Siapa Aku, Lihat Aku.?

Siapa Aku, Lihat Aku.?
Bernego...


__ADS_3

Devan ketawa melihat isi Map yang di berikan Hana padanya...


"Hahaha... Dasar gadis tak tahu malu, Kamu mau menjual ini ke aku bukan kah ini punya mama ku.?" ucap Devan.


Hana terdiam dirinya berpikir akan ucapan Devan suaminya memang surat itu mama Tika yang menebusnya sebagai gantinya dirinya harus menikah dengan Hana.


"Karena ini kan mama menikahkan kamu pada ku.? Tubuhmu di jual ke aku juga aku tidak akan sudih membeli apalagi menyentuh tubuh kotor kamu." ucap Devan.


"Saya akan turutin apa yang anda inginkan, asalkan anda meminjamkan saya uang tuan." kata Hana.


" Kamu akan menjual dirimu untuk membayarnya.?" tanya Devan.


Hana hanya menggelengkan kepalanya bahwa buka dengan cara itu...


"Saya akan bekerja tuan, dan menyicil membayarnya ke pada anda." kata Hana..


"Bekerja sampai kapan.? seumur hidupmu saja belom tentu kamu bisa melunasinya." kata Devan..


Akhirnya Hana bersujud di hadapan suaminya dirinya benar benar memohon agar dapat pinjaman dari Devan untuk biaya ibu serta nenek nya harga diri Hana sudah tidak ada lagi di mata Devan...


Melihat Hana berlutut membuat Devan terkejut lalu berdiri, tidak habis pikir bagi Devan, Hana melakukan itu padanya... Saat Devan ingin berbicara tiba tiba ponsel Hana berdering.


Melihat panggilan itu membuat Hana segera mengangkatnya...


"Hallo kak Yoga, ada apa.? baiklah aku akan kesana kak." ucap Hana... Tanpa pamit Hana segera pergi meninggalkan Devan air mata makin deras seluruh karyawan menatapnya heran tapi Hana tidak peduli lagi, karena Yoga memberi kabar bahwa ibunya kritis...

__ADS_1


"Rob, segera kamu ikotin wanita itu." ucap Devan.


"Baik tuan.." ucap Roby yang memang ada di ruangan itu.


...🌻🌻🌻🌻...


Hana yang tiba di rumah sakit segera pergi keruangan dimana ibu dan neneknya di rawat...


"Kak, bagaimana ke adaan ibu aku.?" ucap Hana yang baru tiba...


"Kamu yang sabar ya Han..." ucap bunda Shinta langsung memeluk Hana.


"Apa yang terjadi.?" tanya Hana...


"Nona." ucap Roby.


Saat Roby ingin melanjutkan ucapannya tiba tiba dokter keluar...


"Dok, bagaimana ke adaan ibu dan nenek ku.?" tanya Hana, sambil memegang tangan dokter...


"Ya ampun nona, kalau tuan Devan liat dia pasti akan marah." gumam Robby.


"Nona maaf, kami sudah melakukan sebisa kami semua kami serahkan pada yang lebih berkuasa." ucap dokter itu lalu pergi meninggalkan Hana...


Mama Tika, Nenek Jenny dan tuan Daniel tiba saat mendengar apa yang dokter sampaikan... Bertapa terkejutnya mereka mendengar itu.

__ADS_1


Hana tiba tiba pingsan, dirinya sangat syok mendengar ucapan itu... Yoga segera menangkapnya.


"Selamat siang nyonya, tuan." kata Roby melihat majikannya datang.


"Mana Devan.?" tanya tuan Daniel.


Sementara mama Tika serta nenek Jenni langsung mendekat ke Yoga yang membawa Hana untuk di dudukin di bangku tunggu.


"Ada di kantor tuan." ucap Robby.


"Panggil dia untuk kesini." ucap tuan Daniel lalu pergi mendekat istri serta mantunya.


"Panggil dokter." ucap mama Tika..


Mama Tika sangat panik melihat mantu kesayangannya meninggal...


Nayla datang bersama Dery mendengar suara mertuanya yang menyuruh memanggil dokter Nayla segera mendekat ke mama mertuanya...


"Mah ada apa, apa yang terjadi pda Hana.?" tanya Nayla melihat Hana terbaring.


"Hana pingsan Nay, tolong dia." mama Tika.


"Mama tenang biar Nayla cek dulu.." setelah Nayla mengecek denyut nadi Hana lalu mengoleskan Hana minyak angin yang Hana minta dari bunda Shinta... Tidak berapa bertepatan Devan datang Hana sadarkan diri.


"Ibu, bunda apa yang terjadi pada ibu.?" kata Hana yang sudah sadar.

__ADS_1


"Han, kamu harus kuat dan sabar..." ucap bunda Shinta Devan yang mendengar hanya membulatkan matanya saja.


__ADS_2