Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 47...


__ADS_3

Aku hanya bisa menangis tanpa suara sambil memegang dada ku yang terasa sakit sekali... Sementara Leon menepikan mobilnya membiarkan aku menangis.


"Tuan apa salah saya.? kenapa anda membenci saya.?" ucap ku sambil menangis... Leon langsung melihat ke arahku... Aku tidak tahu kenapa Leon sangat membenci ku mungkin teh tadi kalau bukan dari ku andai teh itu bukan dari ku pasti Leon sudah meminumnya.


Karena walau baru hampir satu bulan aku merasa aku sudah kenal dirinya dan apalagi cerita dari kak Tia... Bahwa Leon itu orang yang baik, entah mengapa hanya padaku Leon membenciku.


...#####...


Tiga bulan kemudian, aku yang masih mual mual pagi ini membuat aku izin tidak masuk kerja.... Leon belom memberi tahu keluarganya tentang kehamilan ku... Dan siang ini mama Hana akan mengajak ku menjenguk kak Devi yang baru lahiran.


"May, kenapa kamu tidak kerja hari ini.?" ucap mama Hana.


"Iya mah aku hanya merasa tidak enak badan mah..." ucap ku yang lagi merapikan meja makan. Semua sudah berangkat kerja.


"May... Perut mu.?" ucap mama Hana mendekat dan ingin menyentuh perutku tapi aku menghindar.


"Kenapa mah...?" ucap ku menghindar mama Hana, aku yakin mama Hana curiga pada ku karena tubuhku yang kecil, walau tiga bulan belom besar tapi aku merasa sudah kencang.

__ADS_1


"Tidak apa apa.,kalau kamu tidak bisa ikot juga tidak apa apa May." kata mama Hana.


"Aku ikot mah." ucap ku... Karena kesempat sekalian aku periksa... Aku hamil tapi aku tidak bisa bermanja manja pada suamiku, semua aku lakukan sendiri Leon yang sudah tidak banyak bicara pada ku saat aku bertanya hanya akan jawab "Hmmm" tidak lebih tidak kurang.


"Baiklah kalau gitu." ucap mama Hana.


Aku segera ke kamar ke atas untuk mengambil tas milik ku... Sekarang aku hanya pakai legging dan kaos yang sedikit gede dari ukuran ku...


"May, apa kamu tidak sekalian sajannanti periksa." ucap mama Hana. Kami sudah di dalam mobil menuju ke rumah sakit.


"Aku baik baik saja mah." ucap ku, emang rencana ku ukir adalah untuk periksa tapi aku tidak ingin mama Hana dan nenek Tika tahu bahwa aku hamil.


"Ah... Biar aku sama Leon saja." ucap ku gugup.


Mereka tahunya aku dan Leon baik baik saja karena setiap mau berangkat kerja Leon akan mencium keningku, kami seperti sepasang suami istri yang bahagia bila di hadapan nenek Tika.


"Han, telepon Leon untuk kerumah sakit..." ucap nenek Tika...

__ADS_1


"Tidak usah nek, baiklah aku akan periksa duluan biar Leon menyusul lain waktu saja." ucapku pasrah.


Akhirnya kita sampai di rumah sakit aku mendaftarkan diri ke dokter kandungan untuk di periksa... Setelah antrian ke 5 tiba giliran ku, hari ini pasien dokter sedikit karena hari Jumat.


Aku pun baring sesuai arahan dokter, suster yang membantu dokter itu mulai menuangkan gel ke perutku yang terasa dingin. Perhata dokter mengecek perutku sambil menceritakan janin ku... Aku lihat nenek tikas senang sampai meneteskan air mata.


"Bayi nya sehat, ibu harus jaga pola makan dan jangan terlalu stres ya Bu." ucap dokter...


"Baik dok." kata ku... Sementara nenek Tika menahan diri agar tidak berteriak senang...


"Han, Maya hamil kamu akan jadi Oma lagi." ucap nenek Tika..


"Iya mah... Hana tahu." ucap mama Hana.


"May, jangan kasih tau Leon kita akan beri kejutan untuknya." ucap nenek Tika... Membuat ku sedih karena berbohong pada beliau...


( Sayang sekali nek, Leon sudah tahu tapi dia tidak pedulie. ) ucapku dalam hati...

__ADS_1


"May aku akan telepon Tia agar kamu boleh berhenti kerja di tempatnya." ucap Nene k Tika.


"Jangan nek, aku masih ingin bekerja.


__ADS_2