
Malam ini hujan turun sangat deras di ikotin angin kencang... Hana yang lagi berdiri teras merasakan dinginnya malam ini hari pertamanya tidur di kamar Devan suaminya yang memang sudah semestinya...
Devan yang keluar dari kamar mandi melihat ke balik balkon kamarnya melihat sosok gadis mungil berdiri di temenin angin dan hujan malam itu berbicara pelan sendirian yang masih terdengar, tapi tidak menyadari ada seseorang berdiri mendengarnya.
"Tuhan... Kenapa membuat takdir ku seperti ini.?" gumam Hana menatap langit yang gelap menurunkan hujan...
"Tuhan apa kamu turunin hujan karena ikot sedih seperti yang Hana rasain sekarang.?" kata Hana lagi... Tiba tiba ponselnya berbunyi...
Tertera nama "MAMA" ...
"Hallo mah... Mama Kon belom tidur ini lagi hujan." kata Hana menerima panggilan ponsel yang langsung menyapa si penelepon Mama nya itu.
"Mama ganggu kamu dan suami kamu tidak.?" tanya mama di seberang sana di balik ponsel.
"Tidak mah, tuan muda juga lagi mandi." kata Hana.
Hana dan mama nya mereka berbicara menanyakan kabar dan berbicara yang tidak penting hanya sekedar say hallo menyapa...
"Iya mah, terimakasih mah... Nanti Hana sampaiin mama tenang aja tuan muda sangat baik sekali pada hana... Dadah mama Hana sayang mama." ucap Hana mematikan ponselnya.
Betapa terkejutnya Hana saat berbalik malah melihat Devan yang sudah mengenakan celana pendek disetel kaos oblong putih...
__ADS_1
"Tuan muda..." ucap Hana gugup... Denis mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam kamar Devan ya Denis suka sekali sama Hana.
"Tante..." kata Denis berlari menghampiri Hana lalu memeluknya...
"Denis Kok kesini sayang, mana kak David.?" tanya Hana yang mencari ke beradaan David.
"Tata pagi sama mami dan oma di taman." kata Denis..
"Denis Mau bobo..." kata Hana lalu pamit sama Devan untuk mengajak Denis keluar meminta izin juga mau tidurin Denis...
Entah Devan izinin apa tidak dirinya pergi temenin Denis tidur, hanya diam Hana juga tidak menunggu jawaban apalagi persetujuan karena Hana merasa lebih aman bila tidur dengan Denis yang dulu anak asuhnya kini menjadi ponakan nya...
Hana senyum pada Denis... Lalu memegang wajah Denis yang mungil itu.
"Boyeh, Denis boleh panggil Tante bunda.";@ucap Hana senyum lalu mengecup kening Denis.
"Hoye... Denis punya bunda punya mami juga." ucap Denis senang...
Setelah Denis tertidur pulas Hana yang baru saja ingin memejamkan matanya... Harus terbangun kembali membuka matanya...
"Han kok, kamu tidur disini.?' tanya Nayla yang masuk kamar Denis yang baru balik kerja.
__ADS_1
"Eeh.. iya kak aku habis temenin Denis tidur." kata Hana meras malu dan tidak enak...
Nayla tersenyum pada Hana...
"Han, boleh kota bicara.?" ucap Nayla .
"Iya kak.." ucap Hana lalu mengikuti Nayla...
Sesampainya di taman belakang dua wanita cantik menantu Dermawan itu duduk sambil meminum teh hijau hangat untuk malam ini...
"Hana... Maafkan saya ya selalu merepotkan kamu." ucap Nayla.
"Merepotkan apa kak.?" tanya Hana.
"Kamu istri Devan malah sering menjaga David." ucap Nayla sementara Hana bingung kenapa tidak ada nama Denis.
"Aku kadang ingin berhenti menjadi dokter, tapi aku tidak belom siap karena aku senang melihat orang bahagia karena memiliki seorang anak..."ucap Nayla..
"Apalagi saat menolong mama nya Denis, Aku sangat senang sekali..." ucap Nayla lagi lalu memegang tangan Hana...
"Kamu bingung ya.? Denis bukan lahir dari rahim ku, Denis adalah anak sahabatku Rena. Dia wanita kuat demi Denis Rena berkorban nyawanya walau mengandung Denis dirinya penuh perjuangan penyakit dan kondisi ke adaan nya... Rena di perkosa oleh sahabat Devan... Semua itu Rena jalanin sendiri orangtuanya mengusirnya karena malu setelah melahirkan Denis Rena pergi karena ini perjanjian dirinya dengan orang tuanya.
__ADS_1