
Malam ini nenek Tika sibuk menghubungi seseorang yang membuat si penerima telepon terkejut dan sangat repot... Semua serba mendadak sekali, setiap membuat perintah selalu seperti itulah nenek Tika.
"Kamu harus siap kan saya ingin acara yang meriah... Jangan lupa undangan juga kamu sudah tahu kan.?" ucap nenek Tika di ponselnya, lalu mematikannya tanpa menunggu jawaban dari si penerima telepon.
Nenek Tika lagi menghubungi wedding organizer ( WO ) dan beberapa desainer ternama lalu makeup... Tasya, serta keluarga lainnya tak lupa menghubungi Hana dan Devan untuk segera balik...
Dua hari kemudian Hana dan Devan sudah balik dengan pesawat pagi ini... Semua keluarga sudah berkumpul Leon di buat bingung karena ini bukan hari libur kenapa kakak kakaknya semua ada disini...
"Mah, kenapa nenek kumpulkan kita semua.?" tanya Denis.
"Leon nikahnya akan di percepat." ucap Hana.
"Apa.?" Tasya, David dan Denis bersamaan...
"Kenapa bisa mah.?" tanya David.
"Mama juga kurang tahu..." ucap Hana yang emang dirinya belom tahu apa yang terjadi...
"Apa Leon buat salah mah.?" tanya Devi.
"Iya mah, apa Maya telah hamil.?" ucap Tasya.
"Hus... kalian, tidak mungkin." ucap Hana.
"Kalau gitu kenapa di percepat .?" tanya Denis lagi..
"Sudahlah yang penting mama sama papa harus ke rumah Maya." ucap Hana.
"Aku ikot mah." ucap Tasya dan Devi.
__ADS_1
"kalian, baiklah." ucap Hana.
"Sayang kamu lebih baik di rumah saja kamu kan lagi hamil." ucap Denis ke Devi.
"Devi itu hamil, bukan sakit." ucap David lalu pergi.
"Tapi kan." ucap Denis.
"Sudahlah Denis kan ada mama sama papa serta kak Tasya." ucap Hana.
"Baiklah." akhirnya Denis menyerah.
Akhirnya Tasya, Devi, mama Hana serta papa Devan berangkat menuju rumah Maya untuk memberi kabar pernikahan antara Maya dan Leon.
"Tante, ibu lagi kerja." ucap Sania, pada Hana dan yang lain...
"Iya, biar aku panggil ibu dulu... Silakkan masuk dan duduk." ucap Sania.
"Kenapa tidak kamu telepon saja." ucap Devan.
"Saya tidak punya ponsel." ucap Sania ..
"Apa kamu ingat Nmr ibu kamu.?" ucap Devi..
"Ibu juga tidak punya ponsel, bila ada apa apa semua menghubungi kak Maya." ucap Sania.
"Nomor telepon majikan ibu kamu.?" tanya Tasya.
"Ada... Tapi nomor rumah nya saja kak." ucap Sania...
__ADS_1
"Ya sudah ini kamu telepon lah." ucap Hana.
Setelah menghubungi ke Diaman majikan ibu Erika, tak lama ibu Erika datang... Betapa terkejutnya melihat Hana dan yang lain...
"Selamat siang bu..." ucap Hana sopan yang lain memberi hormat dan ibu Erika juga.
"Silakan di minum Bu, maaf hanya ada air putih dan teh manis saja." ucap ibu Erika ..
"Ini juga sudah cukup Bu... Terimakasih." ucap Hana lagi...
"Maaf kalau boleh tahu ada apa ya kesini Bu.?" tanya ibu Erika langsung.
"Gini Bu, nenek mau pernikahan Maya dan Leon di percepat Minggu depan." ucap Hana.
"Apa Minggu depan.? Apa Maya sudah tahu.?" tanya ibu Erika.
"Belom, ibu bisa beri tahu Maya setelah dia pulang kerja nanti." ucap Hana.
"Dan ini tolong ibu terima untuk keperluan ibu mempersiapkan acara buat beli kebutuhan dan keperluan ibu..." ucap Hana menyerahkan amplop.
"Apa ini nyonya.?" ucap ibu Erika..
"Tolong ibu terima... Saya mohon." ucap Hana.
Ibu Erika yang tidak mau menerima akhirnya susah payah Hana membujuknya dan meyakinkan ibu Erika untuk menerimanya akhirnya ibu Erika mau menerima uang tersebut...
Karena Hana tidak tahu apa yang di perlukan dan di butuhkan besannya bila putrinya akan menikah karena setiap orang punya tradisi masing masing.
"Terimakasih banyak nyonya..." ucap ibu Erika.
__ADS_1