Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 46...


__ADS_3

Leon fokus mengemudi dirinya tetap diam, akhirnya mobil sampai di depan restoran mereka singgah untuk makan karena Leon dari tadi belom makan siang.


"Turun." ucap Leon.


Maya menurut karena saat ini Maya tidak ada tenaga lagi apalagi dia tau bahwa dia hamil Maya membuang semua egonya demi sang cabang bayi... Seorang pelayan menyabut mereka dan sesampai di kursi pelayan menyerahkan buku menu ke aku dan Leon...


"Mahal sekali..." ucap aku pelan lalu menutup menu itu...


Sementara Leon menyebutkan beberapa pesanan untuk dirinya makan...Pelayan itu menyebutkan kembali pesanan Leon... Setelah semua sudah selesai pelayan pergi meninggalkan aku dan Leon.


"Tuan, izinkan saya untuk tinggal di rumah ibu saya." ucap Maya.


Handphone Leon berdering... Tertulis nama nenek di ponsel itu... Leon segera mengangkat panggilan itu.


📱Hallo nek... ( ucap Leon.)


📱Apa yang terjadi pada Maya.? ( tanya nenek..) Leon tau pasti ini ulah Billi yang menyampaikan ke nenek.


📱 Kami lagi makan di luar nanti saat aku sudah di rumah akan aku ceritakan. ( ucap keon mengakhirkan panggilan nya dia sengaja bicara begitu agar nenek tidak khawatir.)

__ADS_1


Makan pun datang, Maya hanya diam melihat Leon makan padahal dirinya juga merasa lapar walau sebenarnya sudah makan tadi... Leon tidak menawarkan Maya makan padahal di depannya banyak makanan.


Melihat Maya hanya diam menatap makanan dan minuman di meja... Leon menyodorkan makanan itu ke Maya.


"Makanlah setelah itu kita akan pulang." ucap Leon.


Maya segera makan dan meminum yang di beri Leon, Leon emang sengaja pesan makanan lebih karena emang untuk Maya.


"Tapi tuan aku..." ucap Maya terhenti...


" Setelah makan kita akan ke rumah ibu mu dan pulang." ucap Leon.


Kali ini Maya hanya diam, karena tidak akan mungkin lagi bisa ke rumah ibunya apalagi bila nenek Tika tahu dirinya sedang hamil... Maya tidak berani berharap dengan kehamilannya Leon akan menerima dirinya...


"Maaf ya nak Leon Maya merepotkan, tapi Maya anak yang mandiri kok." ucap ibu Maya pada Leon..


"May, buatkan minum untuk suami mu." ucap ibu Erika.


"Aku tidak bisa lama Bu, aku hanya mengambil beberapa pakaian kami akan pulang." ucap ku, karena aku tahu Leon tidak ingin berlama lama di rumah ku apalagi dekat dengan ibu ku...

__ADS_1


"Bu... Sania pulang." ucap Sania..


"Beri salam pada kak Leon..." ucap ibu...


"Sore kak..." ucap Sania ini sudah pukul tiga sore makanya Sania mengucap salam selamat sore.


"Kamu sudah makan dek.?" ucap ku yang berpapasan di dapur.


"Kak mau balik ya.?" ucap Sania sepertinya sedih aku balik...


"iya, kamu jaga ibu ya... Kalau ada apa ingat hubungi kakak." ucap ku pada adik ku Sania...


Akhirnya kami pulang Leon tidak meminum teh yang aku buat... Setelah aku pamit pada adik ku, Leon yang sudah menunggu di dalam mobil aku pun menyusul Leon.


"Tuan, apa aku boleh Masi bekerja bila aku hamil.?" ucap Maya hati hati agar Leon tidak marah.


"Apa kamu ingin mengira keluarga ku kejam pada mu.?" kata Leon.


"Tapi tuan, Kamu melahirkan anak itu , baru kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau." ucap Leon.

__ADS_1


"Apa anda akan pisahkan aku padanya.?" ucap ku...


"Nada jahat tuan... " kata ku dan aku hanya bisa menangis sakit sekali menahan tangis.


__ADS_2