
Jam selalu berjalan tidak terasa perbincangan antara Nayla kakak ipar Hana saat ini, sudah harus berakhir karena rasa ngantuk dan letih akibat aktifitas mereka seharian...
Hana walau sudah menjadi istri Devan nona muda di rumah Dermawan tetap saja Hana masih di repotkan oleh kedua ponakannya David dan Denis yang masih selalu ingin nempel dengan dirinya...
"Ngak mau Enis mau sama Tante Hana..." ucap Denis di pagi hari yang sudah membuat kehebohan di pagi hari ini.
"Den Denis sama kak Sari ya." ucap Sari merayu Denis...
"Emba, ada apa.?" tanya Hana yang menghampiri Denis di kamarnya.
"Ini non, Denis mau sama non..." ucap Sari.
"Ooh gitu... oke, Denis mau sama Tante.?" tanya Hana yang mendekat ke Denis.
"Iya..." ucap Denis...
Hana langsung memandikan Denis senang yang terpancar di wajah Denis saat di mandikan Denis... Selesai ritual memandikan Denis Hana lalu mengajak Denis untuk sarapan bersama...
"Van, mana Hana.?" tanya nenek.
Devan hanya menaikan pundaknya untuk menjawab pertanyaan nenek Jenni tanda bahwa dirinya tidak tahu.
"Van kalau di tanya jawab." ucap mama Tika.
"Devan tidak tau nek, lagian dia ada kaki." ucap Devan acuh sambil mengambil sepotong roti lalu menaruhkan selai... Mendengar suara Denis Devan langsung bangkit karena Devan tau pasti Hana istri nya bersama Denis.
"Aku pergi dulu nek." ucap Devan bangkit.
"Van..." ucap nenek kesal...
__ADS_1
Devan dan Hana berpapasan tapi Devan tidak melihat ke arah Hana istrinya dirinya hanya menegur Denis lalu pergi menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan...
( Tuan, segitu bencinya anda padaku sampai tidak ingin Lihat Aku...? ) batin Hana berbicara sambil menatap punggung suaminya yang menaiki mobil dan tak terlihat lagi...
"Mami... Oma, nenek...." Teriakan Denis menghampiri meja makan...
Hana pun sadar oleh lamunannya...
"Pagi, maaf saya terlambat." ucap Hana meminta maaf pada semua anggota keluarga Dermawan yang sudah duduk di kursi masing masing di meja makan.
"Sudah tidak apa apa, ayok duduk ." ucap Nayla yang mempersilakan Hana duduk.
"Hana kenapa.?" tanya Dery Kakak iparnya suami kak Nayla.
"Tidak apa apa kak.?" ucap Hana gugup.
"Han... Bicaralah anggap aku mama kamu sayang." ucap nyonya Tika.
"Bagaimana kamu dan Devan.?" nenek Jenni membuka percakapan...
"Baik nek..." kata Hana.
"Syukurlah, papa pikir Devan bersikap kasar sama kamu." ucap papa Daniel.
"Uhukk...TI... tidak pah aku baik sama tuan Devan." kata Hana...
"Permisi saya sudah selesai." Hana pamit walau bagaimana Hana masih merasa gugup pada keluarga barunya itu... Yang dulu adalah notabenenya mantan majikannya.
Sarapan pagi ini selesai sarapan dengan rasa gugup serta kesal di wajah nenek akan ulah cucunya Devan..
__ADS_1
Devan pulang kerja pukul 7 malam hampir saja Devan melewatkan makan malamnya, selesai mandi Devan langsung ikot bergabung makan malam bersama keluarganya. Hari ini Hana istrinya yang memasak makan malam keluarga Dermawan atas permintaan David dan nenek Jenni.
"Van bagaimana makanannya.?" tanya nenek...
"Enak, tapi ini seperti bukan masakan Embo Tun." ucap Devan selesai menghabiskan makan malamnya.
"Iya ini masakan istrimu Hana." ucap nenek...
"Nenek emang tidak salah pilih calon istri buat kamu Van." kata papa Daniel.
"Terimakasih aku sudah selesai." kata Devan lalu pergi keruang tv...
"Han, biarkan sari, dan EMBO Tun merapikan ini." kata mama Tika.
"Biar, mah Hana bisa kok.." ucap Hana.
"Nanti kamu capek." kata mama Tika lagi.
"Tidak mah, sudah mama duduk saja nanti Hana siapkan teh hijau." kata Hana...
"Kamu ni ya... Okelah, Devan pasti mau di tidak suka pakai gula." kata mama Tika lalu pergi meninggalkan mantunya.
Di ruang keluarga televisi menyalah tapi semua sibuk pada ponselnya hanya kak Nayla yang fokus pada kedua putranya... nenek yang membaca majalah kak Dery yang sibuk pada laptopnya papa yang fokus pada acara tv mama Tika yang lagi asik dengan ponselnya.
"Kemana Sani.?" tanya nenek melihat Hana menaruh teh di atas meja.
"Mereka lagi pada makan malam." ucap Hana meletakan gelas satu satu di meja..
"Aku permisi dulu." ucap Devan.
__ADS_1
"Apa tehnya mau Aku antar ke atas.?" kata Hana Devan terhenti tanpa menoleh ke Hana.
"Tidak perlu." Devan pergi ke atas tanpa melihat istrinya itu...