
"Mama... Mama... Denis kangen." ucap Denis yang langsung berlari memeluk Hana di pintu masuk...
"Bagaimana kabar Denis." ucap Hana.
Hana setelah mendapat SMS dari David bahwa Denis sakit... Hana langsung menuju rumah Devan tanpa pikir panjang... Sesampai disana Hana terkejut bukan karena melihat Devan melainkan melihat Denis yang sangat baik baik saja...
"Denis, baik baik saja.?" tanya Hana setelah memeluk Denis.
"Hana... Kamu sama siapa.?" tanya Derry.
"Tuan... Saya sendiri saya dapat kabar Denis sakit makanya saya kesini, karena kak Nayla lagi pergi." ucap Hana menunduk.
"Siapa yang bilang Denis sakit.?" tanya Nayla yang tiba tiba muncul...
"David... Tapi kak Hana juga sudah kangen sama mereka." ucap Hana.
"Terimakasih Han kamu peduli pada mereka." ucap Derry.
Hana merasa kikuk dan malu dirinya tidak tahu harus bagaimana...
"Bunda akan tinggal sini kan.?" tanya Denis.
"Iya Tante tinggal disini lagi ya.?" ucap David.
"Tapi sayang...." ucap Hana terhenti yang melihat Devan, Devan hanya diam dan lewat begitu saja di depan Hana... Sementara Hana memberi hormat pada Devan di cuekin oleh suaminya itu...
__ADS_1
"Tante, bunda..." ucap Denis dan David bersamaan...
"Iya,..." ucap Hana yang menghibur kedua ponakannya.
"Hore... Hore... " Denis memeluk dan menciumi Hana.
"Sudah Denis makan dulu... David juga ajak Tante Hana makan." ucap Derry.
"Terimakasih tuan..." ucap Hana pada Derry.
"Kamu ni sudah saya anggap adik saya jadi bisa panggil saya kak Derry." ucap Derry.
( " Semoga keputusan ku tidak salah." ) batin Hana sambil menuju meja makan disana sudah ada Devan, Nayla dan Derry...
"Tapi kamu belom sarapan." kata Derry.
"Saya sudah sarapan kak, tadi saat David menelepon saya." kata Hana lalu pergi ke dapur.
"Ya wajarlah Hana tidak mau sarapan, ada orang yang tidak senang dia datang bagaimana bisa nyaman... Aku sarapan di rumah sakit jadi aku duluan ya, David kamu pergi sama papi ya." ucap Nayla lalu pamit pada Denis dan David.
Devan tahu banget kakak iparnya menyindir dirinya... tapi itulah yang Devan bisa tunjukkan.
"David, cepet habiskan sarapan kamu... Denis sudah ada Tante Hana jadi Denis temenin Tante ya." ucap Derry pada putra angkatnya itu.
"iya papi..." kata Denis.
__ADS_1
Selesai sarapan Derry dan David langsung pergi... Tinggal Denis dan Devan di meja makan...
"Om tidak pergi kerja.?" tanya Denis.
"Sebentar lagi." ucap Devan.
Denis yang sudah di ajak Sari pengasuhnya untuk main di halaman belakang, sementara Devan ke dapur... Di dapur Devan mendengar Hana dan bibi Tun yang lagi asik berbincang...
"Non, bibi turut berduka.?" ucap bi Tun.
"Makasih bi, tapi kalau tidak ada siapa siapa bibi panggil Hana saja kan hanya kita saja tidak ada tuan rumah Bi.." ucap Hana.
"Huft... Saya harus biasakan diri jangan sampai nanti di depan nyonya dan tuan keceplosan." ucap bi Tun.
"Ya sudah, teserah bibi saja..." kata Hana yang mengerti.
"Bi... "Ucap Hana terhenti namun air matanya sudah jatuh...
"Non..." bibi memeluk Hana.
"Hiks... Hiks..." Hana memeluk Bi Tun.
"Hiks... Bi aku memang wanita matre, aku tidak tahu apa salah aku balik kerumah ini, aku memang tidak tahu malu Bi hiks... hiks...." ucap Hana menangis.
Devan yang mendengar itu membuatnya tidak jadi ke dapur untuk menegur Hana... Dirinya lebih memilih pergi bekerja.
__ADS_1