Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 48...


__ADS_3

Aku menjenguk anak kak Devi dan kak Denis bayi perempuan yang sangat cantik... Aku gemes melihat bayi yang tertidur sangat lucu...


"May... Selamat ya kehamilannya." ucap kak Devi.


,"Terimakasih ya kak..." ucap ku pada kak Devi.


"Kamu harus hati hati, Leon itu sangat protektif dia akan membuat mu seperti seorang princess." ucap Denis.


"Seperti kamu sayang, aku hanya di suruh makan duduk pokoknya santai." ucap Devi.


"Sayang, aku hanya ingin kamu dan anak kita sehat selalu." ucap Denis.


"Sudah sudah kalian, lihat ni anakmu haus." ucap nenek Tika yang lagi menggendong bayi mungil itu.


Denis segera mengambil bayinya yang lagi di gendong nenek Tika, karena faktor usia nenek Tika sudah tidak sekuat dulu dia hanya bisa duduk menggendong bayi mungilnya itu.


"Mama kamu sudah datang.?" tanya mama Hana pada Devi.


,"Sore ini mah, katanya bila tidak delay pesawatnya mah." ucap Devi.


Aku iri melihat hubungan kak Devi dan kak Denis... Karena kak Denis sangat sayang sekali pada istri dan keluarga dari kak Devi.


"Mau, apa kamu akan berhenti bekerja.?" tanya kak Devi.

__ADS_1


"Aku ikot yang terbaik saja kak." ucap Maya sedikit sedih bila dia harus berhenti.


"Kamu tenang Leon pasti akan memenuhi kebutuhan kamu kok." ucap kak Devi.


"Iya kak..." ucap ku.


Kami pun izin balik karena waktu sudah siang... Tapi ternyata nenek menyuruh supir untuk ke kantor Leon... Semenjak ke jadian itu aku tidak pernah lagi ke kantor Leon dan Leon pun semenjak tahu aku hamil dia selalu pulang lebih malam dan melewatkan makan malam keluarga...


"Mama, nenek...." ucap Leon lalu mengajak mereka duduk.


Aku hanya diam dan duduk di sebelah mama Hana.


"Leon, apa malam ini kamu akan pulang malam.?" ucap mama Hana.


"Aku akan pindah ke apartemen ku mah bersaman Maya." ucap Leon tiba tiba membuat aku melihat ke arahnya.


"Tapi Leon..." nenek mencegah mama Hana lanjut bicara.


"Kenapa kamu ingin tinggal di sana.?" ucap nenek Tika.


"Aku lebih dekat dan aku bisa pulang cepat." ucap Leon membuat mama Hana bingung.


"Apa kamu setuju May.?" ucap mama Hana.

__ADS_1


"Aku, ikot suami saja mah mungkin aku bisa jadi lebih mandiri mah." ucap ku agar mama Hana akan setuju keputusan Leon.


"Baiklah kalau itu mau kalian." ucap nenek Tika.


"Tapi kamu harus janji, kamu harus jaga Maya dan bayi mu." ucap nenek Tika.


Leon menatap ku... Meminta penjelasan atas ucapan nenek...


"Maya lagi hamil, ini hasilnya tadi kami ke dokter." ucap mama Hana.


"Maaf ya kami yang beri tahu karena mama dan nenek sangat senang sekali..." ucap mama Hana.


"Kamu tidak sibuk kan.?" tanya nenek Tika.


"Tidak..." ucap Leon.


"Kalau gitu kita makan siang bersama." ucap mama Hana.


"May kamu ikot sama Leon saja ya." ucap mama Hana.


"Leon, restoran biasa ya... Mama dan nenek duluan ya.," ucap mama Hana.


"Iya mah." kata Leon... Kini di ruangan kerja Leon hanya tinggal kami berdua aku memilih diam dan membaca majalah di depan ku.

__ADS_1


Leon sedang menyelesaikan pekerjaannya... Aku sekilas melihatnya aku tidak menyangka Leon bisa berbuat sejahat itu pada ku.


__ADS_2