Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Hening...


__ADS_3

Kejadian malam itu membuat Hana terpukul, sangat terpukul dan kecewa... Menangis hanya bisa menangis itu yang bisa Hana lakukan Hana tahu menangis seperti apapun dirinya tetap saja tidak bisa membalikan semua yang terjadi.


Devan tahu Hana menangis di dalam kamar mandi.


"Astaga apa yang aku lakukan.?" ucap Devan yang melihat bercak darah di sprei... Devan berusaha mengingat apa yang terjadi semalam dengan dirinya dan istrinya itu.


Devan sudah ingat ke jadian itu iya sangat kecewa dan menyesal dengan apa yang dirinya perbuat ke pada Hana... Sambil mengucek kepalanya rasa kecewa.


crek... suara pintu kamar mandi terbuka Hana yang keluar dari kamar mandi.


Devan melihat Hana, lalu melewati Hana masuk ke kamar mandi.


Selesai mandi dan setelah sarapan mereka pun balik, dari dalam kamar hingga di dalam mobil sepanjang jalan Devan dan Hana hanya diam dengan pemikiran mereka masing masing, Hana yang tidak sarapan Devan yang tiba - tiba dingin kembali...


Sesampai di rumah Devan langsung turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya, Hana yang di tinggal begitu saja oleh Devan sungguh Devan kembali dingin bahkan ini lebih parah...


"Apa, tuan merasa jijik pada ku.? Kenapa sekarang dia yang seakan marah... Yang seharusnya marah kan aku.?" gumam Hana yang bingung akan sikap Devan..


"Tidak ada kata minta maaf." gumam Hana.


Kedatangan Hana di sambut oleh Denis dan David... Mereka langsung memeluk Hana melepas kangen padahal baru di tinggal 1hari aja.


"Bunda, bunda nggak bawa oleh - oleh.?" tanya Denis.


"Maaf ya sayang bunda lupa." ucap Hana sambil menjewer kupingnya.

__ADS_1


"Nanti di marahin nenek." ucap David.


"Nanti, bunda janji akan beliin kalian hadia." kata Hana.


"Kamu sudah balik.?" tanya mama Tika yang tiba - tiba muncul.


"Pagi mah... " Sapa Hana memberi hormat pada mertuanya itu.


"Kamu sudah sarapan sayang.?" kata mama Tika lagi.


"Belom, tapi anak belom lapar Ma." jawab Hana.


Dikamar Devan yang langsung ke ruang ganti untuk pergi ke kantor. Selesai berpakaian Devan turun pamitan pada wanita yang melahirkannya, sementara Hana di lewatkan begitu saja oleh Devan seakan tidak ada Hana istrinya itu...


Entah apa yang terjadi pada Devan, semenjak kejadian itu Devan lebih banyak diam dan berubah banyak...


Hana pamit pada mertuanya untuk ke kamarnya.


"Mama, Hana ke kamar dulu." ucap Hana pamit pada mama mertuanya.


Dikamar Hana merapikan walau sebenarnya kamar sudah sangat rapi tadi Devan menyuruh salah satu pelayan merapikan saat dirinya mau keluar kamar. Hana mengambil foto Devan.


"Tuan, kenapa anda jadi membenci saya lagi? rasanya saya ingin mengulangi lagi tidak ingin ke pantai... Dulu saat ke pantai saya kehilangan papa, sekarang ke pantai anda menjadi lebih diam." ucap Hana di foto suaminya itu.


Selesai beres beres di kamar Hana turun ke dapur duduk bersama para pelayan di sana Hana mendengar cerita para pelayan Hana pun ikot ketawa bersama mereka, entah apa di benak Hana tiba tiba Hana membuka kulkas lalu mengeluarkan beberapa bahan yang di butuhkan olehnya di dalam kulkas.

__ADS_1


"Mau buat apa non.?" tanya Tanti pelayan yang masih sangat muda.


"Mau buat siomay, emba." ucap Hana.


"Boleh saya bantu non.?" ucap Tanti menawarkan diri.


Hana hanya tersenyum tanda setuju...


"Boleh kalo kamu mau." ujar Hana.


Tanti membersihkan beberapa bahan sementara Hana menyiapkan bahan lainnya. Setelah beberapa lama akhirnya jadi juga yang di buat Hana... Menghidangkan makanan yang di buat Hana...


"Kamu buat apa sayang.?" tanya mama Tika.


"Siomay dan dimsum mah." ucap Hana..


"Boleh mama coba.?" ucap mama Tika.


"Boleh mah, silakan." ucap Hana.


"Tanti, tolong ambil tempat makan bungkus ini." ucap mama Tika.


"Mama mau keluar.?" tanya Hana.


"Ngak... kamu yang pergi antar ini ke Devan." ucap mama Tika.

__ADS_1


Hana hanya diam mendengar ucapan mama Tika.


__ADS_2