
Melihat istrinya yang lagi berdiri di teras dengan perut yang buncit Leon tersenyum... Segera menghampiri sang istri sambil tersenyum hangat... Maya membalas senyuman sang suami...
"Kamu sudah pulang tuan.?" sapa Maya setelah Leon sudah mendekat.
Bukannya dapat jawaban malah Leon langsung merangkul pinggang sang istri sehingga masuk ke dalam pelukan Leon...
"Bisa kamu jangan panggil aku tuan.?" ucap Leon setelah mencium kening Maya.
"Jadi saya harus panggil apa.?" tanya Maya bingung.
"Ya seperti sepasang suami istri." ucap Leon.
"Sayang.?" ucap Maya.
"Boleh juga." kata Leon..
"Sedang apa kamu di luar.?" tanya Leon...
"Aku nunggu tukang bakso yang lewat..." ucap Maya.
Leon langsung mengarahkan wajahnya ke perut Maya... Dan berbicara pada makhluk yang ada di perut sang istri.
"Anak papi mau makan bakso ya.?" ucap Leon berbicara pada perut Maya... Dan mendapat jawaban dari sang anak... Bayi nya bergerak..
"May, dia bergerak." ucap Leon senang sambil memegang perut Maya...
__ADS_1
Maya hanya tersenyum dirinya senang melihat sikap Leon sekarang yang mau berbicara dan menyentuh perutnya yang buncit ini...
"Aku taruh tas dan ganti baju, kita akan cari bakso." ucap Leon.
"Tidak usah kamu pasti capek." ucap Maya.
"Tidak... Tunggu ya disini." kata Leon lalu masuk ke dalam... Tidak lupa menyapa Sania yang lagi duduk menonton tv.
"Sore kak..." sapa Sania...
"Sore..." balas Leon lalu masuk kamar...
Setelah keluar mengganti baju kerja menjadi baju santai... Sania yang lagi asik nonton tv itu kagum akan ke ketampanan sang kakak ipar...
"Sania, kamu keluar dulu..." ucap Maya menyadarkan Sania.
Leon biasa saja karena dia tak heran bila ada wanita yang menatapnya kagum baik ibu ibu atau anak anak apalagi remaja seperti Sania itu sudah biasa baginya.
"Sayang, apa kamu masih pusing.?" tanya Leon sambil mengelus pala Maya rambut panjang yang tergurai...
"Sudah tidak lagi, yang ada lapar." ucap Maya.
"Iya sabar ya..." ucap Leon.
"Tuan... Itu tukang bakso." ucap Maya menunjuk sebuah gerobak yang lagi di kerumunin banyak orang baik wanita maupun pria.
__ADS_1
Leon menepikan mobilnya... Lalu turun untuk membeli bakso yang Maya inginkan itu.
"Kamu tunggu disini biar aku yang beli." ucap Leon.
Setelah mengikuti antrian akhirnya tiba giliran Leon... Wanita yang ada di sana selalu menatap dirinya dan berbisik pada temennya, Leon tetap biasa saja tampangnya yang datar tidak peduli di sekitar...
Setelah membayar pesanannya Leon segera pergi meninggalkan tukang bakso dan masuk ke dalam mobil yang sudah di tunggu oleh sang istri...
"Lama ya.?" tanya Maya.
"Tidak sayang." ucap Leon.
"Maafkan saya jadi merepotkan." ucap Maya lagi.
"Tidak merepotkan, kamu tenang saja ya..." ucap Leon lalu mencium punggung tangan Maya. Dan tersenyum manis pada Maya.
"Terimakasih Mas." ucap Maya...
Leon berbalik dan tersenyum pada Maya... Bisa di bilang mereka lagi bucin bucinnya... Leon yang sudah bersikap lembut membuat Maya senang sudah tidak ada rasa khawatir lagi dengan pernikahannya.
Sesampainya di rumah Maya menyiapkan bakso yang di belinya, Leon juga tak lupa membelikan untuk ibu serta adik iparnya Sania.
"Kamu tidak makan Leon.?" ucap ibu Erika.
"Tidak Bu..." ucap Leon.
__ADS_1
"Kamu tidak mau coba mas." tawar Maya.
"Boleh..." ucap Leon membuka mulutnya di suap oleh Maya. Ibu dan Sania yang melihat itu hanya senyum sambil melirik ke Maya.