
Hana dan nenek Tika melihat kondisi rumah Maya membuatnya sedih gadis itu... Ya rumah kontrakan yang memiliki 2 kamar rang tamu dan dapur saling berhubungan dan sebuah kamar mandi di belakang rumah..
"Maaf nyonya rumah kami berantakan." ucap ibu Erika.
"Tapi ini cukup nyaman." ucap Hana.
"Kamu hanya bisa menghidangkan ini saja." ucapan ibu Erika , ya hanya kue dan minum teh saja.
"Ini juga sudah cukup..." ucap Hana.
Yang datang hanya Hana dan nenek Tika saja saat ini... bisa sudah lamaran akan datang seluruh keluarga Leon.
"Saya tutup point' saja... Kedatangan saya kesini ingin meminta Maya untuk menjadi istri putra saya Bu." ucap Hana.
"Tapi apa ini tidak terburu buru nyonya, mereka baru juga kenal." ucap ibu Erika.
"Kita menikahinya agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan saja Bu." ucap nenek Tika.
"Tapi..." ucap Bu Erika langsung di potong oleh nenek Tika.
"Sudah anda serahkan saja semua pada kami." ucap nenek Tika.
"Maksud anda nyonya,? Maya putri saya dan saya juga ingin membuat pernikahan untuknya.
__ADS_1
"Maaf anda tidak perlu tersinggung, kami hanya tidak ingin membuat anda khawatir dan cemas, jadi biar semua kami yang urus... kalian hanya cukup memanggil sanak saudara dan kerabat saja." ucap Hana...
"Iya, kalian undang yang kalian kenal." ucap nenek Tika.
"Ba... Baik." ucap ibu Erika.
"Nyonya, Apa tidak terlalu terburu bagaimana kalau tahun depan saja." ucap ibu Erika yang merasa bimbang.
"Baiklah sebulan lagi." ucap nenek Tika.
Apa sebulan.?" ucap ibu Erika.
"Iya satu bulan lagi." ucap nenek Tika...
"Tidak ada apa apa Bu, mereka sudah sangat cocok anak aku sudah yakin dengan putri ibu, karena kami juga yakin Maya gadis yang sangat baik jadi kami tidak ragu lagi untuk menikahinya Bu.. Lagian mereka sangat cocok dan putri ibu tidak ke beratan." ucap Hana meyakin kan besannya agar tidak curiga dan banyak tanya lagi pada dirinya dan nenek Tika.
Ibu Erika masih tidak yakin karena naluri ibu nya merasa kalau putrinya belom siap untuk menikah...
" Baiklah nyonya... Terimakasih." ucap ibu Erika akhirnya menerima pernikahan Maya dan Leon satu bulan lagi... Membuang semua perasaan ragunya akan dia ilangkan.
"Kalau gitu saya permisi Bu." ucap Hana dan nenek Tika akhirnya pamit.
Setelah kepergian hama dan nenek Tika, Bu Erika duduk di ruang tamu merenung pernikahan Maya putrinya, meyakinkan dirinya bahwa ke curiganya baik baik saja bahwa Maya akan bahagia, dirinya hanya bisa doain putrinya itu agar pernikahan bahagia selalu.
__ADS_1
"Ibu aku pulang." ucap Sania yang baru balik sekolah... Ya ini hari Jumat jadi Sania balik cepet hari ini...
"Kamu sudah pulang, ganti baju dulu baru makan.," ucap ibu Erika.
" Baik bu... " ucap Sania.
Setelah ganti pakaian Sania makan siang selesai makan siang ibu Erika mengajak Sania berbicara masalah pernikahan kakaknya yang akan di adakan 1 bulan lagi.
"San, bulan depan kakak mu akan menikah." ucap ibu Erika.
" Sama kakak ganteng itu Bu.?" tanya Sania.
"Iya... dengan Leon Wijaya." ucap ibu Erika.
"Kenapa cepat sekali Bu." ucap Sania.
Ibu Erika hanya menganggukkan kepala saja tanda setuju membenturkan ucapan Sania...
"Jadi kakak akan tinggal di rumah besar sekali ya Bu.?" ucap Sania.
"Pasti Kaka akan jarang menemui kita dong Bu bila sudah menikah.?" ucap Sania dirinya belom bisa jauh dari kakaknya.
"Ibu yakin, kakak kamu tidak akan melupakan kita sayang." ucap Bu Erika menghibur putri bungsunya agar tidak sedih.
__ADS_1