
Sekarang usia Maria sudah 5 tahun Leon dan Maya sudah memiliki seorang putra bernama Devan Wijaya yang akrab di panggil Vano...
Memiliki sepasang anak membuat hidup maya bahagia...
"Sayang aku merasa hidupku sudah sempurna, Memiliki kamu dan kedua anak kita." ucap maya yang bersandar di dada bidang suaminya..
"Aku pria yang bahagia memiliki kamu dan anak anak... Terimakasih k mau sudah mau sabar." ucap leon lalu mengecup pucuk kepala Maya.
Mereka tidur tak terasa pagi pun tiba Maya yang sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan bekal serta sarapan... Maya ingin suami dan anaknya memakan masakan yamg di buatnya agar kelak anak dan suaminya selalu rindu masakannya.
Devan baru berusia 4 bulan... Maria sudah masuk sekolah TK kecil... Setiap berangkat sekolah Maria selalu di temani sang ayah ke sekolah, semenjak Devano hadir maya tidak bisa natar jemput Maria lagi..
Mengurus anak, suami dan dapur membuat maya kelelahan meski ada pelayan Maya tetap ingin turun tangan sendiri buat kebutuhan suami serta anaknya.
"Sayang sudah lah kamu pakai saja jasa baby sister karena saya tidak mau kamu capek." ucap leon.
"Selama kamu masih mencintaiku, aku tidak akan capek." ucap maya.
__ADS_1
"Kamu ini kalau di bilangin... Besok reza akan mencari baby sister." ucap leon yang tidak ada nego lagi kepada sang suami.
"Baiklah." kata maya sang sudah tahu tidak akan bisa lagi mencari alasan kalau suaminya membuat ke putusan.
Sekarang Maya sudah di bantu oleh jasa baby sister, Meski kadang maya turun tangan sendiri untuk mandiin Devano atau menidurkannya.
Hanya saat Maya istirahat Devano akan di urus baby sister... menggantikan popoknya dan lain lain... Maya pun sudah punya waktu buat jemput Maria ke sekolah.
Ya semenjak Maria mau masuk sekolah Maya memutuskan belajar mobil khusus jemput anaknya... Leon sudah melarangnya menyuruh pakai supir tapi maya ngotot mau belajar mengendarai mobil...
"Aku ingin mengunjungi mama dan nenek saja." ucap Maya.
"Baik lah kalau memang sudah permintaan ibu ratu." ucap leon lalu memeluk smag istri.
"Bagaimana kerjaan Kamu.?" ucap maya
"Ya seperti biasa semua lancar berkat doa istri ku." kata leon lalu mencubit hidung istri ya.
__ADS_1
"Tapi, aku ingin kalian sehat selalu." ucap maya..
"Bagaimana kami tidak sehat selama semua ke butuhkan kami Wanita cantik yang selalu menyiapkannya." kata leon.
"I love sayang." kata leon mencium kening maya.
"I love you tooo." ucap maya mencium bibir suaminya.
"Apa perlu kita beri Devano adik.?" ucap leon.
Maya langsung bangkit dan melepaskan pelukannya dari leon...
"No... No... sayang aku rasa Devano tidak perlu adik." ucap maya keluar kamar dan menutup pintu kamarnya...
leon hanya tersenyum melihat tingkah sang istri yang ketakutan... Ya melahirkan Devano membuat maya trauma anka kedua lelaki yang nenharuskan maya lahir secara secar... Membuat maya takut karena dinginnya ruang operasi dan melihat beberapa pisau yang berjejer lampu besar rasa suntikan...
"Maya... Maya aku juga tidak akan membiarkan kamu kesakitan saat di pasang alat keteter untuk kamu bunag air kecil, rasanya melihat kamu ingin bangkit saja sehabis operasi aku sedih." gumam leon sambil menatap pintu yang di tutup maya...
__ADS_1