
Sementara di rumah Maya kamar yang sangat sempit... tapi gadis itu merasa sangat nyaman berada di kamarnya... sambil memandang langit langit di kamarnya Maya pun berputar dengan pemikiran nya tentang yang terjadi hari ini sampai menuju ke rumah Leon.
"Isi rumah itu sangat hangat sekali penuh sekali dengan cinta.... tapi tidak pada tuan muda itu." ucap Maya saat mengingat Leon...
"Aku merasa tidak tega menipu mereka lagi... Semua sangat baik sekali." ucap Maya lagi pada dirinya.
"Rasanya tidak mungkin aku bisa jadi bagian di sana , kamar aku kalah sama gudang miliknya atau kamarnya mandinya saja mungkin lebih besar dari kamar aku." ucap Maya untuk dirinya...
"Aduh aku mikir apa sih..." ucap Maya lalu akhirnya tertidur...
Ke esok pagi Maya bersiap bekerja... Sesampai di tempat kerja Tia memanggilnya mengajak dirinya masuk ke ruangannya, setiba di sana Maya langsung di buat bingung dengan pertanyaan Tia yang begitu banyak untuk Maya. sehingga membuat Maya bingung harus menjawab yang mana dulu... Ya Maya sangat menurut apa kata Tia.
"Kak satu satu aku bingung harus jawab yang mana.?" ucap Maya.
"May, bagaimana kamu di sana.?" ucap Tia lagi...
"Semua baik kak, aku Sampai tidak tega membohonginya." ucap Maya...
"aku mau bilang sama nenek Tika kalau kami sudah putus saja kak." ucap Maya lagi...
"Iya juga sih... Tapi kamu yakin.?" ucap Tia...
"Iya kak, tuan lein juga bilang kita sudah pacaran 3 bulan, jadi kalau putus tidak masalah kan kak.?" ucap Maya.
"Apa, Leon bilang gitu... Masa baru pacaran Uda putus, aku yakin nenek tidak akan percaya dan malahan membuat nenek curiga." ucap Tia...
"Jadi aku harus bagaimana kak.?" ucap Maya takut...
__ADS_1
"Kamu diam saja... nanti aku pikirkan lagi." ucap Tia.
"Ponakannya menyuruh aku kesana lagi kak." ucap Maya.
"Ya sudah kamu kesana saja, tapi dengan Leon." ucap Tia.
"Iya kak.." ucap Maya paham...
Sudah hampir dua Minggu sejak Maya ke rumah Leon mereka sudah tidak pernah ketemu lagi...
Flash back on..
di rumah Leon... pagi itu setelah kedatangan Maya malam itu.
"Oma... Oma..." ucap jerry berlarian mencari Hana..
"Oma... ternyata uncle dan aunty itu..." ucap Jerry dan mulutnya di tutup oleh Jimmi.
"Jimmy ada apa ini.?" ucap Hana pada cucu tertuanya itu...
"Jerry... terlalu berisik..." ucap Jimmi melepaskan Jerry.
Akhirnya Jerry menceritakan kejadian yang dia tahu malam itu saat Maya di turunin di sebuah halte oleh Leon sampai akhirnya Jerry dan David papa nya mengantar Maya pulang... ke Hana semua, Hana hanya mendengar dan menyimak yang apa di katakan oleh cucu nya itu.
Flash back oof..
Setelah 2 Minggu kedatangan Maya ke rumah Leon... Tiba tiba nenek Tika dan Hana datang ke butik milik Tia...
__ADS_1
"Nenek, tante." ucap Maya kaget melihat mereka berdua datang, tapi sayang mereka datang bukan berdua saja Tasya dan Devi serta mama nya datang juga...
"Maya... Apa kabar.?" sapa nenek Tika...
"Baik nek..." ucap Maya lalu memberi hormat pada yang lain...
"Nenek, kenapa kesini tidak bilang." ucap Tia yang melihat ke hadiran mereka...
,"Sayang bagaimana kabar kamu.?" ucap nenek Tika pada Tia.
"Baik nek, nenek sendiri." ucap Tia.
"Nenek seperti yang kamu lihat, baik di luar sakit di dalam... apalagi Leon belom menikah bagaimana nenek bisa baik baik saja." ucap nenek Tika sambil melirik Maya.
Maya hanya menunduk dirinya sadar siapa yang di tuju nenek Tika, yaitu diri nya.
Setelah 2 jam memilih baju, nenek meminta izin pada Tia untuk mengajak Maya kerumahnya...
"Tia, apa boleh saya mengajak Maya ke rumah saya sekarang.?" ucap nenek Tika sambil melihat jam tangannya itu sebuah kode bahwa ini sudah mau jam pulang juga...
"Ooh, boleh kok nek..." ucap Tia...
"May, kamu boleh pulang duluan saja." ucap Tia.
"Tapi kak..." ucap Maya terhenti...
"Sudah tidak apa apa, biar Dinda dan yang lain yang akan tutup toko." ucap Tia memberi izin Maya untuk ikot nenek Tika.
__ADS_1