
Jerry yang senang melihat aku datang langsung memeluk diri ku... Aku senang Jerry menyukai diriku.
"Wah, kamu sudah mandi ya.?" ucap Maya mensejajarkan diri nya dengan Jerry...
"Iya, kata Oma aunty sudah datang." kata Jerry...
"Oma.?" ucap Maya heran karena dari tadi Maya tidak melihat sekeliling di rumah hanya ada pelayan... Leon saja sudah masuk kamar.
"Iya, Oma lagi di kamar aunty." ucap Jerry.
"Ooh...ucap Maya, aunty bawa martabak kamu mau.?" ucap Maya pada Jerry.
"Mau...Tapi nanti kalau sudah makan ya aunty." ucap Jerry..
"Iya sayang." ucap Maya. Maya pun mengajak Jerry ke kamar nya karena Maya sudah tidak tahan terasa lengket tubuhnya karena keringat.
Tok...
Tok...
Tidak lupa Maya mengetuk pintu karena takut di kamar Leon lagi tidak memakai baju... Makanya Maya memberi tahu bahwa dirinya akan masuk.
"Kenapa aunty ketuk pintu kamar sendiri.?" ucap Jerry.
Maya hanya tersenyum pada Jerry... Tidak ada jawaban Maya langsung membuka pintu ternyata tidak di kunci oleh Leon.
"Kenapa aunty.?" ucap Jerry yang heran liat gerakan aku seperti sedang hati hati dan mengintip.
__ADS_1
"Tidak apa apa sayang." ucap Maya.
"Uncle... ada di ruang kerjanya aunty." ucap Jerry.. Maya merasa malu ternyata Jerry sudah tahu gerak gerik Maya...
"Ya sudah, kamu duduk sini aunty mandi dulu." ucap Maya tersenyum lalu mencium pipi gembul Jerry dan langsung masuk kamar mandi.
Leon masuk melihat Jerry yang duduk diam di sofa.
"Kenapa kamu disini.?" ucap Leon pada Jerry...
"Aunty suruh aku tunggu disini." ucap Jerry...
cekrek.... suara pintu kamar mandi terbuka, terlihat Maya yang sudah rapi lengkap dengan baju yang sudah di pakai di kamar mandi Dres warna kuning yang sangat cocok di pakai Maya, Leon hanya diam melihat Maya...
"Aunty cantik, cantik sekali." ucap Jerry menyadarkan Leon.
"Uncle, cepat mandi Jerry sudah lapar." ucap Jerry sambil memegang tangan Leon lalu pergi ikot Maya..
"Ah... Baik." ucap Leon yang tersadar, segera masuk kamar mandi.
Semua sudah berkumpul di meja makan... Bibi yang dari tadi bulak balik mengambil yang di butuhkan para majikan nya...
"May, tadi kamu pulang dengan siapa.?" tanya nenek Tika.
"Dengan temen sekolah aku nek..." ucap Maya.
"Lalu martabak yang kamu bawa." ucap nenek Tika lagi.
__ADS_1
"Aku yang memberinya nek, saat aku ingin menyeberang aku bertemu teman aku nek." ucap Maya.
"Kenapa Leon tidak menjemput kamu.?" ucap kakek Daniel.
Merasa namanya di sebut Leon pun melihat dan saat ingin bicara Maya langsung berbicara...
"Leon tadi mau menjemput kek, tapi aku bilang aku ingin pulang lebih dulu dan naik angkot kek." ucap Maya.
"Lain kali kalau kamu tidak mau di jemput Leon kamu telepon ke rumah biar supir yang akan menjemput kamu." ucap kakek Daniel...
Maya hanya diam saat kakek bicara seperti itu dirinya sudah takut tidak tahu harus bicara apa lagi... Sementara Leon hanya diam mama Hana hanya tersenyum pada ku...
Kami semua makan dan aku kadang membantu Jerry karena anak itu sedikit kesulitan untuk makan... Aku juga menyuapi Jerry untuk makan selesai makan semua meja di rapikan pelayan, saat aku ingin membantu pelayan kakek mencegahnya...
"Baik kek..." aku menurut...
"Seandainya Jerry punya mami..." ucap Jerry.
"Kenapa sayang." tanya ku...
"Pasti ada yang bantuin Jerry, seperti aunty kenapa aunty tidak jadi mami Jerry saja." ucap Jerry semua menatap Jerry...
"Kamu bisa suruh papi nikahi mis Tiara saja buka kamu suka mis Tiara juga." ucap Jimmy.
"Papi saat itu marahi mis Tiara." ucap Jerry. yang lagi duduk di pangkuan Maya.
"Di dalam perut aunty Maya lagi ada anak uncle Leon... jadi aunty Maya tidak bisa jadi mami kamu." ucap nenek Tika.
__ADS_1