Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Pernikahan ( masih lanjut dengan acara pernikahan )


__ADS_3

Hana keluar yang di gandeng oleh Tika dan Nayla lalu di sambut oleh Shinta dan Yuli... Membuat bola mata Hana membulat melihat keluarganya dan om Yudha yang sudah duduk di samping penghulu... Mira yang melambai ke arahnya dan tersenyum...


Nenek ayu dan Yoga yang tidak hadir membuat Hana bingung dan bertanya tanya... Kemana mereka apa yang terjadi bagaimana bisa mama dan bundanya serta paman nya bisa hadir di acara pernikahan nya yang dia pikir tidak akan hadir di acara spesialnya, karena bagi Hana pernikahan itu suci dan sakral untuk ya yang terjadi sekali dalam seumur hidupnya... Hana sangat semang sekali mereka bisa hadir di acara pernikahannya...


Tapi hatinya tetap sedih karena Yoga dan nenek Ayu tidak ada di sana... ijab kabul pun selesai di bacain oleh Devan kini Hana dan Devan sudah sah menjadi suami istri setelah para undangan kerabat serta keluarga bilah SAH...


Sah...


Sah...


Sah...


"Selamat ya jeng sudah punya mantu akhirnya cantik.." ucap nyonya Nilam...


"Makasih..." ucap Tika.


"Selamat ya jeng, semoga dapat cucu perempuan... Tapi saya bingung kenapa nama pengantin perempuannya beda." kata sahabat nyonya Tika yang bernama Dewi.


Setelah para undangan memberi selamat Hana hanya memasang senyumannya setelah Hana sadar melihat sekitar tidak ada yang dia kenal selain Mira, Mama, bunda dan pamannya disana lalu pergi pamit begitu saja membuat Hana sedih...


"Han, selamat ya... Lo harus bahagia, Jagan pikirin hal hal yang lain atau jangan mikir macam macam..." ucap Mira memeluknya Hana menangis di pelukan Mira kakak sepupunya yang sudah seperti sahabat baginya.


Mama, Bunda serta Paman Yudha yang pergi begitu saja tanpa pamit padanya atau memberi selamat apalah itu... Tapi malah sikap mereka yang membuat Hana tambah merasa sedih, dirinya tidak tahu apa yang terjadi...Dua jam berlalu acara pernikahan pun selesai semua tamu undangan sudah pada balik... Hana dan Devan langsung menuju kamar hotel..

__ADS_1


Sebelum nyonya Tika, nek Jenni, tuan Daniel, Dery dan Nayla serata David juga Denis berpamitan pada Hana....


"Han, aku tidak nyangka kamu jadi adik ipar aku." ucap Dery.


"Han, aku harus cari pengasuh baru nih kayaknya." ucap Nayla.


"Nona, tuan saya tetap Masi bekerja pada anda." ucap Hana membuat semua terkejut kecuali Devan.


"Han, kamu itu istri Devan." ucap Tika.


"Tapi nyonya izinkan saya tetap bekerja" ucap Hana...


"Yauda kita bahas nanti, sekarang kami pulang dulu kamu juga istirahat." ucap Nayla... mengajak Dery suaminya untuk balik...


Hana yang hanya membalas senyum nek Jenni membuat dirinya bingung dan canggung....


"Van nenek balik, besok jangan lupa bawa istrimu pulang yah." ucap nek Jenni lalu pergi...


Hana langsung masuk ke kemar... setelah semua pada pamit balik... Dirinya sangat capek sekali dan meras tak nyaman dengan gaun pengantin yang di pakai nya apalagi sepatu heels yang sangat tinggi membuatnya tidak nyaman karena baru ini Hana memakai sepatu heels.


Devan yang keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah dikeringkan dengan handuk kecil di tangannya membuat Hana terpesona akan ketampanan wajah suaminya itu...


"Kamu mau sampai kapan berdiri disitu.?" tanya Devan sambil mengejek ponsel miliknya...

__ADS_1


"Tidak tuan..." Hana langsung berjalan ke kamar mandi... Setelah beberapa menit dikamar mandi dirinya kebingungan untuk membuka gaun yang di kenakan nya...


Devan menggedor nya karena sudah hampir satu jam Hana di kamar mandi dan tidak keluar...


Tok... tok....


"Hey, apa kamu masih di dalam.?" ucap Devan mengetuk pintu.


"I... iya tuan." jawab Hana gugup di dalam...


Devan duduk lagi di lihatnya jam Hana masih juga di dalam...


"Gila betah banget di kamar mandi." gumam Devan lalu menggedor kembali pintu kamar mandi...


Saat ingin bicara Hana membuka pintu kamar mandi...


"Tuan maaf, saya tidak bisa membuka gaun ini." ucap Hana gugup...


"Haist..." Desis Devan lalu dia melepaskan kaitan baju gaun itu, bohong bila devan tidak menelan Saliva nya melihat punggung Hana yang mulus dan putih itu.


"Apa sudah selesai tuan..." kata Hana yang membuyarkan pikiran Devan..


"Ah.. sudah." Devan langsung baring di tempat tidurnya...

__ADS_1


__ADS_2