
Selesai mandi dan berpakaian Maya langsung keluar menemui Leon, tapi saat di depan pintu kamar ibu langsung memanggil Maya.... Merasa namanya di panggil Maya langsung menoleh...
"Maya... kenapa kamu pakai baju ini." ucap ibu.
"Kenapa emang Bu.?" ucap Maya bingung...
"Ayo ganti dulu... " kata ibu sambil ikot masuk ke kamar Maya dan memilihkan beberapa baju buat Maya.
"Emang mau kemana Bu, kenapa Maya harus pakai baju ini.?" ucap Maya heran.
Seperti inilah model baju yang di pakai Maya... Dengan rambut ikal yang di urai... Maya segera keluar menemui Leon yang lagi di temenin oleh adiknya Sania...
"Maaf tuan lama." ucap Maya...
"Kok manggil tuan, kakak ni gimana si harusnya panggil sayang." ucap Sania menggoda kakaknya lalu masuk kedalam.
"Ayok..." ucap Leon langsung mengajak Maya pergi..
"Tunggu tuan, kita mau kemana.?" ucap Maya bingung.
"Aku sudah minta izin.." ucap Leon.
"Aku mau ambil tas aku..." ucap Maya lalu kedalam...
Maya segera mengambil tas dan pamit ke pada ibunya... Leon hanya diam tidak memberi tahu kemana mereka akan pergi... Sepanjang jalan Maya hanya memperhatikan jalan saja.
"Tuan kita mau kemana.?" tanya Maya lagi sehingga memecahkan keheningan yang ada di dalam mobil itu...
__ADS_1
Leon hanya menatap Maya, merasa tidak ada jawaban hanya di tatap tanpa satu suara... membuat Maya hanya diam kembali, di hatinya berdoa Maya sangat takut
Perut Maya sudah mulai protes .. karena emang dirinya belom sempat makan apapun sepulang kerja, Maya ingat pintu gerbang yang mereka masukin... Tapi Maya tidak ingat perjalanan menuju rumah Leon.
"Kenapa kita kesini.?" ucap Maya heran karena dirinya belom siap.
"Turun." ucap Leon setelah memarkirkan mobil di depan teras dan membelikan kunci mobilnya ke satpam.
"Maya... Kenapa tidak bilang kalau mau datang.?" ucap nenek Tika yang melihat ke hadiran Maya.
"Maaf nek." ucap Maya tersenyum canggung dirinya saja juga tidak tahu kalau Leon akan mengajaknya kesini...
"Ya sudah tidak apa apa... Kamu sudah makan.?" tanya nenek tika...
"Belom.." jawab Maya jujur...
"Ya sudah kita makan dulu." ajak nenek Tika...
"Kalau hari biasa seperti ini... Mama Hana sama papa Devan lagi pergi perjalanan bisnis." ucap nenek Tika..
"Kak Tasya dan kak Devi dimana nek.?" tanya Maya karena merasa canggung di rumah ini hanya ada nenek Tika, kakek Daniel dan Leon.
"Mereka semua di rumah masing masing... kalau hari libur mereka baru akan kesini." ucap nenek Tika.
"Makanya kamu sama Leon cepat menikah dan berikan kami cicit yang banyak." ucap kakek Daniel...
"Ah..." Maya terkejut...
"Iya sayang kakek kamu benar.." sambung nenek Tika.
__ADS_1
Maya hanya tersenyum setelah beberapa menit menunggu Leon akhirnya turun juga, mereka makan malam bersama hanya ada suara sendok sama garpu yang saling beradu terbentur piring.
"Leon, lain kali kalau mau ajak Maya kesini beri tahu dong." ucap nenek Tika... Mereka sudah kumpul duduk di rumah keluarga.
"Iya nek, maaf." ucap Leon yang duduk di sebelah Maya.
"May, setelah menikah kamu tinggal disini saja." ucap nenek Tika.
"Biarkan saja kalau mereka mau tinggal sendiri." ucap kakek Daniel..
Maya hanya tersenyum dirinya masih sangat bingung dan gugup... Maya yang dari tadi memainkan jarinya yang di sadari oleh Leon di sebelahnya.
"May, apa setelah menikah kamu berhenti kerja.?" tanya nenek Tika.
"Tidak nek, aku ingin masih bekerja nek." ucap Maya.
"Ooh... Baiklah, tapi bila sudah punya anak lebih baik kamu fokus dengan anak mu saja." ucap nenek Tika, yang membuat Maya merasa tak nyaman.
"Sudah kita ke kamar saja, kamu dari tadi membuat Maya tidak nyaman..." ucap kakek Daniel, mengajak nenek tuka untuk istirahat.
"Leon ajaklah Maya ke kamar kamu." ucap nenek Tika sebelum pergi meninggalkan Maya bersama Leon.
Setelah nenek Tika dan kakek Daniel ke kamar... Maya melihat jam di tangannya lalu menoleh ke Leon.
"Tuan apa bisa kita pulang sekarang.?" ucap Maya..
"Maaf maksud saya apa bisa antar saya pulang sekarang." kata Maya memohon...
"Kalau mau pulang silakan." ucap Leon.
__ADS_1
"Ah... Apa maksud anda tuan." ucap Maya bingung... Maya tidak bertanya lagi dirinya nya langsung pergi keluar meninggalkan Leon dari rumah itu.