Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
bab 33...


__ADS_3

Leon yang lagi asik sarapan di samperin oleh Vanesa... Ya Vanesa belom balik dari sini karena pergi dengan om A lalu dia membuat janji dengan om B di pulau ini... Hari ini Maya lagi menunggu si om B.


"Hai Leon, boleh aku duduk.?" ucap Vanesa.


Leon tidak menjawab dia asik dengan sarapan miliknya sambil sesekali mengecek ponselnya.


"Kamu sendirian, mana istri mu." ucap Vanesa.


Leon masih diam dia tidak menjawab atau menatap Vanesa...


"Aku tahu kamu tidak mencintainya, aku tahu kamu masih memikirkan aku." ucap Vanesa lagi dengan percaya dirinya.


Leon langsung pergi meninggalkan Vanesa, tapi saat Leon ingin pergi Vanesa menarik lengan Leon bertepatan dengan kehadiran Maya... Maya yang melihat di kira Leon lagi bermesraan dengan Vanesa...


"Kenapa melihatnya bersama wanita lain rasanya sakit sekali." ucap Maya sambil memegang dada nya.... Tapi Maya berusaha tidak peduli...


"Jangan pernah menyentuh aku lagi." ucap Leon menekan, Vanesa sangat ketakutan karena tatapan mata Leon yang tidak suka... Vanesa tahu bila Leon sudah marah.


"Istri mu melihatnya tadi." ucap Vanesa menunjukan di mana Maya berada dengan ke dua bola matanya Leon pun mengikuti arahan bola mata Vanesa...

__ADS_1


"Istri mu akrab juga dengan pria itu." ucap Vanesa... Ya Maya lagi berbicara pada suami Lisa yang waktu itu bertemu di kolam renang.


Leon segera pergi membuat salah paham saat Leon pergi Lisa dan putrinya mendekat ke Maya dan suaminya...


"Kamu tidak apa kan malam itu.?" ucap Lisa..


"Aku baik saja kak... Hallo princess." ucap Maya menyapa Lala dan Lisa.


"Lala ingin menjenguk kamu tapi aku tidak berani mengganggu pengantin baru." ucap Lisa.


"Kak bisa saja." ucap Maya mereka di meja makan saling berbincang dan ketawa... Maya tidak sadar ada Vanesa... Sementara Leon dengan kesalah pahamannya.


Setiba di kamar Maya yang melihat Leon sedang berkemas, merasa heran bukannya pesawat penerbangannya sore...


"Kamu boleh disini bila tidak ingin balik." ucap Leon..


"Bukannya pesawat sore tuan.?" ucap Maya.


"Kenapa, kamu ingin berlama-lama disini.?" ucap Leon yang mencengkram lengan Maya...

__ADS_1


"Sakit... lepaskan." ucap Maya.


"Bayaran ku kurang .?" ucap Leon..


"Apa maksud anda.?" tanya Maya tidak mengerti...


Leon langsung melepaskan cengkraman nya dengan kasar... Dan keluar begitu saja dari kamar meninggalkan Maya yang menangis bukan karena di cengkram Leon tapi di perlakukan kasar oleh suaminya yang baru di nikahi oleh nya beberapa hari ini.


"Apa ini yang akan aku jalani, apa pernikahan ku sama dengan ibu nanti.? jujur aku harap selama perjanjian suamiku akan berubah dan bisa menerimaku." gumam Maya sambil menangis...


Akhirnya mereka ke bandara di bandara Leon hanya diam, setiba di bandara Jakarta juga Leon dan Maya hanya diam sampai supir menjemput dan mengantarkan mereka ke rumah nenek Tika Leon masih mendiamkan Maya.


"Kalian sudah sampai..." sambut nenek Tika.


"Leon, kamu tidak kangen sama nenek.?" ucap nenek Tika.


"Huft... Nek aku bukan Jerry atau Eldon." ucap Leon lalu memeluk neneknya itu...


"Kamu ajak Maya ke kamar juga, masa kamu tinggal istrimu." ucap nenek Tika.

__ADS_1


Leon sangat malas akhirnya dia terpaksa menggandeng tangan Maya... nenek Tika yang melihat tingkah Leon sangat lah lucu sambil gelengkan kepala yang tak habis pikir kenapa Leon seperti itu...


Bersambung....


__ADS_2