Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 28...


__ADS_3

Selama 3 jam Leon dan Maya berdiri menyambut para undangan... Selalu menebar senyum semenarik mungkin agar terlihat bahagia... Tapi disini hanya nenek Tika yang sepertinya sangat bahagia...


Akhirnya cucu kesayangannya menikah dengan wanita yang tepat... Di akhir acara Vanesa hadir.


"Selamat Leon... Walau nenek Tika tidak mengundangku tapi aku akan tetap hadir." ucap Vanesa saat berpapasan dengan Leon.


"Selamat ya, tapi kamu jangan bangga dulu Leon hanya mencintaiku... Kamu hanya wanita yang di pilih oleh nenek Tika saja." ucap Vanesa ke Maya.


"Maya hanya senyum, tapi saya adalah istri sah walau di hatinya ada anda." ucap Maya.


Leon hanya diam dan menyuruh Vanesa untuk meninggalkan tempat ini... Karena Leon sudah tahu seperti apa Vanesa.


"Baiklah Leon..." ucap Vanesa dan ingin mencium Leon tapi Leon menghindar Maya pun tertawa kecil, Vanesa pergi dengan ke acara pernikahan.


Leon dan Maya di Bali semua sudah balik hanya tinggal Leon dan Maya...


"Aku akan pesan satu kamar lagi, kamu boleh tinggal di kamar ini." ucap Leon...


Maya hanya diam saja, dirinya tak tahu harus berdebat seperti apa lagi sama Leon... Leon pun ke resepsionis untuk memesan kamar tapi para pelayan sudah di pesan oleh nenek Tika... membuat Leon terpaksa sekamar dengan Maya.

__ADS_1


"Tuan, aku lapar jadi aku akan beli makan." ucap Maya.


"Kamu boleh melakukan apapun tidak perlu melapor pada ku." ucap Leon.


Ya siang ini Maya pergi sendiri berjalan di kota Bali mencari makan siang... Dirinya makan di tepi jalan, tak lupa Maya membeli beberapa cemilan untuk dirinya.


Setiba di kamar hotel Maya tak melihat Leon disekitar kamar... Maya pun langsung mandi karen merasa lengket, selesai mandi Leon balik melihat Maya yang hanya memakai pakaian dalam saja...


Leon yang melihat hanya menelan air liurnya... Leon adalah pria normal tapi dia menahan.


"Pakailah ini." ucap Leon melempar handuk di hadapan Maya...


"Tuan apa anda sudah makan.?" ucap Maya membuat Leon terkejut...


Leon yang menatap makanan di kotak itu lalu menatap Maya...


"Tuan bila anda tidak mau jangan seperti ini." ucap Maya marah, melihat makanan yang di kotak itu berserakan di lantai.


"Aku tahu anda kaya raya tapi anda tidak boleh membuang makanan ini." ucap Maya sambil memungut makanan yang jatuh itu.

__ADS_1


Sebenarnya Leon tidak sengaja kotak itu tersenggol sikutnya saat dirinya ingin menolak.


"aku tidak mau makanan dari wanita seperti mu." ucap Leon lagi.


Maya hanya menatap Leon sambil meneteskan air mata...


"Apa sekotor itu aku .?" ucap Maya.


"Ooh iya satu hal lagi, kamu selama jadi istriku jangan menggoda pria lain apalagi kamu menggoda Billi sahabat ku ." ucap Leon lalu masuk kamar mandi.


"Tapi tuan janji anda... Membelikan aku rumah itu bagaimana ?" tanya Maya terpaksa Maya menagih nya dia harus memikirkan nasib ibu dan adiknya.


"Itu akan di urus oleh Reza." ucap Leon lalu menutup pintu kamar mandi.


( Wanita itu semua hanya mau uang, dan dia tidak malu memintanya. ) batin Leon.


Selesai mandi Leon mulai mengerjakan pekerjaannya di laptop karena dirinya meminta Reza mengirimnya padahal nenek Tika melarang Reza mengirim kerjaan ke Leon tapi Reza di paksa oleh Leon mau tak mau akhirnya di kirim.


Maya keluar kamar hotel itu berjalan di taman dekat kolam renang di hotel itu... Menikmati suasana malam di kota Bali karena setelah balik dirinya harus bekerja kembali lagi.

__ADS_1


__ADS_2