Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 58...


__ADS_3

Malam tiba setelah makan malam, karena sudah terbiasa tidak langsung tidur Leon memilih duduk di teras... Sementara Maya duduk di ruang tengah menonton televisi bersama Sania.


"Nak Leon kenapa kamu di luar.?" ucap ibu Erika menghampiri sang menantu, baru kali ini Bu Erika bisa dekat dengan menantunya.


"Saya lagi mengecek pekerjaan." ucap Leon yang memang lagi asik dengan ponselnya.


"Boleh ibu bicara sebentar." ucap Bu Erika lalu duduk di kursi sebelah Leon.


"Silakan Bu..." ucap Leon lalu memasukan ponselnya...


"Terimakasih atas semuanya, rumah ini atas sikap mu pada Maya." ucap ibu Erika lalu menatap lurus ke depan.


"Ini hal yang wajar Bu." ucap Leon ..


"Sejak aku dan ayahnya bercerai Maya sudah harus menghadapi hidup tak wajar di usianya, dia tidak punya banyak temen karena sibuk membantu ku bekerja." ucap Bu Erika meneteskan air mata mengingat nasib putrinya itu...


"Aku sempat khawatir akankah Maya senasib dengan ku, pernikahan nya akan hancur... Sekarang tuhan telah menjawab doa ku... Tolong nak Leon jangan pernah sakiti Maya lagi walau dia terlihat kuat tapi sebenarnya Maya lemas, aku sering mendengarnya menangis." ucap Bu Erika.


"Saya janji saya akan mencintai dan menjaga Maya." ucap Leon.


"Ibu percaya sama kamu nak Leon..." ucap Bu Erika.

__ADS_1


"Masuklah dan istirahatlah sudah malam." ucap Bu Erika lalu pergi meninggalkan Leon sendiri.


"Iya Bu, sebentar lagi." ucap Leon.


Akhirnya Leon masuk lalu menghampiri sang istri yang lagi asik nonton dan duduk di sebelah Maya... merangkul Maya untuk bersandar di dadanya.


"Kamu belom ngantuk.?" tanya Leon sambil mengusap pucuk pala istrinya...


"Belom, apa mas sudah mengantuk.?" tanya Maya balik.


"Belom juga, aku temenin kamu nonton..." ucap Leon...


Walaupun ranjang milik Maya tidak sebesar milik nya tapi setidaknya nyaman dan muat untuk mereka berdua...


"Terimakasih anda sudah mau menginap disini." ucap Maya saat mereka sudah baring di atas tempat tidur.


Leon menarik Maya agar masuk ke dalam pelukannya...


"Aku mencintai mu..." ucap Leon lalu mencium kepala Maya.


"Aku juga mencintai mu mas." kata Maya lalu melihat ke Leon.

__ADS_1


Leon langsung mencium bibir Maya... Maya hanya tersenyum dirinya merasakan ketulusan hati Leon...


"Walau ini hanya mimpi aku sudah senang." ucap Maya lagi.


"Ini bukan mimpi, aku selama nya akan selalu menjaga kamu dan anak kita." ucap Leon.


"Besok kita ke rumah nenek ya, Aku kangen sama mereka." ucap Maya.


"Iya aku ikot saja apa kata tuan putri.." ucap Leon sambil.mencubit hidung Maya yang sedikit mancung itu.


Maya tertidur di pelukan Leon... sebagai tangan Leon yang menjadi bantal untuk Maya, sudah lama Maya menginginkan tidur yang di peluk oleh sang suami... Pagi tiba Maya membuatkan sarapan untuk Leon yang ingin berangkat kerja...


"Bu, hari ini Maya dan mas Leon mau balik kami mau ke rumah nenek Tika." ucap Maya.


"Jadi kakak tidak menginap lagi disini.." ucap Sania.


"Kapan kapan kita pasti akan menginap lagi disini." ucap Leon.


"Janji ya kak, ajak kak izinin kak Maya menginap disini." ucap Sania senang.


"Bagaimana kalau kalian pindah ke rumah kami." ucap Leon sambil memasukan nasi ke mulutnya... Maya bingung menatap Leon karena satau Maya hanya ada apartemen yang tidak luas.

__ADS_1


__ADS_2