
Sudah 3 hari Hana di rumah bunda Shinta... Entah kenapa berat bagi Hana untuk balik lagi ke rumah kediaman Wijaya ...
"Han... Apa kamu akan balik sekarang.?" tanya bunda Shinta..
"Hana harus balik Bun, Hana sudah punya suami." ucap paman Yudha.
"Tapi ayah, bunda kesepian kalau Hana harus balik.?" ucap bunda Shinta.
"Nanti Hana akan rajin kesini kok Bun... Benar kata paman Hana sudah menikah dan punya suami." ucap Hana sedih padahal berat bagi Hana meninggalkan rumah bunda Shinta, walau rumah Dermawan sangat megah tapi bagi Hana tidak nyaman, lebih nyama di rumah bunda Shinta yang kecil dari rumah Dermawan.
"Tapi sayang, apa tidak sebaiknya kamu nunggu Devan suami kamu yang menjemputnya.?" ucap bunda Shinta.
"Sudahlah bunda, kita harus dukung Hana siapa tau kelak Devan akan bisa lihat Hana..." ucap paman Yudha.
"Tapi, ayah bunda ingin rasanya menegur Devan agar dia menghormati istrinya." ucap bunda Shinta lalu pergi meninggalkan suami dan ponakannya itu.
"Sudahlah nak, kamu jangan pikirkan bunda mu itu." ucap paman Yudha menyusul bunda Shinta sebelum meninggalkan Hana sendiri.
Hana hanya diam di kamar memperhatikan setiap sudut di kamar itu dimana dulu dirinya tempati bersama kak Mira saat kedua orang tuanya meninggal dan nenek nya.
__ADS_1
"Hana semangat sebentar lagi, kamu harus bisa Hana." ucap Hana pelan untuk menyemangati dirinya sendiri.
Hanan mengingat dirinya akan becerai sama suaminya Devan Dermawan, rasanya sedih tapi itu adalah kesepakatan dirinya dengan suaminya yang tampan dan kayak raya.
Setelah pamit dengan bunda Shinta dan paman Yudha Hana pun pergi meninggalkan kediaman pamannya itu yang membuat dirinya sangat nyaman. Menaiki ojek online yang di pesan olehnya.
Bunda Shinta dan paman Yudha tau sikap Devan pada Hana... Tapi tidak tahu perjanjian Devan dengan Hana yang akan becerai setelah pernikahan mereka setahun.
"Kamu pamannya kenapa kamu biarkan Hana tinggal bersama suami yang tidak mencintainya.?" ucap bunda Shinta di kamarnya bersama suaminya.
"Aku yakin suatu saat Devan akan mencintai Hana, karena Hana gadis yang baik suaminya akan bisa melihatnya itu. kalau Hana disini bagaimana mereka bisa saling kenal.?" ucap paman Yudha menjelaskan pada istrinya.
Tapi bunda Shinta masih saja tidak terima Hana di perlukan tidak baik oleh Devan, walau paman Yudha dan Hana menjelaskan...
Hana menjelaskan pada bunda Shinta mengapa Devan tidak mengantarnya pulang kerumahnya...
"Bun... Boleh Hana masuk.?" ucap Hana di depan kamar bunda Shinta.
"Masuklah sayang..." ucap bunda Shinta menepuk tepi tempat tidurnya agar Hana duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Bun, maafin Hana." ucap Hana.
"Kenapa... Kamu tidak ada salah sayang.?" ucap bunda Shinta sambil membelai rambut panjang Hana.
"Sebenarnya Hana kesini sendiri, Devan tidak lagi sibuk dan tuan Devan juga tidak tahu kalau Hana kesini Hana hanya pamit pada pelayan untuk menyampaikan pada tuan Devan." ucap Hana.
"Jadi kamu dan suami mu tidak bahagia sayang.?" ucap bunda Shinta.
Hana hanya menganggukkan kepalanya...
"Tapi Hana bahagia Bun, karena mama Tika, papa Daniel dan nenek Jenni serta kakak Nayla dan tuan Derry sangat baik Bun apalagi kedua anak kak Nayla sangat sayang pada Hana Bun... Hanya saja tuan Devan yang tidak bahagia Bun, Hana merasa bersalah pada tuan Devan karena tidak bisa membuatnya bahagia Bun." ucap Hana.
"Tapi sayang, bunda tidak terima suami mu membuat kamu sedih seperti ini.? Apalagi dia tidak ada tanggung jawab dan peduli pada kamu.?" ucap bunda Hana.
"Hana Hanya meninggalkan pesan pada tuan Devan..." ucap Hana sedih. karena pesannya tidak di balas oleh Devan.
"Bunda janji, doain Hana agar bisa buat tuan Devan cinta pada Hana." ucap Hana lalu memeluk bunda Shinta. Walau Hana tahu itu tidak akan mungkin Devan mencintainya...
flashback of.
__ADS_1
Hati Hana merasa lega karena sudah menceritakan ke bunda Shinta, agar nanti saatnya tiba Hana dan Devan becerai Hana bisa punya alasan pada bunda Shinta dan paman Yudha...
BERSAMBUNG....