
Aku bingung saat nenek bilang di perut aku ada anak Leon, mau bilang tidak mungkin tapi kamu sudah pernah melakukannya... Dan ucapan nenek Tika membuat aku bingung antara senang atau tidak...
Aku takut juga bila sekarang aku hamil, karena hubungan aku sama Leon sangat dingin justru sikap dia membuat aku tidak mengerti, ku tatap Leon dia malah asik dengan ponselnya seperti tidak menghiraukan ucapan nenek Tika.
"Leon..." ucap mama Hana..
"Kenapa mah?" kata Leon mengalihkan diri dari ponsel miliknya ke mama Hana...
"Besok, Maya akan pulang ke rumah ibunya lebih bagus kamu ikot juga." ucap Hana.
"Iya mah." kata Leon singkat...
Aku kaget Leon malah menjawab iya, bukan dia seharusnya menolak permintaan mama Hana... Aku benar di buat bingung sama sifatnya.
"Aku izin ke kamar dulu... Jerry apa kamu sudah ngantuk nak .?" tanya aku pada Jerry yang lagi asik duduk di sebelah aku...
"Iya aunty, boleh aunty bacain aku cerita lagi." ucap Jerry...
"Aku juga mau." ucap Jimmy..
Maya setuju, mereka pun akhirnya pamit untuk istirahat... Maya menuju kamar Jerry dan Jimmi untuk menemaninya tidur dan membacakan cerita.
__ADS_1
"Aunty, Jerry kangen papi..." ucap Jerry.
"Besok Jerry telepon papi ya, sekarang Jerry harus tidur dulu.." ucap Maya...
Setelah Jerry dan Jimmy tertidur, Maya merapikan selimut dan meninggalkan mereka tidur dengan mimpi indahnya... Aku ke kamar saat aku hendak masuk kamar aku berpapasan dengan Leon yang ingin masuk kamar juga, kami bertemu di pintu...
"Siapa tadi.?" tanya Leon menarik lengan ku.
"Maksud kamu apa.?" ucap aku berbalik dengan tanganku yang masih di cengkram oleh Leon.
"OOO .. Kak Kevin maksud kamu.? Dia hanya temen ku tuan muda." ucap Maya yang mengingat siapa yang di maksud suaminya sambil meringis ke sakitan karena lengannya di cengkram Leon...
Leon melempar tubuh ku kasar ketempat tidur lalu menindih tubuhku... Merobek kancing Dres yang aku pakai sehingga menampakan dua buah dada ku yang masih di balut... Kami melakukannya lagi kali ini lein melakukannya dengan kasar... Selesai kami bercinta Leon lagi lagi melemparkan aku sejumlah uang...
"Aku tidak ingin kamu merusak nama baik keluargaku... " ucap Leon melemparkan sejumlah uang.
Aku menangis, hanya bisa menangis akibat sikap dan perbuatan buruk Leon terhadapku... Sambil mengambil uang yang di lemparnya ke hadapanku, aku tidak ingin membuang buang uang dan ku masukan uang itu ke dalam tas ku.. Rasanya tubuh ku sakit semua.
...#####...
"Pagi aunty..." sapa Jerry yang sudah rapi dengan seragamnya menyapaku di dapur...
__ADS_1
"Pagi sayang, kamu sudah ganteng...?" ucapku berjongkok mensejajarkan tinggi ku dengan nya...
"Aunty... Besok sekolah ku ada acara apa papi bisa datang ?" ucap Jerry.
"MMM... Seharusnya bisa, bagaimana kalau nanti kamu tanya Oma untuk hubungi papi kamu." kata ku, tapi Jerry masih merasa sedih... Aku sangat kasian pada anak ini dirinya merasa kesepian.
Selesai membuat sarapan Maya juga membuatkan bekal untuk Jimmy dan Jerry... Saat Maya lagi memasukan bekal salah satu pelayan masuk dengan seorang wanita terlihat cantik dan elegan tapi sederhana...
"Mis Tiara.." Jerry berlari menuju ke arahnya dengan senang...
"Pagi sayang, mana kakak kamu.?" ucap yang di panggil Jerry mis Tiara...
"Pagi... " sapa mis Tiara ke diriku yang lagi berdiri...
"Pagi..." sapa ku juga lalu Tiara menyodorkan tangannya untuk berkenalan...
"Saya Tiara, saya guru mereka di sekolah dan mantan sekertaris pak David..." ucapnya....
"Aku Maya .." ucap ku sambil bersalaman dengannya mengenalkan diri ku.
Tak lama nenek Tika dan mama Hana datang...
__ADS_1