
Saat Billi keluar dari gedung milik Leon dengan mobilnya iya pun bertemu Maya yang lagi duduk di halte... Sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya... Billi menepikan mobilnya dan menghampiri Maya berjongkok di hadapan Maya dan membuka tangan Maya.
"May, kenapa kamu menangisinya.?" ucap nya lembut.
"Hiks... Hiks... Apa wanita miskin di mata orang kaya itu sangat kotor kak.? apa orang miskin itu menjijikan kak.?" ucapnya menangis
"Apa salahku... Apa salah ku.?" ucap Maya menangis sejadi jadinya...
"Kamu tidak salah May... Ayuk aku antar kamu pulang May." ucap Billi. Tapi saat Maya berdiri tiba tiba Maya ingin terjatuh dan pingsan. Billi segera menangkap tubuh Maya dan membawanya masuk ke dalam mobil menuju rumah sakit, tak lupa Billi menghubungi Reza dirinya sangat panik dan takut melihat kondisi Maya.
Reza pun mengajak Leon untuk menyusul Billi dan Maya kerumahnsakit, karena Leon juga tidak ingin terjadi apa apa pada Maya bisa bisa nenek Tika akan marah padanya... Maya yang sedang di periksa oleh dokter tak lama Reza dan Leon pun tiba.
"Apa yang terjadi Bil." tanya Reza.
"Dokter lagi memeriksanya." ucap Billi.
Leon hanya diam, tak lama dokter pun keluar menghampiri Billi... Sempat dokter bingung tapi dia lebih memilih berbicara ke Billi karena Billi yang membawa Maya ke rumah sakit.
__ADS_1
"Bagaiman dok." tanya Billi.
"Bapak tenang saja istri bapak baik baik saja... Kandungannya juga baik baik saja... Hanya tolong jangan biarkan istri anda stress, sepertinya dia sedang stress. Apalagi di usia kandungan yang baru, kita akan pastikan setelah 3 bulan ya pak." ucap dokter lalu pergi.
"Dengar itu... Kamu bisa dengarkan.?ucap Billi pada Leon... Sementara Leon hanya diam..
Mereka bertiga menemui Maya, terlihat Maya yang masih baring matanya yang tertutup tapi masih terlihat basah... Leon hanya menatapnya di samping tempat tidur istrinya. Reza mengajak billi keluar..
"Aku pergi dulu cari makan dengan Billi... Kamu jaga lah istrimu biar bagaimana di perutnya ada anak kamu." ucap Reza... Allu pergi meninggalkan Leon bersama Maya.
Tak lama kemudian Maya sadar dia bingung kenapa dia ada di rumah sakit... Saat Maya ingin bangun Maya melihat Leon yang lagi berbicara di ponsel membelakangi dirinya... Maya ingat betul bahwa dia bersama Billi tadi.
"Terimakasih tuan." ucap Maya, tak lama suster masuk, mengecek infus Maya.
"Ibu boleh pulang setelah infus nya habis ya Bu." ucap suster tersebut.
"Sus, saya kenapa.?" tanya Maya.
__ADS_1
"Ibu hanya pingsan, itu wajar Bu bila lagi hamil tapi ibu jaga kesehatan ya." ucap suster itu lalu pergi.
"Apa hamil.?" Maya bingung baru juga 3minggu diri ya sudah bisa hamil... Maya menatap Leon mata mereka saling bertemu...
"Sepertinya ini kelas VIP, aku tidak punya uang untuk membayarnya tuan." ucap Maya pada Leon, dirinya tidak akan membahas kehamilan pada Leon.
"Semua sudah di bayar." ucap Leon...
"Aku akan menggantinya setelah aku gajian.." ucap Maya. Rasanya Maya ingin sekali menjauh dari Leon dia tidak ingin kandungannya kenapa napa.
Akhirnya Maya boleh keluar rumah sakit mengikuti langkah Leon yang cepat akibat kaki nya yang panjang. Tak lama Maya menghentikan langkahnya dan berjalan pelan... Karena untuk apa dirinya mengejar Leon toh dia tidak akan ikot mobil Leon.
"Tunggulah disini aku mengambil mobil." ucap Leon pada Maya.
"Aku akan naik angkot saja." ucap ku Leon pun berbalik... Lalu menarik tangan ku untuk ikit dengan nya...
"Tuan, lepas kan aku ingin pulang sendiri." ucap ku... Sambil berjalan kami pun akhirnya sampai di depan mobil Leon. Kami masuk mobil dan keluar dari halaman rumah sakit.
__ADS_1
Maya hanya diam sambil memegang perutnya yang masih rata itu, sedangkan tangan kirinya menghapus air mata yangbjatuh terus...
"Aku akan tinggal di rumah ibu ku tuan, aku tidak ingin tinggal di rumah utama..." ucap Maya akhirnya berbicara.