Maya sangat tidak mau terjadi apa apa pada anaknya, dirinya tidak boleh egois juga membiarkan Leon berpisah pada anaknya tapi Maya tidak mau anaknya di rawat wanita lain...
"Makanlah..." ucap Leon karena salah satu suster mengantar makan buat Maya.
"Biar aku bantu." tawar Leon tapi Maya menolak.
Maya merasa canggung dengan sikap Leon sekarang, Maya menolak di suapin oleh Leon suaminya itu, Leon menurut memperhatikan Maya yang makan siapa tahu dirinya di butuhkan...
"Apa nada tidak makan tuan.?" ucap Maya.
"Nanti Reza dan Tia akan datang kesini membawakan aku makan." ucap Leon.
Maya hanya menganggukkan kepalanya, lalu melanjutkan makan nya lagi karena memang saat ini dirinya sangat lapar sekali apalagi di dalam perutnya ada sebuah nyawa yang sedang di lindungi oleh dirinya.
"Apa ada yang ingin kamu makan.?" tanya Leon.
"Iya." ucap Maya..
"Baiklah aku akan suruh Reza bawakan sekalian." ucap Leon lalu menghubungi Reza.
__ADS_1
Setelah menyebutkan beberapa makanan kepada Reza Maya terdiam karena mendengar apa yang di pesan oleh Leon...
"Banyak sekali tuan.?" tanya Maya.
"Kau takut nanti anak kita tidak cocok, jadi aku pesan beberapa makan buat di pilih." ucap Leon.
"Tuan terimakasih , tapi anda bisa bersikap seperti biasa karena sikap anda sekarang membuat aku tidak nyaman." ucap Maya.
Leon menghampiri Maya dan duduk di samping tempat tidurnya...
"May, maafkan aku... " ucap Leon...
" Aku hanya minta kamu percaya sama aku, dan aku sama Vanessa tidak ada hubungan... Maaf aku tidak bisa jelaskan apapun pada mu tapi percayalah pada ku." ucap Leon.
Maya tidak menyambut ciuman Leon Maya hanya membiarkan Leon menikmati bibirnya... Setelah menyudahinya Leon menatap lembut Maya lalu menciumnya lagi.
"Aku butuh kamu disisi ku, aku takut saat aku balik tidak melihat kamu." ucap Leon.
Maya terdiam mendengar ucapan Leon... Karena seperti mimpi tidak menyangka Leon akan berbicara seperti ini pada dirinya.
"Maafkan aku..." ucap Leon lagi... Ini sudah 3x Leon bilang kata maaf pada Maya.
" Tapi aku tuan." ucap Maya.
__ADS_1
"Kasih aku kesempatan Maya, aku mohon beri aku kesempatan 1 kali ini saja Maya." ucap Leon memohon.
Maya hanya menganggukkan kepalanya... Bahwa dia sudah memaafkan Leon setelah Maya memperhatikan mata Leon yang tulus...
"Terimakasih sayang." ucap Leon mencium kening Maya.
"Aduh sayang kita masuk salah jam ni." ucap Tia yang baru masuk...
"Kak Tia." ucap Maya memberi salam.
"May... Kenapa dengan kamu.?" ucap Maya memeluk Maya yang lagi duduk di ranjang.
"Semua pasti kamu." ucap Tia menatap Leon.
"Kamu ngapain kesini.?" tanya Leon.
"Aku kesini untuk memastikan kamu tidak akan menyakitkan Maya." kata Tia.
"Apa yang Kaka bawa." ucap Maya agar kak Tia tidak marah lagi.
"Aku bawa makanan kesukaan kamu, lihat aku ada beli jus jambu yang kamu suka." ucap Tia mengeluarkan gelas plastik berisi air warna pink itu.
Maya senang karena emang semenjak hamil Maya suka banget sama jus jambu pink itu.
__ADS_1